BUKU KKM TAMBAKSARI GARUT

Laporan KKM STAIM | Tahun 2025 KKM LIBURAN DI BUMI TAMBAKSARI Pembimbing : Ridwan Munir, S.T., M. Ag Tim Penyusun : Aliya Sriyanti Amanah Pratiwi Apiani Arini Rizma Rahayu Erviana Nurul Awaliyah Maulana Abdul Aziz Muhammad Algi Baehaki Muhammad Raja Syahid Rahmatullah Rahmi Thoyibah Milatiah Rd Alya Nazli R Rika Kartika Salsa Fadila Sayyid Agil Munawar Siti Maskanah Wilsya Warisa Sa’diah Kuliah kerja mahasiswa (KKM) Patriot Desa Emas STAI Al-Musaddadiyah Garut beranggotakan 14 orang mahasiswa yang berasal dari lima Program Studi yang berbeda yaitu Program Studi PAI, HESy, PIAUD, MBS, dan HKI. Pertemuan kami berawal dari sistem pembentukan kelompok yang diatur oleh badan Eksekutif Mahasiswa dari awal pertemuan kami sepakat dalam KKM ini tidak akan terlalu memaksakan diri untuk membuat banyak program-program seperti hal nya kelompok lain yang sangat ambisius. Berbeda dengan kelompok kami yang mengutamakan kapasitas diri yang berbeda-beda ini, tetapi kelompok kami berkomitmen untuk melaksanakan program-program yang santai tapi pasti bagi masyarakat. KKM ini kami jadikan sebagai LIBURAN bagi banyak orang identik dengan waktu bersantai. Namun bagi kami, kata ini memiliki arti yang jauh lebih dalam, yakni Lestarikan Ilmu Bersama Untuk Rakyat Agama dan Negara. Oleh sebab itu kelompok kami memilih judul ini karena ingin menegaskan bahwa KKM bukan hanya sekadar kegiatan formalitas atau pengabdian singkat, melainkan sebuah perjalanan penuh makna. Dalam “liburan” ini, kami tidak hanya beristirahat dari rutinitas perkuliahan, tetapi justru menghidupkan semangat berbagi ilmu, menumbuhkan kepedulian, serta memperkuat nilai-nilai agama dan kebangsaan di tengah masyarakat. Buku ini hadir sebagai dokumentasi dari pengalaman kami selama berada di Desa Tambaksari. Ia merekam kisah kebersamaan, canda tawa, perjuangan, dan pelajaran berharga yang kami dapatkan. Semoga buku LIBURAN ini menjadi pengingat bahwa ilmu tidak hanya untuk dipelajari, tetapi juga untuk dilestarikan dan diamalkan bersama masyarakat demi kemajuan agama dan negara. Kami yang beranggotakan 14 orang, 10 orang perempuan dan 4 orang laki laki terpilih menjadi patriot di Desa Tambaksari Kec. Leuwigoong, kab. Garut. Desa Tambaksari dikatakan sebagai desa pengrajin sekaligus penjual bendera terbesar di kota Garut bahkan hingga skala Nasional, Desa Tambaksari juga kaya akan pertaniannya hal ini memunculkan niat kami untuk sekaligus belajar dari Desa Tambaksari. Kami KKM 01 Desa Tambaksari memiliki jargon yang khas yaitu kata SOLID yang bermakna kuat dalam kekeluargaan baik suka maupun duka kami harus tetap bersama saling menjaga dan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan selama KKM dan setelah KKM selesai. KATA PENGANTAR Alhamdulillah, segala puja dan puji hanya untuk Allah SWT. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan Nabiullah Muhammad SAW. Atas rahmat, petunjuk dan risalah yang mengiringi kehadiran Rasulullah saw. di bumi, sebagai juru selamat umat manusia. Buku ini adalah laporan akhir KKM STAI AI-Musaddadiyah Garut Tahun 2025 di Desa Tambaksari Kecamatan Leuwigoong sebagai bentuk laporan pertanggung jawaban. Akan tetapi, kami menyadari bahwa buku laporan akhir KKM ini tentu tidak bisa terwujud tanpa partisipasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami akan menyampaikan penghargaan yang tinggi dan ucapan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada: 1. Dr. H. Syaik Abdillah, M. Ag, selaku Ketua STAI ΑΙ-Musaddadiyah Garut yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti Kuliah Kerja Mandiri (KKM) di Desa Jayamukti Kecamatan Cihurip. 2. Rofiq Azhar, M. Pd. selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) dan Badan Pelaksana (BP) ККМ 2025 yang telah memberikan peluang untuk melaksanakan KKM di Desa Tambaksari Kecamatan Leuwigoong 3. Ridwan Munir, S.T., M. Ag, Selaku Dosen Pembimbing yang telah membimbing kami dari awal sampai akhir pelaksanaan KKM. 4. Dede Mulyana, selaku Kepala Desa Tambaksari yang telah memberikan izin dan memberikan support terhadap acara yang kita laksanakan. 5. Seluruh Kepala Dusun di Desa Tambaksari yang telah bersedia meluangkan waktu membantu kami dalam merampungkan program KKM di Dusun masing-masing. 6. Pak Hj. Mukhtar selaku tokoh masyarakat di Kampung Pasir Guling dan seluruh masyarakat di Kampung Pasir Guling yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan program KKM STAIM di Desa Tambaksari Kec. Leuwigoong. 7. Seluruh masyarakat di Desa Tambaksari yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan program KKM STAIM di Desa Tambaksari Kec. Leuwigoong. 8. Teman-teman serta rekan-rekan mahasiswa KKM yang mau berbagi dalam suka dan duka selama ber-KKM di Desa Tambaksari Kec. Leuwigoong. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, khususnya pada kampus tercinta STAIM Garut dan dari kami semua. Saran dan kritik senantiasa kami harapkan dari para pembaca. Sebagai ujung tombak pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) STAI al-musaddadiyah Garut senantiasa berusaha melakukan terobosan dan langkah-langkah inovatif untuk mewujudkan kegiatan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang semakin baik dan inovatif. Upaya ini adalah wujud tanggung jawab pengabdian terhadap masyarakat dari STAIM Garut sehingga kegiatan pengabdian masyarakat bisa semakin mendekatkan pihak civitas akademika STAIM Garut dengan masyarakat dan mewujudkan keterlibatan langsung dalam pembangunan masyarakat. Upaya membukukan dan publikasi laporan pelaksanaan KKM ini merupakan inovasi yang telah dilakukan oleh KKM STAIM sebagai upaya memudahkan kepada semua pihak untuk dapat mengakses hasil hasil pengabdian yang telah dilakukan oleh mahasiswa KKM STAIM di bawah bimbingan dosen pembimbing. Dengan adanya publikasi ini program program KKM dapat diukur capaiannya dan jika suatu saat nanti lokasi yang ditempati ber-KKM itu kembali ditempati oleh mahasiswa angkatan berikutnya, maka akan mudah untuk menganalisis capaian yang telah ada untuk selanjutnya dibuatkan program-program yang berkesinambungan. Publikasi laporan KKM ini diinspirasi dari hasil kunjungan-kunjungan ke beberapa penduduk setempat serta bisa terlaksana dengan baik berkat dukungan dan bimbingan dari bapak ketua dan sekretaris LP2M serta seluruh civitas akademik STAIM Garut khusus kepada seluruh dosen pembimbing dan anggota badan pelaksanaan KKM STAI AL-Musaddadiyah Garut dan kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih yang tak terhingga berkat ketekunan dan kerjasamanya sehingga program publikasi laporan KKM ini bisa terlaksana, penghargaan dan ucapan terima kasih juga saya haturkan kepada seluruh mahasiswa KKM angkatan 2022 kelompok Desa Tambaksari atas segala upaya pengabdian yang dilakukan dan menjadi kontributor utama penulisan buku laporan ini. Garut, 7 Safar 1447 H/1 Agustus 2025 M Kelompok 1 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR iv DAFTAR ISI viii MUQADDIMAH xi BAB I PENDAHULUAN 1 A. Dasar Pemikiran 1 B. Gambaran Umum Desa Tambaksari 2 C. Permasalahan ( kondisi setelah survey) 4 D. Kompetensi Mahasiswa KKM 5 E. Fokus/ Prioritas Program 10 F. Sasaran Target 12 G. Jadwal Pelaksanaan Program 22 BAB II METODE PELAKSANAAN PROGRAM 23 A. Metode Participatory Action Research (PAR) 23 B. Pendekatan Community Need Assessment (CNA) 24 BAB III KONDISI UMUM DESA TAMBAKSARI 26 A. Sejarah Desa Tambaksari 26 B. Nama-nama yang Pernah Menjabat Kepala Desa Tambaksari. 27 C. Letak Geografis dan Administratif 29 D. Kondisi Umum Demografi Daerah 30 E. Kondisi Ekonomi 30 F. Potensi Daerah 32 G. Jumlah dan Persebaran Penduduk 32 H. Jumlah dan Proporsi Penduduk Menurut Status Perkawinan 34 BAB IV SOSIO KULTUR DESA TAMBAKSARI 40 A. Pengertian Sosio Kultur 40 B. Kondisi Sosio Kultur Desa Tambaksari 41 C. Bentuk Aktifitas Sosio Kultur masyarakat Desa Tambaksari 43 D. Potensi Sosio Kultur Desa Tambaksari 45 E. Permasalahan Sosio Kultur Desa Tambaksari 48 F. Fokus/Program 50 BAB V KEAGAMAAN DI DESA TAMBAKSARI 59 A. Sejarah Masuknya Islam ke Desa Tambaksari 60 B. Sarana dan Prasarana Peribadahan di Desa Tambaksari 63 C. Organisasi Keislaman 74 D. Permasalahan Keagamaan di Desa Tambaksari 77 F. Fokus/ Program 80 BAB VI PENDIDIKAN DI DESA TAMBAKSARI 94 A. Pengertian Pendidikan 94 B. Kondisi Umum Pendidikan di Desa Tambaksari 103 C. Sarana dan Prasarana Pendidikan 104 D. Permasalahan Pendidikan 104 E. Fokus/program 107 BAB VII Perekonomian Di Desa Tambaksari 117 A. Kondisi Umum Perekonomian di Desa Tambaksari 119 B. Potensi Perekonomian Desa Tambaksari 124 C. Permasalahan Ekonomi Desa Tambaksari 130 D. Fokus Program 135 BAB VIII KESEHATAN DI DESA TAMBAKSARI 139 A. Kondisi Kesehatan Desa Tambaksari 139 B. Sarana Kesehatan 145 C. Permasalahan Kesehatan Di Desa Tambaksari 148 D. Fokus Program 152 BAB IX DESKRIPSI HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN DI DESA TAMBAKSARI 156 BAB X PENUTUP 163 A. Kesimpulan 163 B. Rekomendasi 166 LAMPIRAN-LAMPIRAN DOKUMENTASI Diklat KKM 169   MUQADDIMAH Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri atas Pendidikan dan pengajaran, Penelitian dan Pengembangan serta Pengabdian Masyarakat menggambarkan secara utuh fase-fase menuju pembelajaran sejati. Juga mendeskripsikan bagaimana proses belajar yang baik bagi seorang mahasiswa secara keseluruhan. Dari dalam ke luar, Dari hal yang kecil ke hal yang besar. Mahasiswa KKM STAIM 2025 di Desa Tambaksari Kecamatan Leuwigoong Kabupaten Garut beranggotakan 14 orang dari 5 PRODI yang berbeda. Ketiga prodi tersebut adalah Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HESy), Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Prodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS), Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) Kegiatan KKM berlangsung selama kurang lebih 35 hari (1 bulan) sejak keberangkatan 21 Juli - 25 Agustus 2025. KKM ini kami istilahkan sebagai sebuah pembelajaran di alam nyata, setelah kurang lebih 6 semester belajar di bangku kuliah. KKM adalah belajar dari ruang-ruang kelas menuju ruang-ruang masyarakat. Mahasiswa dituntut untuk mampu menghadapi segala kondisi kehidupan yang dihadapi di lokasi KKM. Bagi kita, mahasiswa yang hebat adalah mahasiswa yang mampu menaklukkan alam mahasiswa yang mampu memoles dan mewarnai kehidupan masyarakat menjadi lebih indah. Bukan mahasiswa yang memaksakan diri untuk bermanja-manja di tengah kerasnya kehidupan yang dihadapi masyarakat di lokasi KKM.   BAB I PENDAHULUAN A. Dasar Pemikiran Menurut UU No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang dilakukan dirinya di masyarakat, bangsa, dan Negara. Dengan dasar inilah mahasiswa melakukan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa dan merupakan salah satu bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi yang diharapkan seorang mahasiswa semakin matang dalam disiplin keilmuannya. Pelaksanaan KKM ditujukan untuk menumbuh kembangkan empati dan kepedulian civitas akademika STAI Al-Musaddadiyah terhadap satu (1) berbagai permasalahan yang riil dihadapi masyarakat (2) pembangunan berkelanjutan yang diperlukan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat islam yang sebenar-benarnya. Selain itu, kegiatan KKM diharapkan bisa melahirkan pribadi yang tangguh, unggul, berkepribadian mulia, serta dapat menjadi pribadi yang luar biasa ketika sudah terjun di masyarakat, berjiwa kepemimpinan. Untuk itu KKM STAI Al-Musaddadiyah di Desa Tambaksari Kec.Leuwigoong tidak hanya berisi kegiatan kerja civitas saja tetapi berisi rangkaian kegiatan integratif interdisipliner yang dikemas secara strategis untuk menyelesaikan permasalahan secara tuntas dan dilaksanakan bersama masyarakat dengan memerankan masyarakat sebagai pelaku penting dan utama serta melibatkan para pemangku kepentingan lain yang terkait. Dalam hal ini, mahasiswa diperankan sebagai problem solver, motivator, fasilitator, dan dinamisator dalam pengembangan proses penyelesaian masalah dan pembangunan masyarakat. Melalui pembaruan konsep tersebut, kehadiran mahasiswa sebagai intelektual muda diharapkan mampu mengembangkan diri sebagai agen atau pemimpin perubahan yang secara cerdas dan tepat menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakatnya. Pada dasarnya KKM merupakan bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat setelah mendapat materi perkuliahan yang senantiasanya dapat berguna di dalam masyarakat itu sendiri. Dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat mahasiswa memberikan pengalaman ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan agama untuk memberikan pengarahan agar dapat memecahkan masalah dan penanggulangannya secara cepat tepat. Selain itu, pembenahan sarana dan prasarana merupakan kegiatan yang dilakukan serta menjadi program kerja bagi mahasiswa. B. Gambaran Umum Desa Tambaksari Sebelum berdiri, Desa Tambaksari merupakan bagian wilayah dari Desa Dungusiku yang termasuk kepada Kecamatan Leuwigoong Kabupaten Garut, karena pada saat itu Desa Dungusiku dianggap penduduknya sudah melebihi batas (padat) untuk ukuran satu wilayah desa maka pada Tahun 1978, melalui Surat Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Barat maka Desa Dungusiku dimekarkan menjadi 2 (dua) desa yakni Desa Dungusiku dan Desa Tambaksari. Adapun nama Tambaksari itu sendiri menurut Tokoh Masyarakat yang pada waktu itu ikut terlibat dalam pemberian nama desa itu sendiri memiliki arti yaitu Balong artinya Kolam dan Sari artinya nyari (menarik) sehingga masyarakat menyebutnya ”Tambak nu asri ” (tempat persinggahan yang nyaman). Jadi secara umum Tambaksari adalah suatu tempat persinggahan Yang dikelilingi pasir sehingga menyerupai kolam yang dapat menarik perhatian orang dan menjadi tempat persinggahan/peristirahatan orang-orang dari luar desa maupun kecamatan. Desa Tambaksari berada kurang lebih antara 107°55’56,97” Longitude Bujur Timur dan 7°6’32,8” Latitude Lintang Selatan, dengan luas wilayah 315,696 Ha yang terdiri dari 2 (3) dusun dengan 12 (Dua Belas) Rukun Warga (RW) dan 29 (Dua Puluh Sembilan) Rukun Tetangga (RT) dengan jumlah penduduk sebanyak 5.118 jiwa dengn jumlah rumah tangga 1.652 kepala keluarga, Desa Tambaksari memiliki batas wilayah administratif sebagai berikut : Sebelah Utara : Dengan Desa Leuwigoong Kecamatan Leuwigoong Sebelah Timur : Dengan Desa Cangkuang Kecamatan Leles Sebelah Selatan : Dengan Desa Cimareme Kecamatan Banyuresmi Sebelah Barat :Desa Dungusiku Kecamatan Leuwigoong C. Permasalahan ( kondisi setelah survey) Berdasarkan hasil survei yang dilakukan selama satu minggu di minggu pertama, ditemukan beberapa masalah yang memungkinkan untuk diselesaikan selama masa Kuliah Kerja Mahasiswa di antaranya: 1. Bidang Pemerintahan Kurang lengkapnya fasilitas yang dimiliki desa (Aula) 2. Bidang sosial kultur Pembinaan pemeliharaan lingkungan Tidak ada forum atau tempat komunikasi warga desa 3. Bidang Pendidikan Kurangnya tenaga pendidik Kurangnya sarana prasarana untuk menunjang pembelajaran Pembelajaran yang monoton 4. Bidang Keagamaan Minimnya penerus di bidang keagamaan 5. Bidang Prekonomian Masyarakat belum berani memuali atau belum mengetahui cara pemasaran secara online sehingga ketertinggalan nya daya saing dalam berjualan di era perkembangan zaman saat ini 6. Bidang Kesehatan Kurangnya sosialisasi kepada orang tua dan anak terhadap pentingnya mengonsumsi makanan bergizi   D. Kompetensi Mahasiswa KKM Mahasiswa KKM Tahun 2025 berasal dari berbagai kompetensi keilmuan yaitu: Sayyid Agil Munawar Merupakan mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam, mahasiswa ini berasal dari kec. Wanaraja, beliau memiliki jiwa sosial yang tinggi dan mudah berbaur dengan masyarakat, dan mempunyai banyak relasi dengan orang orang yang bergelut di bidang kesenian Islam. Rika Kartika Merupakan mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam, mahasiswi ini berasal dari Kota Bandung tepatnya di Majalaya, mahasiswi ini aktif sebagai pengurus di Pondok Pesantren Daarul Ulum, dan kompeten dalam bidang keagamaan serta dalam bidang penulisan karya ilmiah. Aliya Sriyanti Amanah Pratiwi Merupakan mahasiswi Prodi Manajemen Bisnis Syariah, mahasiswi ini berasal dari Makassar yang memiliki kemampuan dalam mengatur keuangan dan kompeten dalam bidang wirausaha, beliau juga pandai dalam mengajar anak anak SD. Maulana Abdul Aziz Merupakan Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam, mahasiswa ini berasal dari Pasirwangi yang memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi, mahasiswa ini pandai berdialog dengan lapisan masyarakat serta dengan pemerintahan, sehingga beliau memiliki relasi dimana-mana. Beliau juga sangat aktif berorganisasi baik itu internal maupun eksternal, dan Mahasiswa ini juga pernah dinobatkan sebagai Presiden Mahasiswa STAIM Periode 2024/2025. Arini Rizma Rahayu Merupakan Mahasiswi Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, mahasiswi ini berasal dari Kec. Pameungpeuk yang memiliki semangat juang yang tinggi dalam memberikan pengajaran kepada anak anak usia dini, beliau juga memiliki keberanian yang tinggi dalam menghadapi masyarakat. M. Raja Sayyid Rahmatullah Merupakan mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam Mahasiswa ini berasal dari Kec. Garut Kota yang memiliki pemikiran pemikiran diluar nalar, sehingga ia dijuluki sebagai ahli filsafat di kelompok KKM, beliau juga memiliki keterampilan lain yaitu keterampilan dalam IT dan karya seni menggambar. Erviana Nurul Awaliyah Merupakan Mahasiswi Prodi Hukum Ekonomi Syariah, mahasiswi ini berasal dari kec. Tarogong Kaler, yang memiliki keterampilan dalam penulisan karya ilmiah, dan juga terampil dalam bidang ekonomi syariah. Apiani Merupakan Mahasiswi Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Mahasiswi ini berasal dari Kec. Cisurupan, beliau memiliki semangat yang tinggi dalam mengajar anak anak usia dini, dan ia juga terampil dalam membuat alat peraga edukasi guna menunjang pembelajaran yang tidak membosankan bagi anak-anak. Wilsya Warisa Sa’diah Merupakan Mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam, Mahasiswi ini berasal dari kota tasik lebih tepatnya di daerah Taraju, beliau memiliki kecakapan dalam berbaur dengan anak anak, sehingga ia disukai oleh anak-anak, hal ini yang menjadikan mahasiswi ini menjadi salah satu guru yang di favoritkan oleh anak anak Rahmi Thoyibah Milatiah Merupakan Mahasiswi Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, mahasiswi ini berasal dari kec. Pasirwangi , dan memiliki keterampilan dalam membuat alat peraga edukasi guna menunjang pembelajaran yang tidak membosankan bagi anak anak, beliau juga mempunyai keterampilan di bidang pertanian yang diwariskan oleh orangtuanya. Muhammad Algi Baehaki Merupakan Mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Mahasiswa ini berasal dari Kec. Bayombong, dan memiliki keterampilan di bidang ekonomi syariah, dan beliau juga memiliki keterampilan lain yaitu di bidang IT/ Teknologi informasi dan dalam bidang fotografer. Salsa Fadila Merupakan Mahasiswi Prodi Manajemen Bisnis Syariah, Mahasiswi ini berasal dari Kec. Leles, dan memiliki kecakapan dalam pendekatan kepada para pemuda dan pemudi sehingga ia dapat mudah akrab dengan para pemuda dan pemudi, ia juga memiliki keterampilan lain yaitu dalam bidang seni tari dan bernyanyi, dengan suara yang merdu ia mampu memikat para hati pendengarnya. Siti Maskanah Merupakan Mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam, Mahasiswi ini berasal dari Kec. Bayombong, beliau adalah salah satu Mahasiswi yang telah berkeluarga dan memiliki 4 orang anak, tetapi semangat nya tidak kalah dengan mahasiswa mahasiswi yang lainnya yang umurnya jauh lebih mudah darinya. Mahasiswi ini ahli dalam bidang agama dan terbiasa memimpin majelis ta’lim, selayaknya seorang ibu beliau memiliki keterampilan dalam memasak dan mengasuh anak, beliau juga sering memberikan nasehat kepada kami anggota KKM dalam menjalankan rumah tangga kelak. Rd Alya Nazli R Merupakan mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam, mahasiswi ini berasal dari Kec. Garut Kota, dan memiliki keterampilan dalam mengajar, mahasiswi ini memiliki kepribadian pendiam tetapi di balik diamnya terdapat keinginan yang besar untuk menjadi pengajar yang berkualitas mumpuni di bidangnya. E. Fokus/ Prioritas Program Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tahun 2025 meliputi bidang pemerintahan, bidang sosial kultur, bidang keagamaan, bidang pendidikan, bidang ekonomi, dan bidang Kesehatan. Fokus Permasalahan Prioritas Program dan Kegiatan Bidang Pemerintahan 1. Kolaborasi dengan Polres untuk disosialisasikan pembuatan SKCK 2. Membantu menjadi panitia dalam memeriahkan acara 17 agustus di Pemerintahan Desa 3. Pendataan perkawinan dan Bidang Sosial Kultur 1. Mengadakan Forum silaturahmi antar tokoh dan lembaga kemasyarakatan 2. Mengadakan perawatan lingkungan pada hari jumat (jumsi) 3. Mempercantik tugu/ gapura 4. Menjadi koordinator para pemuda dan pemudi dalam kelancaran acara 17 agustus di tingkat RT/RW Bidang Keagamaan 1. Mengadakan Pengajian di Malam Jumat yang Sebelumnya tidak ada 2. Tadarus rutin yang diadakan setiap sholat magrib dan sholat shubuh 3. Penyaluran mushaf Al-qur’an di tiga titik berbeda 4. Penyaluran pakaian muslim (baju koko dan mukena) 5. Memberikan saran kepada sesepuh masjid Al-Hikmah untuk membentuk kepengurusan masjid (DKM) 6. Pembuatan rak Al-qur’an 7. Tablig akbar di malam puncak perpisahan KKM STAIM 2025 Bidang Pendidikan 1. Pojok baca 2. Pendataan lembaga pendidikan 3. Membantu lembaga pendidikan (TK, SD, MDTA) 4. Sosialisasi Ketahanan Pangan 5. Penanaman bersama anak-anak SD 6. Sosialisasi Anti Bullying 7. Pembuatan Alat Peraga Edukasi (APE) di lembaga Pendidikan Paud 8. Bimbel anak di posko Bidang Kesehatan 1. Membantu Pendataan tumbuh kembang anak dan kesehatan lansia di Posyandu 2. Membantu pemberian Vitamin pada anak di Posyandu Bidang Ekonomi 1. Tagging lokasi UMKM 2. Sertifikasi halal UMKM 3. Penanaman sayuran bersama kader PKK 4. Pemberian benih sayuran kepada masyarakat F. Sasaran Target Setiap program kerja yang dilaksanakan di lokasi KKM memiliki sasaran dan target, yaitu : Bidang pemerintahan: No. Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Kolaborasi dengan Polres untuk disosialisasikan pembuatan SKCK Masyarakat Membantu Masyarakat 2. Pendataan perkawinan dan perceraian Masyarakat Mengetahui jumlah perkawinan dan perceraian, dari hasil data yang terkumpul maka akan memunculkan program program baru untuk kedepan nya. 3. Membantu menjadi panitia dalam memeriahkan acara 17 agustus di Pemerintahan Desa Pemerintah desa, lembaga lembaga desa dan masyarakat Terselenggaranya berbagai acara yang diadakan oleh pemerintahan desa secara aman dan damai, karena sebelumnya telah di monitoring oleh mahasiswa KKM. Bidang sosial kultur: No. Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Mengadakan Forum silaturahmi antar tokoh dan lembaga kemasyarakatan Aparat pemerintahan RT/RW, para Tokoh Masyarakat, Tokoh agama, serta Masyarakat umum di Kp Pasir Guling Terciptanya komunikasi yang baik di antara lapisan masyarakat, baik itu menyangkut Pemerintahan, Tokoh masyarakat dan Pemuda Pemudi 2. Mengadakan perawatan lingkungan pada hari jumat (jumsi) Lapisan masyarakat Terciptanya kesadaran Masyarakat terhadap lingkungan yang baik dan sehat. 3. Mempercantik tugu/ gapura Masyarakat Membantu 4. Menjadi koordinator para pemuda dan pemudi dalam kelancaran acara 17 agustus di tingkat RT/RW Para Pemuda pemudi di Kp Pasir Guling Para pemuda dan pemudi mampu mengadakan acara acara yang bersifat besar yang diselenggarakan secara aman dan damai. Bidang Keagamaan: No. Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Mengadakan Pengajian di Malam Jumat yang Sebelumnya tidak ada Jamaah masjid Al-Hikmah Kp. Pasir Guling Mengadakan pengajian dan pelatihan pembacaan mahalul qiyam 2. Tadarus rutin yang diadakan setiap sholat magrib dan sholat shubuh Masyarakat dan anak-anak Masyarakat bisa khatam selama satu bulan dengan sistem pembacaan 1 juz sehari Dengan puncak mengadakan syukuran di setiap bulannya. 3. Penyaluran mushaf Al-qur’an di tiga titik berbeda Masjid Al-Hikmah, Masjid An-Nurjanah PP Al-Hidayah Membantu masyarakat dan para santri dalam belajar membaca dan menghafal Al-quran 4. Penyaluran pakaian muslim (baju koko dan mukena) Jamaah masjid Al-Hikmah Kp Pasir Guling Memberi jamaah pakaian yang layak untuk dipakai beribadah 5. Memberikan saran kepada sesepuh masjid Al-Hikmah untuk membentuk kepengurusan masjid (DKM) Sesepuh masjid Al-Hikmah Kp. Pasir Guling Terbentuknya struktur kepengurusan masjid yang jelas guna terciptanya kesejahteraan masjid 6. Pembuatan rak Al-qur’an Masjid Al- Hikmah Kp. Pasir Guling Membantu 7. Tablig akbar di malam puncak perpisahan KKM STAIM 2025 Masyarakat Desa Tambaksari Memberikan suguhan yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Tambaksari di akhir kebersamaan Mahasiswa KKM dengan Masyarakat. Bidang Pendidikan: No. Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Pendataan lembaga pendidikan Lembaga pendidikan yang ada di Desa Tambaksari seperti SD, PAUD dan MDTA Mengetahui jumlah lembaga pendidikan yang ada di Desa Tambaksari 2. Pojok baca MDTA mendorong semangat anak-anak dalam belajar dan memahami sebuah tulisan di dalam sebuah buku. 3. Membantu lembaga pendidikan (TK, SD, MDTA) Lembaga pendidikan yang ada di Desa Tambaksari Membantu tenaga pengajar di lembaga pendidikan di Desa Tambaksari 4. Sosialisasi Ketahanan Pangan Anak-anak di SD 01 dan SD 02 Desa Tambaksari Mendorong semangat para siswa siswi dalam mengonsumsi makanan bergizi. 5. Penanaman bersama anak-anak SD Anak-anak di SD 01 dan SD 02 Desa Tambaksari Memberikan pembelajaran kepada para siswa dan siswi tentang pentingnya menjaga alam guna dapat dimanfaatkan kembali secara efisien. 6. Sosialisasi Anti Bullying Anak-anak di SD 01 dan SD 02 Desa Tambaksari Menyadarkan anak anak terhadap bahayanya tindakan Bullying 7. Pembuatan Alat Peraga Edukasi (APE) di lembaga Pendidikan Paud Lembaga PAUD Desa Tambaksari Memberikan pengajaran yang berbeda sehingga para siswa tidak merasa bosan, dan mampu diikuti oleh guru guru yang ada. 8. Bimbel anak di posko Anak-anak PAUD, anak anak SD Memanfaatkan waktu luang anak dengan hal yang positif dengan cara belajar bersama Mahasiswa KKM. Bidang Kesehatan: No. Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Membantu Pendataan tumbuh kembang anak dan kesehatan lansia di Posyandu Anak- anak dan lansia di Desa Tambaksari Membantu dan mendapatkan data kesehatan 2. Membantu pemberian Vitamin pada anak di Posyandu Anak anak di Desa Tambaksari Membantu Bidang Ekonomi: No. Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Tagging lokasi UMKM UMKM yang ada di Desa Tambaksari Memberikan layanan kepada konsumen oleh pedagang dengan mencantumkan alamat di google maps 2. Sertifikasi halal UMKM UMKM yang ada di Desa Tambaksari Memberikan kepastian kehalalan produk terhadap pedagang dan konsumen 3. Penanaman sayuran bersama kader PKK Kader PKK Menghidupkan kembali Harum Madu yang sempat mangkrak selama beberapa tahun kebelakang 4. Pemberian benih sayuran kepada masyarakat Masyarakat Masyarakat bisa memanfaatkan sayuran yang ditanam sendiri baik untuk konsumsi ataupun untuk di perjual belikan. G. Jadwal Pelaksanaan Program Kegiatan KKM dilaksanakan selama 35 hari pada Tanggal : 21 Juli – 25 Agustus 2025 Tempat : Desa Tambaksari, Kec. Leuwigoong , Kab. Garut.  BAB II METODE PELAKSANAAN PROGRAM A. Metode Participatory Action Research (PAR) Participatory Action Research dapat diartikan sebagai cara atau strategi pemetaan dan pengkajian yang menitik beratkan kepada kemampuan swadaya masyarakat (individu kelompok, dan komunitas) Participatory Action Research (PAR) merupakan metode yang digunakan dalam praktik di lapangan pada bidang pekerjaan sosial dan kesejahteraan sosial pekerjaan sosial merupakan metode yang digunakan dalam praktik di lapangan pada bidang pekerjaan sosial dan kesejahteraan sosial dan kesejahteraan sosial adalah dua bidang yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan seseorang melalui upaya memfungsikan kembali fungsi sosialnya. Participatory Action Research (PAR) adalah upaya perubahan terencana terhadap peningkatan kemampuan swadaya individu, kelompok, maupun komunitas. Dikatakan perubahan terencana agar upaya bantuan yang diberikan dapat dievaluasi dan diukur keberhasilan. Participatory Action Research dapat pula diartikan sebagai suatu upaya untuk memperbaiki keberfungsian sosial dari kelompok sasaran perubahan, dalam hal ini, individu, keluarga, dan kelompok. Keberfungsian sosial menunjuk pada kondisi dimana seseorang dapat berperan sebagaimana seharusnya sesuai dengan harapan lingkungan dan peran yang dimilikinya. KKM Desa EMAS STAI AL-Musaddadiyah Garut 2021 menggunakan Participatory Action Research dalam melakukan pendekatan kepada warga masyarakat di Desa Tambaksari sebagai salah satu metode dalam mengatasi masalah sosial dan sumber daya manusia (SDM) di Desa Tambaksari. Melalui pendekatan inilah bisa diketahui kemampuan dan kebutuhan masyarakat desa. Langkah awal yang dilakukan yaitu dengan melakukan survey ke masyarakat. Berbaur bersama mereka dan mendengarkan segala keluh kesah mereka Menanyakan informasi tentang kondisi ekonomi, pendidikan, serta sosial dan masyarakat desa. Dari informasi tersebut kemudian dapat diketahui kemampuan yang dimiliki dan apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat dapat dikembangkan. Kemudian direalisasikan dengan membuat program kerja mencakup hal-hal yang dibutuhkan masyarakat. B. Pendekatan Community Need Assessment (CNA) 1. Pandangan tentang prinsip-prinsip CNA: a. Mengutamakan keberpihakan terhadap warga yang terabaikan b. Penguatan peran masyarakat dalam akses dan kontrol pembangunan c. Masyarakat sebagai pusat/subyek pembangunan d. Membiasakan kultur belajar dan menghargai perbedaan e. Menyenangkan, santai dan formal f. Proses dari, oleh dan bersama warga melalui keragaman anggota tim, sumber informasi dan variasi teknik g. Orientasi hasil melalui proses yang indikator data yang dibutuhkan memiliki h. Orientasi praktis i. Kesinambungan dan berbatas waktu j. Belajar dari pengalaman/ kesalahan k. Terbuka 2. Beberapa Teknik Dalam Pemetaan Kebutuhan Masyarakat a. Uraian data sekunder b. Pemetaan potensi dan sumber daya yang ada (terkait) c. Pengorganisasian masalah d. Profil sejarah e. Pemetaaan sosial f. Analisis pola pennaan waktu/profil perubahan/kalender musim g. Observasi partisipatif h. DISKO terarah i. Inalisis pola keputusan j. Study kasus k. Diagram Venn (bagan hubungan antar stakeholders) l. Peta mobilitas masyarakat m. Pengurutan kekayaan n. Dan lain-lain.   BAB III KONDISI UMUM DESA TAMBAKSARI Kondisi Desa Tambaksari pada umumnya sama dengan desa-desa yang lain yang ada di wilayah kecamatan leuwigoong Kabupaten Garut Provinsi Jawa barat termasuk Desa Tambaksari dengan kategori desa berkembang. Secara umum Desa Tambaksari mengalami beberapa kemajuan baik dibidang ekonomi, pendidikan,kesehatan, keamanan dan ketertiban, sosial budaya dan kedaulatan politik masyarakat. A. Sejarah Desa Tambaksari Sebelum berdiri sebagai desa mandiri, Desa Tambaksari merupakan bagian dari Desa Dungusiku yang berada dalam wilayah Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut. Pada masa itu, Desa Dungusiku memiliki cakupan wilayah yang cukup luas dengan jumlah penduduk yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai kendala, baik dalam pelayanan administrasi, pembangunan infrastruktur, maupun upaya pemerataan kesejahteraan masyarakat. Melihat kenyataan itu, pemerintah bersama tokoh masyarakat menilai perlunya dilakukan pemekaran desa. Pemekaran dianggap sebagai jalan keluar untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, mempercepat proses pembangunan, dan memberikan ruang gerak yang lebih leluasa bagi masyarakat dalam mengelola potensi wilayah. Maka pada tahun 1978, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Barat, Desa Dungusiku resmi dimekarkan menjadi dua wilayah, yaitu Desa Dungusiku dan Desa Tambaksari. Sejak saat itu, Desa Tambaksari mulai berdiri sebagai desa mandiri dengan pemerintahan dan identitasnya sendiri. Asal-usul Nama Tambaksari Nama Tambaksari dipilih melalui musyawarah para tokoh masyarakat yang terlibat dalam proses berdirinya desa. Secara etimologis: Tambak berarti balong atau kolam, Sari berarti nyari atau menarik. Dari makna tersebut lahirlah ungkapan “Tambak nu Asri”, yang secara bebas diartikan sebagai tempat persinggahan yang indah dan nyaman. Nama ini sekaligus menggambarkan kondisi alam Tambaksari pada waktu itu, di mana wilayahnya dipenuhi hamparan pasir yang menyerupai kolam, sehingga menarik perhatian para pendatang untuk singgah atau beristirahat. Dengan makna filosofisnya, nama Tambaksari bukan hanya sekadar sebutan, melainkan simbol harapan agar desa ini menjadi tempat yang selalu nyaman, damai, dan memberi daya tarik bagi siapa saja yang datang. B. Nama-nama yang Pernah Menjabat Kepala Desa Tambaksari. No. Nama Kepala Desa Tahun Menjabat 1. Bapak Ading 1987 s/d 2000 (Definitif) 2. Bapak Aka Yusuf 2000 s/d 2013 (Definitif) 3. Bapak Edeng 2013 (Meninggal Dunia) 4. Bapak Agus Darom 2013 s/d 2014 (PLT) 5. Bapak Endang Mulyana, A.md 2014 s/d 2024 (Definitif) 6. Bapak Dede Mulyana 2024 s/d 2027 (Definitif) Aparatur Pemerintahan Desa Tambaksari : No. Nama Jabatan 1. Dede Mulyana Kepala Desa 2. Deri Firmansyah Sekretaris Desa 3. Rosita Kaur Keuangan 4. Sudarman Kaur Perencanaan 5. Riki Ramdan Kaur Tata Usaha dan Umum 6. Diki Setiadi Kasi Pelayanan 7. Yanti Haryanti Kasi Pemerintahan 8. Ani Rupaida Kasi Kesejahteraan 9. Omas Samsudin Kadus 1 10. Ujang Dudung Kadus 2 11. Heru Hermawan Kadus 3 C. Letak Geografis dan Administratif Secara geografis, Desa Tambaksari berada pada koordinat 107°55’56,97” Bujur Timur dan 7°6’32,8” Lintang Selatan, dengan luas wilayah sekitar 315,696 hektare. Luas wilayah ini terbagi ke dalam 2 dusun, dengan 12 Rukun Warga (RW) dan 29 Rukun Tetangga (RT) yang menjadi basis kehidupan sosial masyarakat. Adapun batas-batas wilayah administratif Desa Tambaksari adalah sebagai berikut: Sebelah Utara : berbatasan dengan Desa Leuwigoong, Kecamatan Leuwigoong Sebelah Timur : berbatasan dengan Desa Cangkuang, Kecamatan Leles Sebelah Selatan : berbatasan dengan Desa Cimareme, Kecamatan Banyuresmi Sebelah Barat : berbatasan dengan Desa Dungusiku, Kecamatan Leuwigoong.   Secara visualisasi, pembagian wilayah administratif Desa Tambaksari dapat dilihat pada peta desa yang tercantum dalam lampiran dokumen resmi desa. D. Kondisi Umum Demografi Daerah Kepala Keluarga Penduduk Laki-laki Penduduk Perempuan Jumlah Jiwa 1.652 2.725 2.393 5.118 E. Kondisi Ekonomi Pada umumnya jenis sarana sosial ekonomi masyarakat Desa Tambaksari sebagian besar berupa usaha di bidang pertanian terutama pertanian padi, jagung dan tembakau. Disamping itu pula yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Desa Tambaksari adalah usaha dibidang dagang kecil kecilan, sarana transportasi ojek, dan lain-lain yang sifatnya kecil-kecilan. Adapun jumlah warung yang menjadi usaha sampingan di bidang perdagangan yang menunjang kebutuhan hidup sehari-hari adalah sebanyak 257 buah dan Toko sebanyak 16 buah. Adapun peran BUMDes di Desa Tambaksari, Desa Tambaksari memiliki sebuah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berperan penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satu unit usaha yang dijalankan adalah budidaya ikan nila. Melalui kolam-kolam ikan yang dikelola dengan baik, BUMDes mampu menghasilkan ikan nila berkualitas yang tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas. Kehadiran usaha ini membuka lapangan kerja bagi warga sekitar serta mendorong peningkatan keterampilan dalam bidang perikanan. Selain fokus pada sektor perikanan, BUMDes Desa Tambaksari juga mengembangkan layanan jaringan internet bagi masyarakat. Layanan ini menjadi solusi penting di tengah kebutuhan masyarakat akan akses informasi dan komunikasi yang cepat. Dengan adanya jaringan internet yang memadai, masyarakat dapat lebih mudah melakukan kegiatan belajar, usaha online, maupun berbagai layanan digital lainnya. Sinergi antara usaha tambak ikan nila dan penyediaan jaringan internet ini menjadi contoh nyata bagaimana BUMDes berperan dalam memajukan desa secara berkelanjutan. Di satu sisi, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari sektor perikanan, sementara di sisi lain, mereka juga diberdayakan melalui akses teknologi yang mendukung peningkatan kualitas hidup. Hal ini sejalan dengan semangat pembangunan desa mandiri yang mengedepankan potensi lokal sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Bumdes WIFI Bumdes budidaya ikan Nila F. Potensi Daerah Dengan rata-rata pendapatan yang masih dibawah rata-rata diperlukan upaya mendorong roda perekonomian bukan hanya dalam skala produksi tetapi sampai dengan skala pemasaran produk. Beberapa potensi lokal seperti : hasil bumi, pertanian, peternakan, perikanan dan beberapa produk home industri perlu ditumbuh kembangkan. Pertanian Potensi unggulan yang ada di Desa Tambaksari untuk meningkatkan pendapatan penduduk perkapita pada dasarnya adalah petani, dikarenakan lahan yang masih sangat luas dan subur. Potensi untuk tanaman lahan kering ( Padi dan Palawija ), tanaman buah-buahan ( Pisang, manga, sirsak, papaya dan lain-lain ) budidaya peternakan untuk pembibitan dan penggemukan ( sapi, kambing, ayam dll). Sedangkan pada bidang kehutanan, dan sumber daya alam juga masih sangat banyak yang belum dimanfaatkan dengan baik. G. Jumlah dan Persebaran Penduduk Berdasarkan Laporan Bulanan Desa pada Semester 1 Tahun 2024, Penduduk Desa Tambaksari berjumlah jiwa yang tersebar di 3 Dusun. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Per dusun Informasi mengenai jumlah penduduk menurut jenis kelamin penting diketahui terutama untuk mengetahui banyaknya orang yang tinggal di suatu wilayah pada waktu tertentu sehingga dapat digunakan untuk merencanakan pelayanan sosial ekonomi seperti pendidikan, kesehatan, sandang, pangan dan papan serta kebutuhan sosial dasar lainnya sesuai dengan jenis kelamin penduduk. Dibawah ini tersaji informasi jumlah dan proporsi penduduk Desa Tambaksari menurut jenis kelamin yang tinggal di wilayah dusun tertentu Jumlah Penduduk menurut jenis kelamin Per Dusun Desa Tambaksari No. Dusun Jumlah Penduduk Laki-laki Perempuan Total 1. Dusun I 866 705 1.571 2. Dusun II 1.086 1.018 2.104 3. Dusun III 773 670 1.443 Jumlah 2.725 2.393 5.118 Jumlah Penduduk menurul jenis kelamin Per RW Desa Tambaksari No. RW Jumlah Penduduk Laki-laki Perempuan Total 1. 001 215 188 403 2. 002 260 192 452 3. 003 305 254 559 4. 004 292 277 569 5. 005 361 364 745 6. 006 196 163 359 7. 007 392 334 726 8. 008 178 178 356 9. 009 176 139 315 10. 010 195 162 357 11. 011 135 142 277 12. 012 Jumlah H. Jumlah dan Proporsi Penduduk Menurut Status Perkawinan 1. Angka Perkawinan Kasar Angka Perkawinan Kasar menunjukan jumlah perkawinan per 1.000 penduduk terhadap jumlah penduduk pada pertengahan tahun pada suatu tahun tertentu, tanpa memperhitungkan umur dan jenis kelamin. Angka Perkawinan Kasar Desa Tambaksari pada tahun 2024 disajikan dalam bentuk tabel per Dusun sebagai berikut : Angka Perkawinan Kasar No. Dusun Jumlah Penduduk Tahun 2025 Jumlah Perkawinan Angka Perkawinan Awal Tahun Akhir Tahun 1. I 1494 1531 11 11,03 2. II 1962 2034 20 19,51 3. III 1367 1606 23 19,82 Rata-rata 50,36 Data tabel di atas, menunjukan bahwa angka perkawinan kasar di Desa Tambaksari rata-rata sebesar 50,36 yang artinya penduduk Desa Tambaksari sebanyak kurang dari 6 kali terjadi perkawinan selama tahun 2024. 2. Angka Perceraian Angka Perceraian Kasar menunjukan jumlah perceraian per 1000 penduduk terhadap jumlah penduduk pada pertengahan tahun pada suatu tahun tertentu. Angka ini merupakan indikator perceraian (cerai hidup) yang sangat sederhana tanpa memperhitungkan umur dan jenis kelamin. Angka Perceraian Kasar Desa Tambaksari semester I tahun 2024 dapat dilihat dalam tabel berikut : Angaka Perceraian Penduduk desa Tambaksari No. Dusun Jumlah penduduk Tahun 2024 Jumlah Perceraian Angka Perceraian Kasar Awal Tahun Akhir Tahun 1. I 1494 1531 1 0,0334 2. II 1962 2034 - - 3. III 1367 1606 - - Rata-rata - 3. Keluarga Keluarga didefinisikan sebagai sekumpulan orang yang tinggal dalam satu rumah yang masih mempunyai hubungan kekerabatan atau hubungan darah karena perkawinan, kelahiran, adopsi, dan lain sebagainya. Keluarga dapat dibagi menjadi 2 tipe yaitu : a. ( Keluarga Inti (Nuclear Family) yaitu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak kandung, anak angkat maupun adopsi yang belum kawin, atau ayah dengan anak-anak yang belum kawin, atau ibu dengan anak-anak yang belum kawin. b. ( Keluarga luas (Extended Family) yaitu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, anak-anak (baik yang sudah kawin atau belum), cucu, orang tua, mertua, maupun kerabat-kerabat lain yang menjadi tanggungan kepala keluarga. Beberapa indikator yang diperlukan untuk menggambarkan kondisi keluarga antara lain: Jumlah Keluarga dan Rata-rata Jumlah Anggota Keluarga Banyaknya jumlah keluarga dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi lingkungan dan kesejahteraan dalam satu keluarga. Dimana diasumsikan semakin kecil jumlah anggota keluarga biasanya akan semakin baik tingkat kesejahteraannya. Rata-rata jumlah keluarga dan anggota keluarga di Desa Tambaksari disajikan dalam bentuk tabel per Dusun sebagai berikut : No. Dusun Rata-rata Anggota Keluarga Jumlah KK Jumlah Penduduk 1. I 511 1494 3 2. II 570 1962 3 3. III 524 1367 3 Jumlah 1605 4823 9 Dari tabel di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa jumlah penduduk Desa Tambaksari pada tahun 2024 sebesar 4.823 jiwa yang terdiri dari 1.600 Kepala Keluarga dan rata-rata anggota keluarga sebanyak 9 orang. 4. Pekerjaan Penduduk Desa Tambaksari No. Jenis Pekerjaan Jumlah Persentase 1. Petani 687 6.87% 2. Pekerja Kebun - - 3. Buruh Harian Lepas 142 1.42% 4. Karyawan Swasta - - 5. Pegawai Negri Sipil 10 0.01% 6. Pensiunan - - 7. Buruh Tani/ Perkebunan 372 3.72% 8. Perangkat Desa 12 0.12% 5. Tingkat Pendidikan di Desa Tambaksari No. Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase 1. SD 1.175 11.75% 2. SMP 675 0.65% 3. SMA 473 4.73% 4. DIPLOMA I 1 0.01% 5. DIPLOMA II - - 6. DIPLOMA III 36 0.36% 7. STRATA I 63 0,63% 8. STRATA II 4 0.04% 9. STRATA III - - JUMLAH 2.427 Dari tabel tersebut terlihat bahwa kepala keluarga yang tamat SD/sederajat memiliki persentase tertinggi yaitu sebanyak 11,75% dan SLTP/sederajat sebanyak 0,65%, SLTA/sederajat sebanyak 4,73%, diploma I/II sebanyak 0,01%, akademi/diploma II/Sarjana Muda sebanyak 0,00%, Diploma III sebanyak 0,036% Strata I sebanyak 0.63%, Strata II sebanyak 0,04% dan 0,00% pada Strata III. Dengan tabel ini dapat ditarik kesimpulan bahwa separuh dari Kepala Keluarga di Desa Tambaksari memiliki tingkat pendidikan yang rendah.   BAB IV SOSIO KULTUR DESA TAMBAKSARI Oleh: Sayyid A.M , Aliya Sriyanti A.P A. Pengertian Sosio Kultur 1. Pengertian Sosio Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sosio adalah bentuk terikat yang berhubungan dengan masyarakat dan sosio juga bisa diartikan dengan sosial. Menurut Lewis sosial adalah sesuatu yang dicapai, dihasilkan dan ditetapkan dalam interaksi sehari-hari antara warga negara dan pemerintahannya. Menurut Ruth Aylett sosial adalah sesuatu yang dipahami sebagai sebuah perbedaan namun tetap inheren dan terinteraksi. Jadi dapat disimpulkan sosial merupakan bentuk interaksi yang terjalin dalam kehidupan masyarakat yang saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya. 2. Pengertian Kultur Kultural merupakan suatu cara hidup yang berkembang di lingkungan masyarakat yang diwariskan secara turun temurun, di dalam sebuah kultur mencakup beberapa unsur-unsur yang rumit di dalam nya termasuk sistem Agama dan Politik, Adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa sebagaimana budaya, tidak bisa terpisahkan dari diri manusia sehingga secara tidak sengaja orang-orang menganggap bahasa dan budaya cenderung sebagai warisan nenek moyang. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. B. Kondisi Sosio Kultur Desa Tambaksari Masyarakat yaitu berawal dari pertumbuhan biologis, kemudian tumbuh besar dan tersebar banyak, dengan berbagai ciri yang berbeda-beda dimulai dari kulitnya, rasnya, bentuk wajahnya, dan bahasa yang dipakai, yang berada di berbagai daerah yang berbeda. Makin lama menghasilkan bangsa-bangsa yang lebih besar dan merata. Dari bangsa-bangsa yang sudah ada, seiring berkembangnya jaman bangsa-bangsa tersebut mengalami perpecahan, menjadi berbagai daerah dalam ukuran yang lebih kecil. Didalam suatu daerah terdapat beberapa lingkungan masyarakat, dan didalam sebuah lingkungan masyarakat, terdapat kelompok yang lebih kecil atau sering disebut dengan keluarga. Didalam sebuah lingkungan masyarakat setiap orang yang berada di lingkungan tersebut terikat oleh adat istiadat yang melekat didalamnya dan di wariskan secara turun temurun, adapun hal yang tidak terpisahkan di dalam suatu lingkungan masyarakat seperti kebudayaan dan keagamaan. Hammudah Abdalati mendefinisikan masyarakat sebagai, suatu kelompok yang memiliki dua karakteristik utama: pertama, individu-individu yang aktif berpasrtisipasi dalam berbagai kegiatan dan memiliki pengalaman yang bermakna; dan kedua, masyarakat adalah kelompok dimana individu-individu tersebut saling berinteraksi dan membentuk suatu kesatuan sosial. Agama dan kehidupan beragama merupakan unsur yang tidak terpisahkan dengan masyarakat di desa Tambaksari. Sejak awal keberadaan manusia serta kehidupan beragama di desa tersebut telah mengakar dalam kehidupan, bahkan memberikan corak dan bentuk dari semua perilaku budaya. Agama dan perilaku keagamaan tumbuh dan berkembang karena adanya rasa ketergantungan dan keinginan untuk hidup yang lebih baik. Masyarakat yang berada di desa ini, sangat antusias terhadap kegiatan-kegiatan yang berbau agama, sehingga menciptakan kerukunan, kekompakan di dalam suatu lingkungan masyarakat. Aspek kehidupan beragama tidak hanya ditemukan dalam setiap masyarakat, tetapi juga berinteraksi secara signifikan dengan instusi budaya lain. Ekspresi religius ditemukan dalam budaya material, perilaku manusia, nilai, moral, sistem keluarga, ekonomi, hukum, politik, teknologi, seni dan lain sebagainya. Tidak ada aspek kebudayaan lain dari agama yang lebih luas pengaruh dan imflikasinya dalam kehidupan manusia, dari apa yang dikemukakan oleh Malefij adalah bahwa agama mewarnai dan membentuk suatu budaya. Aspek budaya atau kultural dinilai sangat penting oleh ahli antropologi dan budayawan yang berpandangan agama sebagai yang membentuk dan mewarnai suatu kebudayaan. Kerukunan umat beragama merupakan salah satu pilar penting dalam meratanya pembangunan nasional secara menyeluruh. Mengingat dari suatu kepentingan itu maka akan terciptanya hubungan umat beragama yang harmonis dan rukun di dalam suatu lingkungan masyarakat, maka sesuatu hal yang dapat memicu gesekan bahkan konflik yang didasarkan pada agama harus segera diselesaikan atau ditanggulangi. Masyarakat Desa Tambaksari secara keseluruhan memeluk agama islam, banyak sekali kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh masyarakat Desa Tambaksari yang berkaitan dengan keagamaan seperti pengajian rutin yang diadakan di tiap mesjid yang ada dilingkungan Desa Tambaksari, dan juga dari pihak aparat desa juga mengadakan pengajian secara rutin dengan pengisi materi yang berbeda-beda di setiap minggunya. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat di Desa Tambaksari sangat antusias dalam hal yang berbau keagamaan, hal ini menciptakan kerukunan dan keharmonisan dalam sebuah lingkungan masyarakat. Tidak hanya dalam aspek keagamaan masyarakat di Desa Tambaksari juga sangat aktif dalam aspek lain seperti; kesenian dan Kebudayaan, hal ini menambah semangat masyarakat dalam membangun Desa Tambaksari yang lebih baik, rukun dan saling menjaga antara satu dengan yang lain. C. Bentuk Aktifitas Sosio Kultur masyarakat Desa Tambaksari Sebagai masyarakat yang hidup di lingkungan pedesaan, kondisi sosial yang terdapat di Desa Tambaksari merupakan masyarakat yang saling menjungjung tinggi nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur desa. Gotong royong merupakan salah satu nilai luhur yang dianut oleh warga Desa Tambaksari dan tidak akan pernah terkikis oleh jaman dalam melakukan segala aktivitas kehidupan bermasyarakat sehingga mempererat hubungan antar warga dengan warga lainnya. Dalam praktik kehidupan mayarakat Desa Tambaksari sebagian besar masyarakat bekerja sebagai buruh pabrik dan sebagaian lainnya menjadi buruh tani. Ada beberapa pabrik yang menjadi lahan usaha masyarakat seperti pabrik tiang gorden dan konveksi yang membuat bendera, Desa Tambaksari menjadi salah satu tempat yang populer akan penjualan bendera dan Desa Tambakari menjadi tempat berdirinya kepengurusan Asosiasi Perajin dan Pedagang Bendera Asli Garut lebih tepatnya di kampung Pasir Guling Desa Tambaksari Kec.Lewigoong. Dengan adanya beberapa usaha atau lapangan pekerjaan yang didirikan di desa tersebut masyarakat merasa sangat terbantu sekali dalam mencari rezeki. Dengan rata-rata pendapatan yang masih dibawah rata-rata diperlukan upaya mendorong roda perekonomian bukan hanya dalam skala produksi tetapi sampai dengan skala pemasaran produk. Beberapa potensi lokal seperti; hasil bumi, pertanian, peternakan, perikanan, dan beberapa produk home indrustri perlu di tumbuh kembangkan. Potensi unggulan yang ada di Desa Tambaksari untuk meningkatkan pendapatan penduduk perkapita pada dasarnya adalah petani, dikarenakan lahan yang masih sangat luas dan subur.potensi untuk tanaman lahan kering (padi dan palawija) tanaman bah buahan (pisang, manga, sirsak, papaya dan lain-lain) budidaya peternakan untuk pembibitan dan penggemukkan (sapi, kambing, ayam, dan lain-lain). Sedangkan pada bidang kehutanan, dan sumber daya alam juga masih sangat banyak yang belum dimanfaatkan dengan baik. Dari awal kedatangan kami ke Desa Tamabaksari ini sudah bisa merasakan keramah tamahan dari seluruh elemen masyarakat, hal ini menjadikan kami sangat cepat berbaur dengan masyarakat di desa ini. Pada awalnya kami merasa sangat kebingungan corak seperti apa yang yang harus dipakai dalam berkehidupan sehari-hari di Desa Tambaksari ini. Seiring waktu kami mulai mencari permasalahan-permasalahan yang menjadi hambatan dalam dinamika kehidupan di Desa Tambaksari ini, hampir semuanya seperti satu kesatuan utuh tanpa adanya suatu problem sehingga ini yang menjadi bahan penelitian kami bagaimana pengaruh mahasiswa dalam membangun tatanan kehidupan sosial masyarakat Desa Tambaksari. Merasa bisa dalam segala hal apalagi mahasiswa dianggap sebagai individu yang telah mendapat asupan dan penggodokan dalam segi pengetahuan dan pengalaman dari kehidupan berorganisasi di kampus yang telah kami tempuh sebelumnya. Sehingga itulah yang menjadi modal besar kami atas pegakuan dari seluruh lapisan elemen masyarakat serta memudahkan kami dalam mengeksplor seluruh potensi sosial yang akan menjadi sebuah pengalaman berharga bagi kami mahasiswa KKM STAI-Al Musaddadiyah Garut. D. Potensi Sosio Kultur Desa Tambaksari Desa Tambaksari memiliki potensi budaya yang kuat, tercermin dari tradisi ternak unggulan dan keberadaan sanggar seni yang hidup di tengah masyarakat. Kesenian dan Budaya Kesenian adalah hasil kreativitas manusia yang diwujudkan melalui ekspresi estetis, seperti musik, tari, teater, rupa, dan bentuk-bentuk seni lainnya. Kesenian tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media komunikasi, pendidikan, dan pelestarian nilai-nilai masyarakat. Sedangkan, Budaya adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya mencakup nilai, norma, adat istiadat, bahasa, kesenian, kepercayaan, hingga cara hidup suatu kelompok masyarakat. Domba adu telah lama menjadi ikon kebudayaan yang melekat erat dengan identitas masyarakat Garut. Tradisi ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai ketangguhan, sportivitas, dan kebanggaan daerah. Gemuruh hentakan kaki domba yang saling beradu di arena sering kali menjadi tontonan yang mengundang antusiasme masyarakat, dari kalangan tua hingga muda. Tak heran, Garut sering disebut sebagai tanah kelahiran domba adu yang melegenda, sekaligus menjadi pusat berkembangnya hobi dan usaha ternak yang bernilai ekonomi tinggi. Di Desa Tambaksari, tepatnya di Kampung Pasir Guling, berdiri sebuah padepokan yang bernama padepokan CRG PUTRA dan menjadi salah satu pusat pengembangan domba adu. Padepokan ini bukan sekadar tempat beternak, melainkan ruang khusus yang dirancang untuk merawat, melatih, sekaligus melestarikan tradisi domba kontes. Pemiliknya adalah seorang pengusaha gesper sukses bernama H. Mukhtar, yang dikenal tidak hanya piawai dalam dunia usaha, tetapi juga memiliki kecintaan mendalam terhadap budaya lokal. Dari tangan dinginnya, padepokan ini tumbuh menjadi pusat yang menghasilkan domba-domba berkualitas unggulan. Kini, pengelolaan padepokan tersebut diteruskan oleh putranya, Ujang Kharis. Dengan semangat generasi muda, Ujang membawa sentuhan baru dalam manajemen sekaligus memperluas jejaring padepokan. Ia tidak hanya fokus pada perawatan dan pelatihan domba, tetapi juga berusaha menjadikan tradisi adu domba sebagai daya tarik budaya yang dapat diperkenalkan ke khalayak luas. Dedikasi dan ketelatenan dalam merawat hewan-hewan unggulan membuat padepokan ini semakin dikenal, baik di tingkat lokal maupun luar daerah. Keberadaan padepokan domba adu di Kampung Pasir Guling kini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat sekitar. Selain menjaga warisan budaya agar tetap hidup, padepokan ini juga membuka peluang ekonomi bagi warga, mulai dari sektor peternakan, kerajinan, hingga pariwisata. Dengan dukungan masyarakat dan semangat pelestarian, tradisi domba adu di Garut diharapkan akan terus berkembang, bukan hanya sebagai warisan leluhur, tetapi juga sebagai identitas budaya yang mampu berdampingan dengan perkembangan zaman. Selain domba adu yang menjadi kebanggaan warga, Desa Tambaksari juga menyimpan denyut seni yang begitu hidup. Di tengah keseharian masyarakat yang sederhana, berdirilah sebuah sanggar kesenian yang dipimpin oleh Kang Khoirul Ikhsan Sapatuloh, sosok yang dikenal ramah dan penuh dedikasi terhadap budaya Sunda. Sanggar ini ibarat pelita yang menjaga agar api warisan leluhur tidak pernah padam. Di sanalah anak-anak, remaja, hingga orang tua berkumpul, bukan hanya untuk belajar gerak lincah tari jaipong juga dentingan calung yang riang dan karawitan, tetapi juga untuk merasakan kebersamaan yang hangat. Gamelan berpadu dengan kendang rampak, menciptakan harmoni yang menggema hingga ke sudut-sudut kampung, seakan mengingatkan bahwa seni adalah napas kehidupan masyarakat Tambaksari. Sanggar ini bukan sekadar tempat berlatih, melainkan ruang bagi setiap orang untuk menumbuhkan cinta pada budaya sendiri, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari warisan Sunda. Dari sinilah lahir harapan, bahwa seni dan tradisi akan tetap hidup di hati generasi yang akan datang. Domba adu dan kesenian Sunda seakan menjadi dua wajah Desa Tambaksari yang saling melengkapi: satu melambangkan kekuatan dan keteguhan, sementara yang lain menghadirkan harmoni dan keindahan. Keduanya berpadu menjadi identitas desa, menegaskan bahwa Tambaksari bukan hanya sekadar tempat tinggal, melainkan tanah yang kaya akan tradisi, budaya, dan kebersamaan warganya. E. Permasalahan Sosio Kultur Desa Tambaksari Permasalahan dalam konteks sosio kultur ditengah-tengah kehidupan masyarakat Desa Tambaksari setelah melakukan sebuah kajian analisis terhadap semua potret kehidupan di Desa Tambaksari adalah sebagai berikut: 1. Forum Komunikasi Antar Warga Komunikasi adalah proses kita menyampaikan pesan, informasi, atau ide kepada orang lain, dengan tujuan agar orang tersebut bisa mengerti apa yang kita maksud. Bentuknya bisa macam-macam, misalnya lewat kata-kata (ngobrol langsung, telepon, atau tulisan), bisa juga lewat bahasa tubuh, ekspresi wajah, atau simbol tertentu. Komunikasi tidak hanya sekedar ngobrol atau mengirim pesan aja, tapi juga butuh respon dari lawan bicara. Forum komunikasi adalah proses bertukar pikiran antara orang-orang yang terlibat di forum tersebut, bukan cuma sekadar ngobrol, tapi ada tujuan yang jelas yaitu saling memahami, menyampaikan pendapat, mencari solusi, atau membuat kesepakatan bersama. Oleh karena itu komunikasi memiliki andil besar dalam menciptakan harmonisasi serta kehidupan yang di cita-citakan, akan tetapi banyak yang tidak sadar akan pentingnya sebuah forum komunikasi yang bisa menyatukan berbagai hasil pemikiran yang beragam. Di Desa Tambaksari, Kecamatan Leuwigoong, hubungan sosial masyarakat pada dasarnya masih ditopang oleh nilai gotong royong, musyawarah, dan ikatan kekerabatan yang kuat. Namun setelah kami mencari dan menggali informasi ternyata komunikasi antarwarga, khususnya di Kampung Pasir Guling menghadapi beberapa tantangan-tantangan yang harus di selesaikan oleh para tokoh masyarakat maupun tokoh agama, sebuah tantangan ini menjadi penghambat besar masyarakat. Pak Mukhtar adalah salah satu tokoh di Kampung Pasir Guling, dan juga dengan beberapa para tokoh agama yang kami mintai keterangan tentang problem terbesar di desa ini, yaitu kurangnya fasilitas tempat untuk mewadahi forum komunikasi ini, padahal fasilitas tempat sangat penting untuk musyawarah demi memajukan Desa Tambaksari. Tidak hanya itu, menurunnya tradisi musyawarah dan gotong royong pun menjadi penyebab karena sebagian warga mempunyai kesibukan pribadi juga dipengaruhi faktor ekonomi, khususnya di Kampung Pasir Guling pada hari senin sampai jumat jarang terlihat warga penduduk sekitar karena sibuk bekerja. Lalu yang sangat di khawatirkan kurangnya keterlibatan generasi muda, karena karang taruna di kampung tersebut masih banyak yang masih sekolah dan beberapa yang sibuk bekerja, juga jika dilihat dari perkembangan teknologi, anak muda lebih aktif di media sosial dibanding hadir di forum diskusi secara langsung, sehingga kesenjangan komunikasi antar generasi muncul. Akibatnya, nilai-nilai budaya lokal kurang tersalurkan kepada generasi penerus. F. Fokus/Program No. Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Mengadakan Forum silaturahmi antar tokoh dan lembaga kemasyarakatan Aparat pemerintahan RT/RW, para Tokoh Masyarakat, Tokoh agama, serta Masyarakat umum di Kp Pasir Guling Terciptanya komunikasi yang baik di antara lapisan masyarakat, baik itu menyangkut Pemerintahan, Tokoh masyarakat dan Pemuda Pemudi 2. Mengadakan perawatan lingkungan pada hari jumat (jumsi) Lapisan masyarakat Terciptanya kesadaran Masyarakat terhadap lingkungan yang baik dan sehat. 3. Pempercantik tugu/ gapura Masyarakat Membantu 4. Menjadi kordinator para pemuda dan pemudi dalam kelancaran acara 17 agustus di tingkat RT/RW Para Pemuda pemudi di Kp Pasir Guling Para pemuda dan pemudi mampu mengadakan acara acara yang bersifat besar yang di selenggarakan secara aman dan damai.   Berpartisipasi Dalam Kultur Religi   Mengadakan Forum Silaturahmi Antar Tokoh Masyarakat Kampung Pasir Guling   Menjadi koordinator para pemuda dan pemudi dalam kelancaran acara 17 agustus di tingkat RT/RW     Gerakan Jum’at Bersih Mempercantik tugu/ gapura   Seni dan Budaya (Ketangkasan Domba Adu dan Sanggar Seni) BAB V KEAGAMAAN DI DESA TAMBAKSARI Oleh : Maulana Abdul A, Rika Kartika, Siti Maskanah, Wilsya Warisa S. Desa Tambaksari adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Desa Tambaksari berada di bagian selatan Kabupaten Garut, dengan koordinat sekitar 7°17′ Lintang Selatan dan 107°47′ Bujur Timur. Posisi ini menunjukkan bahwa desa ini berada di dataran tinggi yang dikelilingi oleh perbukitan, memberikan panorama alam yang indah. Desa Tambaksari berbatasan dengan beberapa desa dan wilayah lain di sekitar Kecamatan Lewigoong, yang antara lain: • Sebelah utara: Berbatasan dengan Desa Cihurip. Sebelah selatan: Berbatasan dengan Desa Cimanganien. • Sebelah timur: Berbatasan dengan Desa Kadungora. • Sebelah barat: Berbatasan dengan Desa Sindangpalay. Desa Tambaksari terletak di wilayah dengan topografi berbukit dan perbukitan yang curam. Hal ini menjadikan desa ini memiliki udara yang sejuk dan pemandangan alam yang mempesona. Mayoritas wilayah desa dipenuhi dengan lahan pertanian, yang menjadi sumber utama penghidupan, Desa ini memiliki potensi alam yang melimpah, terutama dalam sektor pertanian dan perkebunan, seperti komoditas sayur mayur, buah-buahan, serta tanaman palawija. Selain itu, keindahan alam juga membuat desa ini memiliki potensi pariwisata lokal. Warga Desa Tambakaari umumnya hidup dengan kearifan lokal yang kental, menjunjung tinggi nilai gotong-royong dan kebersamaan. Kehidupan sosial masyarakat cukup harmonis, dengan banyak kegiatan desa yang melibatkan partisipasi aktif seluruh Masyarakat. Desa ini masih mempertahankan berbagai tradisi adat yang diwariskan turun, seperti upacara adat dan acara keagaamaan yang diadakan secara berkala. A. Sejarah Masuknya Islam ke Desa Tambaksari Setelah kami mendatangi beberapa tokoh masyarakat yang ada di desa tambaksari yang direkomendasikan oleh kepada desa tambaksari yaitu bapak Dede Mulyana beliau memberikan masukan kepada kami untuk mendatangi ulama yang ada di kp Jaringao yaitu bapak Ustad asep dan juga bapak Ustad H. Herman yang ada di kampung Lio beliau menegaskan masjid yang pertama ada di desa tambaksari ,pertama mengadakan pengajian adalah masjid as salafiyah yang ada di kampung Lio, Lalu kami mendatangi sesepuh yang ada di kampung lio disana sudah ada Madrasah diniyah, pesantren, dan juga Raudhatul Atfalnya. Lalu kami mendatangi rumah sesepuhnya ternyata sesepuhnya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu dan di teruskan oleh anak- anak beliau, dan benar beliau menceritakan bahwasannya masjid lio yang Bernama As Salafiyah ini adalah masjid tertua dan juga tempat mengaji pertama yang ada di desa tambaksari, namun sekarang sudah direnovasi, Nama pendiri dari Mesjid As-salafuyah yaitu Bapak KH Memed Mahmudin, beliau menimba ilmu di pesantren As Sulaemaniyah di kp. Cijeler leuwigoong lalu ke pesantren Minhaajul Karomah Cibeuneur yang merupakan ponpes tertua di Jawa barat yang berdiri taun 1800 M, Maka beliu merupakan pelopor penyebar islam pertama di desa tambaksari dan di damping oleh istrinya yaitu ibu Hj. Siti Romlah .Beliau dikaruniai 5 orang Anak dan yang meneruskan pesantren ini adalah putra bungsunya yang Bernama KH. Ahmad Taufik Firdaus dan dibantu oleh kakak kakanya yaitu ibu H.Vivin beserta suami, lalu ibu Ira beserta suami yang Bernama K.H.Cecep ,dan juga anaknya yang lain yang tinggal di kampumg berbeda sesekali datang mengisi pengajian di waktu waktu tertentu. Dari wawancara yang kami lakukan di dapati Islam mulai masuk ke wilayah Leuwigoong sekitar abad ke 17, yaitu bersamaan dengan penyebaran Islam di Garut dari dua jalur pertama daerah Cangkuang–Leles (Dalem Arif Muhammad) yakni dakwah para ulama Mataram yang menetap di Kampung Pulo, lalu menyebar ke kampung sekitar.yang kedua yaitu daerah Godog–Karangpawitan (Prabu Kiansantang, tradisi ziarah) yang kemudian menguatkan identitas Islam masyarakat Priangan Timur.Karena Tambaksari berada di jalur strategis antara Limbangan–Leles, wajar bila Islam masuk ke desa ini sejak periode awal. Masjid ini diyakini sebagai masjid pertama dan tertua di Tambaksari.Masjid Ass Salafiyah berfungsi bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga pusat pengajaran Islam salafiyah/tradisional: mengaji Al-Qur’an, kitab kuning, dan pengajaran akhlak.Dari masjid inilah Islam di Tambaksari menyebar ke kampung-kampung sekitarnya, melahirkan budaya tahlilan, yasinan, manaqiban, dan pendidikan diniyah.Adapun Peran Kiai dan Ajengan Lokal, yaitu mengajar di Masjid Ass Salafiyah menjadi tokoh sentral dalam memperkuat pemahaman Islam.Pola dakwahnya bersifat salafiyah, menekankan tradisi pesantren, pengajian kitab, dan membina masyarakat lewat amalan-amalan keagamaan. Dari sini pula lahir generasi santri yang kemudian nyantri ke pesantren besar di Limbangan, Cibiuk, maupun Garut Kota.Kehidupan keagamaan masyarakat Tambaksari kemudian berpusat di Masjid Assalam Salafiyah.Dari masjid ini tumbuh madrasah diniyah, majelis taklim, serta lembaga pendidikan Islam.Hingga sekarang, masjid ini tetap menjadi simbol sejarah Islam dan jantung kegiatan religius desa. Sebelumnya kami telah mendatangi sesepuh yang ada di kampung jaringao yakni bapak Ustad asep namun beliau tidak terlalu mengetahui sejarah nya beliu menyebutkan datang nya islam ke tambaksari bertepatan dengan dalem Arif Muhammad yang ada di kp. Pulo kecamatan leles kemudian kami mendatangi kp lio untuk wawancara selanjutnya. B. Sarana dan Prasarana Peribadahan di Desa Tambaksari Bagi umat Islam sarana peribadahan sangatlah diperlukan sebagai tempat penunjang keberlangsungan mendekatkan dirinya kepada Sang kholiq, dengan adanya sarana peribadahan semua hal yang sifatnya Islamiah bisa dilaksankan dengan baik dan tenang, maka tidak sedikit sebagian banyak umat Islam bergotong-royong mewakafkan sebagian tanahnya untuk membangun sarana peribadahan. Di Desa Tambaksari sendiri untuk pembangunan sarana peribadahan terbilang sudah hampir merata hingga kepenjuru desa. a) Mesjid Mesjid merupakan salah satu tempat suci yang dipergunakan sebagai peribadahan bagi umat islam, Mesjid Juga sebagai Sentral perkumpulan masyarakat untuk mendekatkan diri terhadap sang Maha Kuasa, bukan hanya demikian Mesjid juga sebagai sarana pendidikan baik bagi Pengajian Mingguan maupun Mengaji anak-anak setempat untuk memperdalam ilmu Agama. Melihat hal demikian tidak sedikit bagi masyarakat setempat menjadikan Mesjid sebagai tempat yang mereka singgahi untuk melakuan kegiatan perkumpulan keagamaan, khususnya di Desa Jayamukti sendiri keadaan Mesjid hampir merata, bahkan hampir di setiap RW nya terdapat satu hingga dua DKM. Namun hal demikian tidak semua Mesjid bisa digunakan Sholat Jum'at, berdasarkan kesepakatan Imam Maliki, Imam Hanapi dan Imam Syafi'i hanya Mesjid Jami saja yang bisa digunakan sebagai sarana Shalat Jum'at, adapun mushola juga bisa digunakan sebagai Sarana Shalat Jumat bila seandainya diperlukan. Daftar nama Mesjid Jami di Desa Tambaksari : No Mesjid ID Nama Mesjid Alamat/RT/RW 1 01.4.13.05.11.000032 Al-Hikmah Kp. Cidadas. 01/01 2 01.4.13.05.11.000039 Al-Barokah Kp. Dunguscangkuang. 02/02 3 01.4.13.05.11.000033 Al-Irsyad Kp. Lio. 02/03 4 01.4.13.05.11.000042 Nurul Ma’ruf Kp. Lio Lebak. 01/03 5 01.4.13.05.11.000034 Al-Hidayah Kp. Pasir Guling. 02/04 6 01.4.13.05.11.000035 Nurul Iman Kp. Jaringao. 02/05 7 01.4.13.05.11.000036 Al-Hidayah Kp. Gandamirah. 01/06 8 01.4.13.05.11.000037 Al-Ansor Kp. Gandamirah. 02/06 9 01.4.13.05.11.000041 Baitul Rohmn Kp. Dungusiku. 03/07 10 01.4.13.05.11.000079 Nurul Hikmah Kp. Genteng. 02/07 11 01.4.13.05.11.000038 Nurul Iman Kp. Cikondeh. 01/09 12 01.4.13.05.11.000093 Al-Fauzan Kp. Cikondeh. 02/09 b) Mushola Mushola di Desa Tambaksari memiliki peranan yang sangat penting bagi masyarakat setempat, baik sebagai tempat melaksanakan ibadah shalat berjamaah maupun kegiatan keagamaan lainnya seperti pengajian, majelis taklim, dan pembinaan keislaman. Keberadaan mushola menjadi pusat kebersamaan warga Desa Tambaksari dalam meningkatkan keimanan, mempererat tali silaturahmi, serta membangun karakter religius di lingkungan desa. Dengan kondisi mushola yang terawat, masyarakat merasakan kenyamanan dalam beribadah sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas keagamaan ini. Oleh karena itu, partisipasi dan kepedulian warga Desa Tambaksari sangat diperlukan dalam menjaga kebersihan, kerapihan, dan keberlangsungan kegiatan yang dilaksanakan di mushola. Daftar nama Mushola di Desa Tambaksari : No Mushola ID Nama Mushola Alamat/RT/RW 1 02.1.13.05.11.000056 Al-Makmur Kp. Tambaksari. 02/01 2 02.1.13.05.11.000062 Al-Barokah Kp. Dunguscangkuang. 01/02 3 02.1.13.05.11.000063 As-Salafiyah Kp. Lio Tonggoh. 02/03 4 02.1.13.05.11.000054 Al-Nurjanah Kp. Pasir Guling. 02/04 5 02.1.13.05.11.000064 Al-Urfah Kp. Jaringao. 01/05 6 02.1.13.05.11.000065 Nurul Iman Kp. Jaringao. 01/05 7 02.1.13.05.11.000066 Al-Hasanah Kp. Jaringao. 02/05 8 02.1.13.05.11.000067 Al-Huda Kp. Karahkal. 03/05 9 02.1.13.05.11.000068 Nurul Hikmah Kp. Genteng. 01/07 10 02.1.13.05.11.000069 Al-Ikhlas Kp. Genteng. 02/07 11 02.1.13.05.11.000070 Al-Muhtar Kp. Dungusiku. 03/07 12 02.1.13.05.11.000096 Al-Hidayah Kp. Dungusiku. 03/07 13 02.1.13.05.11.000055 Al-Hidayah Kp. Pasir Guling. 02/08 14 02.1.13.05.11.000073 Al-Hikmah Kp. Cikondeh. 01/09 15 02.1.13.05.11.000071 Al-Fitroh Kp. Pasirluhur. 01/10 16 02.1.13.05.11.000071 Al-Mu’min Kp. Pasirluhur. 02/10 17 02.1.13.05.11.000006 Al-Anshor Perum Green Pasir Intan. 01/11 c) Majelis Taklim Majelis Taklim di Desa Tambaksari merupakan salah satu kegiatan keagamaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dan diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, hingga remaja yang memiliki semangat untuk menambah ilmu agama. Materi kajian yang disampaikan dalam majelis taklim meliputi pembelajaran Al-Qur’an, tafsir, fiqih, akhlak, hingga kajian tentang kehidupan sehari-hari sesuai ajaran Islam. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Desa Tambaksari mendapatkan pembinaan rohani yang bermanfaat, sekaligus memperkuat pondasi keimanan dalam menjalankan ibadah. Tidak hanya berfokus pada aspek keilmuan, majelis taklim juga menjadi wadah untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Selain sebagai tempat menuntut ilmu, majelis taklim di Desa Tambaksari juga berfungsi sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Melalui kegiatan yang rutin diselenggarakan, tercipta suasana kebersamaan, kekompakan, dan solidaritas antar anggota masyarakat. Hal ini memberikan dampak positif terhadap keharmonisan sosial di Desa Tambaksari, karena setiap individu merasa memiliki ruang untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan semangat dalam menjalani kehidupan beragama. Dengan dukungan penuh dari tokoh masyarakat dan partisipasi aktif warga, majelis taklim di Desa Tambaksari diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi pusat pembinaan umat yang tidak hanya bermanfaat untuk generasi sekarang, tetapi juga sebagai bekal bagi generasi yang akan datang. Daftar Majelis Taklim di Desa Tambaksari : No. Nama Majelis Taklim Hari Waktu 1 Al-Hikmah Selasa 19.00-21.00 2 Al-Nurjanah Sabtu 13.00-15.00 3 Al-Hidayah Selasa 13.00-15.00 4 Al-Anshor Sabtu 09.00-12.00 5 As-Salafiyah Kamis 09.00-12.00 6 Al-Mu’min Kamis 13.00-15.00 7 Al-Mu’min Jum’at 15.00-16.30 8 Al-Mu’min Jum’at 15.00-16.30 d) Madrasah Madrasah berasal dari bahasa arab “darasa” berarti belajar sedangkan "madrasah" berarti sekolah, yang di khususkan sebagai sekolah umum berkurikulum seputar keislaman. Madrasah di Desa Tambaksari merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang ilmu agama Islam. Sebagai tempat belajar, madrasah tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga menanamkan nilai-nilai religius melalui pembelajaran Al-Qur’an, fiqih, akidah akhlak, serta sejarah kebudayaan Islam. Keberadaan madrasah di Desa Tambaksari memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang seimbang antara ilmu agama dan ilmu umum, sehingga diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia. Madrasah ini juga menjadi pusat kegiatan masyarakat dalam bidang pendidikan keagamaan, serta memiliki peran besar dalam membentuk lingkungan desa yang religius, harmonis, dan berdaya saing. Daftar nama Madrasah di Desa Tambaksari yang telah memiliki izin Operasional : No Nama Madrasah Jumlah Santri Jumlah Pengajar 1 As-Salafiyah Usia 4-12 thn 57 orang Usia 13-25 th 40 orang 5 Orang e) Pendidikan Pesantren Pondok Pesantren di Desa Tambaksari merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang berperan penting dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu, serta memiliki karakter religius. Pesantren ini menjadi tempat bagi para santri untuk memperdalam ilmu agama, seperti Al-Qur’an, hadits, fiqih, akhlak, dan sejarah Islam, sekaligus mengajarkan keterampilan hidup yang bermanfaat. Keberadaan pondok pesantren di Desa Tambaksari tidak hanya mencetak santri yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membina mereka agar mampu hidup sederhana, disiplin, dan mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai pusat pendidikan, pondok pesantren di Desa Tambaksari juga berfungsi sebagai pusat dakwah dan pembinaan masyarakat. Melalui kegiatan pengajian, majelis taklim, serta berbagai program sosial keagamaan, pondok pesantren mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar. Keberadaannya turut menciptakan suasana religius di Desa Tambaksari, mempererat ukhuwah antarwarga, dan menjadi tempat rujukan dalam memecahkan persoalan keagamaan maupun sosial yang dihadapi masyarakat. Hubungan yang erat antara kiai, santri, dan masyarakat semakin memperkuat pondok pesantren sebagai pusat pembinaan umat. Lebih dari sekadar lembaga pendidikan, pondok pesantren di Desa Tambaksari juga menanamkan nilai-nilai kemandirian, disiplin, serta tanggung jawab kepada para santri. Kehidupan di pesantren yang sederhana melatih santri untuk terbiasa hidup mandiri, saling tolong-menolong, serta menjunjung tinggi nilai kerja keras. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting ketika santri kembali ke tengah masyarakat, sehingga mereka dapat berkontribusi positif dalam berbagai bidang kehidupan. Dengan demikian, pondok pesantren di Desa Tambaksari tidak hanya mencetak lulusan yang berilmu agama, tetapi juga melahirkan generasi yang siap menghadapi perkembangan zaman dengan tetap berpegang pada ajaran Islam. C. Organisasi Keislaman Organisasi adalah suatu wadah atau tempat sekelompok orang yang bekerja sama secara teratur dan terarah untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam organisasi, setiap anggota memiliki peran, tugas, dan tanggung jawab masing-masing yang diatur melalui aturan, struktur, dan mekanisme kerja yang disepakati bersama. Islam memandang organisasi merupakan suatu kebutuhan yang tujuannya untuk menyatukan seluruh umat muslim dari berbagai perbedaan, terutama perbedaan pemahaman dalam berbagai cara beribadah dari segi Furuiyah (cabang). Masyarakat Desa Tambaksari mayoritasnya masuk kedalam organisasi Nahdatul Ulama (NU) dan Persatuan Islam (Persis). Kehidupan masyarakat Desa Tambaksari sangat dipengaruhi oleh organisasi keagamaan yang menjadi wadah pembinaan iman, ilmu, dan sosial. Dua organisasi yang cukup menonjol adalah Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi terbesar, serta Persatuan Islam (Persis) yang juga memiliki jamaah di desa ini. a. Nahdlatul Ulama (NU) NU merupakan organisasi keagamaan yang mayoritas dianut oleh masyarakat Desa Tambaksari. Pengaruhnya tampak kuat dalam berbagai aspek kehidupan keagamaan, sosial, dan budaya. Kegiatan kegamaan di desa Tambaksari yaitu Pengajian rutin mingguan dan bulanan,Tahlilan, yasinan, manaqiban, dan kegiatan tradisi keagamaan lainnya. 1. Tahlilan Kegiatan tahlilan dilaksanakan secara rutin oleh masyarakat sebagai bentuk doa bersama untuk keluarga maupun kerabat yang telah mendahului. Acara diawali dengan pembacaan Surat Yasin, dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama. Selain sebagai sarana mendoakan orang yang telah wafat, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan silaturahmi antarwarga. 2. Yasinan Kegiatan yasinan dilaksanakan setiap malam Jumat atau pada waktu yang telah ditentukan. Seluruh jamaah membaca Surat Yasin bersama-sama, disertai doa memohon keberkahan serta keselamatan bagi keluarga dan lingkungan. Dalam beberapa kesempatan, yasinan juga disertai tausiyah singkat yang berisi nasihat agama. Kegiatan yasinan ini dilakukan di mesjid-mesjid yang ada di desa Tambaksari. 3. Manaqiban Manaqiban merupakan kegiatan rutin bulanan yang berisi pembacaan kisah, doa, serta keteladanan dari Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Acara ini dimulai dengan dzikir, pembacaan manaqib, dan ditutup dengan doa bersama. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keimanan, meneladani akhlak para wali, serta mempererat ikatan kebersamaan antarjamaah. 4. Kegiatan Keagamaan Lainnya Selain tiga kegiatan utama di atas, masyarakat juga melaksanakan kegiatan keagamaan lainnya, antara lain:Pengajian rutin yang diisi dengan ceramah agama dan kajian kitab. Dzikir dan shalawat bersama, baik dalam bentuk Shalawat Nariyah, Burdah, maupun Maulid. Majelis taklim ibu-ibu dan bapak-bapak, sebagai wadah pembinaan rohani dan penguatan pemahaman agama, Selain itu juga keguatan Haul ulama atau tokoh agama yang diperingati setiap tahun. Adapun pengarunya organisasi Nu U tidak hanya hadir sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga membentuk budaya masyarakat yang lekat dengan nilai-nilai tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah. b. Persatuan Islam (Persis) Selain NU, di Desa Tambaksari juga terdapat organisasi Persis. Walau jumlah jamaahnya tidak sebanyak NU, Persis tetap aktif melaksanakan kegiatan dakwah dan pendidikan Islam. Adapun Kegiatan nya yaitu Kajian Al-Qur’an dan Hadits. Dalam Majelis taklim dengan penekanan pada pemurnian ibadah. Selain itu juga ada diskusi dan dakwah dengan pendekatan keilmuannya. D. Permasalahan Keagamaan di Desa Tambaksari No Problem Keterangan 1 Lembaga pendidikan Al-qur’an sebagian belum mempunyai IJOP Sebagian lembaga pendidikan yang ada masih belum memiliki Izin Operasional (IJOP). Hal ini dikarenakan beberapa faktor, antara lain proses pengajuan yang belum selesai, kelengkapan administrasi yang belum terpenuhi, serta keterbatasan pemahaman pengelola lembaga mengenai prosedur perizinan. Meskipun demikian, kegiatan pembelajaran tetap berjalan sebagaimana mestinya, hanya saja secara legalitas lembaga tersebut belum sepenuhnya tercatat dan diakui secara resmi oleh instansi terkait. 2 Belum terbentuknya LPQ (Lembaga Pendidikan Al-Qur’an) LPQ di wilayah ini belum terbentuk karena masih terbatasnya sumber daya, pengelola, serta belum adanya inisiatif formal dari masyarakat maupun lembaga terkait. 3 Rendahnya partisipasi remaja dalam kegiatan keagamaan (remaja masjid/majelis taklim remaja). Banyak remaja lebih tertarik pada gawai dan aktivitas non-keagamaan, sehingga jarang hadir di kajian/pengajian. 4 Masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Faktor penyebabnya antara lain kesibukan pekerjaan, kurangnya motivasi, serta anggapan bahwa shalat di rumah sudah cukup. Dampaknya, suasana masjid kurang hidup, ikatan ukhuwah antarwarga berkurang, dan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan umat tidak maksimal. F. Fokus/ Program A. n Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Mengadakan Pengajian di Malam Jumat yang Sebelumnya tidak ada Jamaah masjid Al-Hikmah Kp. Pasir Guling Mengadakan pengajian dan pelatihan pembacaan mahalul qiyam 2. Tadarus rutin yang diadakan setiap sholat magrib dan sholat shubuh Masyarakat dan anak-anak Masyarakat bisa khatam selama satu bulan dengan sistem pembacaan 1 juz sehari Dengan puncak mengadakan syukuran di setiap bulannya. 3. Penyaluran mushaf Al-qur’an di tiga titik berbeda Masjid Al-Hikmah, Masjid An-Nurjanah PP Al-Hidayah Membantu masyarakat dan para santri dalam belajar membaca dan menghafal Al-quran 4. Penyaluran pakaian muslim (baju koko dan mukena) Jamaah masjid Al-Hikmah Kp Pasir Guling Memberi jamaah pakaian yang layak untuk dipakai beribadah 5. Memberikan saran kepada sesepuh masjid Al-Hikmah untuk membentuk kepengurusan masjid (DKM) Sesepuh masjid Al-Hikmah Kp. Pasir Guling Terbentuknya struktur kepengurusan masjid yang jelas guna terciptanya kesejahteraan masjid 6. Pembuatan rak Al-qur’an Masjid Al- Hikmah Kp. Pasir Guling Membantu 7. Tablig akbar di malam puncak perpisahan KKM STAIM 2025 Masyarakat Desa Tambaksari Memberikan suguhan yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Tambaksari di akhir kebersamaan Mahasiswa KKM dengan Masyarakat. Dimulai pada minggu pertama kami melaksanakan sosialisasi ke berbagai penjuru desa dengan target sasaran masyarakat, tokoh agama , para alimil ulama ,kasepuhan tokoh masyarakat yang ada di desa Tambaksari. Kemudian Kami mengikuti pengajiann di masjid-mesjid terdekat,yakni di masjid Al hidayah sambil perkenalan kepada Ulama dan tokoh masyarakat sekitar, yang mana DKM nya adalah Ustad Jafar. Kemudian malam Rabu nya mengikuti Pengajian di masjid dekat rumah yakni Mesjid Al hikmah sambil perkenalan juga, lanjut Rabu pagi kami mengikuti pengajian di Desa Tambaksari karena setiap Rabu ( seminggu sekali ) di desa mengadakan pengajian mingguan yang rutin di laksanakan dan yang menjadi jama’ah nya dalah giliran tiap RW, kebetulan pada Rabu pertama itu di isi oleh warga dari RT 05 yaitu kampung jaringao yang dipimpin oleh Ustad Asep, ada juga dari Dai Kamtibnas, kemudian dari ketua MUI desa, hari kamis kami mencari Madrasah takmiliyah untuk kami belajar mengajar, dilanjut mengikuti pengajian pada malam jum’at di rumah warga yang merupakan pemilik pabrik gesper yang pertama yaitu bapak H. Maksum. Dihari jum’at kami melakukan kerja bakti di wilyah sekitar posko dan juga masjid yang dekat dengan posko.kemudian pada hari sabtu kami emngikuti pengajian ba’da duhur di masjid Al Nurjanah yang mana DKM nya adalah bapak ustad Undang. Diketahui Mesjid di dekat Posko yaitu masjid Al Hikmah adalah masjid baru yang belum memiliki DKM ,maka kami memberikan saran kepada sesepuh masjid Al hikmah untuk membentuk Dewan Kepengurusan Masjd (DKM) Kegiatan ini difokuskan pada pembinaan kelembagaan, dengan adanya kepengurusan (DKM) yang resmi dan terstruktur, pengelolaan masjid akan lebih tertata, baik dari segi peribadatan, administrasi, maupun program-program keagamaan. Saran ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk memiliki organisasi masjid yang aktif,kemudian yang kedua Mengadakan Pengajian di Malam Jumat yang Sebelumnya Tidak Ada, Program ini difokuskan untuk menghidupkan malam Jumat dengan kegiatan keagamaan yang sebelumnya belum pernah ada. Melalui pengajian rutin ini, masyarakat diharapkan lebih semangat dalam memperdalam ilmu agama, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan kebiasaan ibadah yang berkelanjutan meskipun program KKM telah selesai, Ketiga Tadarus Rutin yang Dilaksanakan Setelah Sholat Magrib dan Sholat Subuh, Program ini bertujuan membiasakan masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, untuk membaca Al-Qur’an secara rutin. Dilaksanakan setelah sholat magrib dan subuh, kegiatan ini dapat memperkuat kemampuan membaca Al-Qur’an, memperindah bacaan, serta menanamkan kecintaan pada kitab suci sejak dini. Keempat, Penyaluran Musḥaf Al-Qur’an di Masjid yang Masih Terbatas. Fokus kegiatan ini adalah membantu ketersediaan mushaf Al-Qur’an di masjid yang masih kekurangan. Dengan adanya tambahan mushaf, jamaah akan lebih mudah melaksanakan tadarus bersama, terutama saat bulan Ramadhan dan kegiatan keagamaan lainnya.Kelima, Penyaluran Pakaian Muslim (Baju Koko dan Mukena). Program ini dimaksudkan untuk mendukung kelengkapan ibadah masyarakat. Mukena dan baju koko yang disalurkan dapat dipakai oleh jamaah, khususnya yang belum memiliki perlengkapan ibadah memadai. Hal ini sekaligus menumbuhkan semangat beribadah dengan lebih nyaman dan khidmat. Keenam, Pembuatan Rak Al-Qur’an. Program ini bertujuan menyediakan sarana penempatan mushaf Al-Qur’an agar lebih rapi, terjaga, dan mudah digunakan jamaah. Rak yang dibuat sederhana namun bermanfaat, sekaligus menjadi bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyaraakat. Ketujuh , Kegiatan belajar mengajar di MDTA Assalafiyah merupakan program utama yang dilaksanakan secara rutin setiap hari, mulai dari hari Senin sampai dengan hari Sabtu. Adapun hari Minggu ditetapkan sebagai hari libur. Hal ini bertujuan agar para peserta didik memiliki waktu istirahat, sekaligus memberikan kesempatan kepada mereka untuk membantu orang tua di rumah serta mengikuti kegiatan keagamaan maupun sosial di lingkungan masyarakat. Dengan pelaksanaan kegiatan belajar yang terjadwal setiap hari, diharapkan proses pendidikan dapat berjalan secara konsisten dan berkesinambungan. Selain itu, pembiasaan belajar rutin ini juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan meningkatkan semangat belajar para siswa. Kedelapan, Pembinaan Ibadah Harian yakni Mengajarkan tata cara wudhu, shalat, dan doa sehari-hari kepada anak-anak, membantu menghafal surat surat pendek kepada anak anak, Membiasakan shalat berjamaah di masjid atau mushalla, dan membentuk Ikatan Remaja Masjid ( IRMA ) yang diketuai oleh sorang pemuda yang Bernama Zainal agar pemuda pemudi aktif dan antusias dalam kegiatan keaagamaan. Kesembilan, Ikut serta dalam peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Memfasilitasi kegiatan seperti M.aulid Nabi, Isra Mi’raj, Nuzulul Qur’an.Memberikan ceramah atau tausiyah sesuai dengan momen keagamaan kami melakukan Tablig Akbar di Malam Puncak Perpisahan. Tabligh Akbar sekaligus Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Salah satu program keagamaan yang dilaksanakan adalah Tabligh Akbar yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan shalawat bersama sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Kemudian, rangkaian kegiatan diisi dengan tausiyah atau ceramah agama yang disampaikan oleh penceramah/ustadz yang diundang secara khusus. Isi ceramah menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW, memperkuat keimanan, serta mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, peringatan Maulid Nabi juga disertai dengan pembacaan Barzanji/Simthud Durar dan doa bersama, yang diikuti oleh jamaah dengan penuh khidmat. Tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, acara ini juga menjadi media dakwah untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan, memperkokoh persatuan umat, dan membangkitkan semangat kebersamaan dalam beragama. Dengan adanya kegiatan Tabligh Akbar dan Maulid Nabi Muhammad SAW, diharapkan masyarakat lebih mengenal sosok Rasulullah SAW sebagai teladan utama, serta menjadikan peringatan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, dan memperkuat keimanan.Kegiatan ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian program. Tablig akbar dilaksanakan sebagai bentuk syiar Islam sekaligus perpisahan antara mahasiswa KKM dengan masyarakat. Melalui acara ini, diharapkan terjalin ikatan emosional yang kuat antara mahasiswa dan warga, serta meninggalkan kesan positif sehingga program yang sudah berjalan bisa diteruskan oleh masyarakat secara mandiri. Selain itu juga kami melakukan Kegiatan Keagamaan Sosial seperti Membantu pelaksanaan tahlilan, yasinan, dan doa bersama di masyarakat, dan Mendampingi kegiatan manaqiban atau dzikir bulanan.   Yasinan & Mahalul Qiyam Penyaluran Pakaian Muslim (Baju koko & Mukena)   Penyaluran Mushaf Al-Qur’an   Pengajian Rutinan   Mengajar Di MDTA   Tablig Akbar di malam pucak perpisahan KKM STAIM 2025 BAB VI PENDIDIKAN DI DESA TAMBAKSARI Oleh : Apiani, Arini, Rahmi A. Pengertian Pendidikan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang ataupun sekelompok dalam upaya mendewasakan manusia melalui sebuah pengajaran maupun pelatihan. Dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri mereka, memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara Menurut Ki Hajar Dewantara juga dikenal dengan semboyan "Tut Wuri Handayani, Ing Madya Mangun Karsa, Ing Ngarsa Sung Tulada". Semboyan ini mengandung makna bahwa pendidik harus mampu memberikan dorongan dari belakang (Tut Wuri Handayani), mampu membangkitkan semangat dan motivasi di tengah (Ing Madya Mangun Karsa), dan menjadi contoh teladan di depan (Ing Ngarsa Sung Tuladan. Dalam pandangannya, pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan karakter, pengembangan potensi diri, dan pemerdekaan manusia secara utuh. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Dalam pengertian yang sederhana dan umum makna pendidikan sebagai usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan. Pendidikan dan budaya ada bersama dan saling memajukan Sedangkan pengertian pendidikan menurut H. Home, adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada vtuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia. Dari beberapa pengertian pendidikan menurut ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah Bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untukmencapai kedewasaanya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain. a) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PAUD adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan 6 (enam) perkembangan: agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan sesuai kelompok usia yang dilalui oleh anak usia dini seperti yang tercantum dalam Permendikbud 137 tahun 2014 tentang Standar Nasional PAUD (menggantikan Permendiknas 58 tahun 2009) Pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan sebelum menempuh pendidikan dasar, bertujuan untuk membina anak sejak lahir hingga usia enam tahun. Pendekatan ini bertujuan mendukung perkembangan fisik dan mental anak agar mereka memiliki kesiapan untuk melanjutkan pendidikan lebih lanjut dalam jalur formal; non-formal; dan informal. Perkembangan anak usia dini merupakan bentuk perkembangan yang fokus pada pembentukan dasar pertumbuhan dan perkembangan anak dalam aspek agama; moral; fisik motorik; kognitif; bahasa; sosial-emosional; dan seni, sesuai dengan tahapan perkembangan yang unik di setiap kelompok usia. Perkembangan respons atau tanggapan pada anak erat kaitannya dengan pemahaman tentang teori-teori pengamatan perkembangan anak. Walaupun keduanya memiliki pola yang berbeda, tetapi keduanya saling berhubungan dan memiliki prinsip dasar yang sama, yaitu proses pembelajaran mengenai objek atau gagasan yang masuk ke pikiran anak, dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki anak. Dalam hal ini, tanggapan merupakan hasil dari pengamatan, dan keduanya berkaitan erat dalam proses pembelajaran Secara yuridis, istilah anak usia dini di Indonesia ditujukkankepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Dalam Undang-Udang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 14 ditanyatakan bahwa “Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut". Selain itu, pendidikan anak usia dini mencakup berbagai program yang melayani anak dari lahir sampai usia delapan tahun yang dirancang untuk meningkatkan perkembangan intelektual, sosial, emosi, bahasa, dan fisik anak. PAUD bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi anak agar kelak dapat berfungsi sebagai manusia yang utuh sesuai falsafah suatu bangsa. Selain itu, tujuan PAUD adalah untuk mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKM Desa Emas 2025 STAI Al-Musaddadiyah di Desa Tambaksari minat orang tua untuk memberikan pendidikan usia dini sudah mulai berkembang karena mereka mulai tersadar bahwa memberikan pendidikan dasar dalam usia dini sangatlah penting. Hal ini dapat diingat dengan jumlah siswa yang terdapat di setiap satuan pendidikan anak usia dini di desa tambaksari sebagai berikut : • PAUD Santika (28 orang) • KOBER Mekarari (26 orang) • KOBER Al-Insyirah (28 orang) • RA Assalafiyah (15 orang) • RA Al-Hasanah (18 orang) B. Sekolah Dasar dan MI Sekolah dasar pertama kali di buka pada zaman penjajahan Belanda pada tahun 1892 di kota Bandung, Jawa Barat. Sekolah tersebut di beri nama Europese Lagere School (ELS) atau Sekolah Rendah Eropa. Pada awalnya, ELS hanya di peruntukkan bagi anak-anak bangsawan dan orang Eropa. Namun, setelah perjuangan dan tekanan dari tokoh-tokoh nasionalis, pada tahun 1913 di bukalah sekolah dasar yang di peruntukkan bagi anak pribumi yang di beri nama Hollandsch-Inlandsche School (HIS) atau Sekolah Rakyat. Pada masa kemerdekaan, sistem pendidikan di Indonesia mengalami perubahan signifikan. Pemerintah Indonesia membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Pada tahun 1952, pemerintah membentuk Departemen Pendidikan Nasional yang bertujuan untuk menyediakan layanan pendidikan dasar dan menengah bagi rakyat Indonesia. Pada masa itu, sekolah dasar di kenal dengan sebutan Sekolah Rakyat (SR). Sekolah Rakyat di buka di seluruh Indonesia dan di berikan secara cuma-cuma oleh pemerintah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan tingkat literasi dan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Sekolah Rakyat juga di berikan beasiswa kepada siswa yang kurang mampu untuk memfasilitasi akses pendidikan bagi semua kalangan Sekolah Dasar (SD) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum pada jenjang pendidikan dasar. Sekolah Dasar (SD) merupakan kelanjutan dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan dilanjutkan oleh Sekolah Menengah Pertama (SMP)/ Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau bentuk lain yang sederajat. Sekolah Dasar (SD) terdiri atas enam tingkatan kelas, yaitu kelas 1—6. Sekolah Dasar (SD) diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat. Sejak diberlakukannya otonomi daerah pada tahun 2001, pengelolaan Sekolah Dasar (SD) di Indonesia yang sebelumnya tanggung jawab pemerintah pusat. Kini, menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota. Sedangkan pemerintah pusat hanya berperan sebagai regulator. Secara struktural, Sekolah Dasar Negeri (SDN) merupakan unit pelaksana teknis dinas pendidikan kabupaten/kota. Tujuan pendidikan sekolah dasar adalah memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik untuk mengembangkan diri sebagai individu, anggota masyarakat, warga negara, dan anggota umat manusia, serta mempersiapkan mereka untuk melanjutkan ke pendidikan menengah. Selain itu, pendidikan dasar juga bertujuan untuk meletakkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup mandiri dan melanjutkan pendidikan. Kurikulum sekolah dasar sama dengan kurikulum MI. Hanya saja pada MI terdapat porsi lebih banyak mengenai pendidikan agama islam, selain mengajarkan mata pelajaran sebagaimana sekolah dasar juga ditambah dengan pelajaran-pelajaran seperti : • Alqur’an dan Hadist • Aqidah dan Akhlak • Fiqih • Sejarah Kebudayaan Islam • Bahasa Arab B. Kondisi Umum Pendidikan di Desa Tambaksari Selama melakukan pengamatan di Desa Tambaksari telah terdapat beberapa satuan pendidikan mulai dari PAUD dan Sekolah Dasar. Meskipun begitu, potret pendidikan dinilai sudah cukup baik karena untuk mengenyam pendidikan mudah didapatkan oleh masyarakat, bahkan dapat dilihat dari jumlah siswa yang cukup konsisten dari tahun ke tahun. Namun, untuk fasilitas dalam pembelajaran sangat kurang sehingga anak tidak bisa mengekspolorasi lebih luas lagi. Secara keseluruhan di Desa tambaksari terdapat fasilitas pendidikan diantaranya : Satuan Pendidikan Jumlah Lembaga Jumlah Siswa PAUD 5 115 SD 2 287 MI 1 11 Berdasarkan hasil pengamatan mahasiswa KKM Desa Emas STAI Al-Musaddadiyah Garut bahwa kami melihat fasilitas pendidikan yang ada di Desa Tambaksari dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakan terhadap pendidikan. Hal ini terjadi karena pola pikir masyarakat semakin berkembang dan dapat dibuktikan dengan rasa peduli yang tinggi terhadap pendidikan. Selain itu ditemukan bahwa terdapat satu orang anak yang mengalami sehat fisik tetapi mempunyai keterbatasan (speech delay). Seharunya lembaga tersebut memiliki guru khusus untuk menangani hal tersebut akan tetapi lembaga tersebut memiliki kekurangan terkait pendanaan. C. Sarana dan Prasarana Pendidikan Untuk sarana dan prasarana di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) belum semua lembaga mempunyai tempat belajar yang layak karena dengan kondisi tempat belajar yang terbatas dan peralatan untuk menunjang pembelajaran yang kurang. Sehingga harus lebih diperhatikan untuk kelangsungan belajar anak baik itu indoor ataupun outdoor. Untuk sarana dan prasarana di lembaga pendidikan seperti SD/MI sudah cukup memadai tetapi harus dilengkapi, diperbaiki, dan dirawat, untuk kenyamanan siswa dalam proses pembelajaran D. Permasalahan Pendidikan Setelah kami melaksanakan observasi lapangan di Desa Tambaksari ditemukan permasalahan pendidikan yang sangat krusial dan permaslahan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut : a) Motivasi tentang pentingnya pendidikan bagi anak usia dini Motivasi adalah dorongan yang ada pada diri seseorang untuk melakukan sesuatu, baik dorongan itu berasal dari dalam diri sendiri (intrinsik) maupun dari luar (ekstrinsik). Motivasi ini muncul karena adanya kebutuhan, keinginan, atau tujuan yang ingin dicapai. Secara sederhana, motivasi adalah daya penggerak yang membuat seseorang bertindak Menurut Maslow motivasi adalah hasil dari usaha seseorang untuk memenuhi lima kebutuhan dasar: fisiologis, keamanan, sosial, penghargaan dan aktualisasi diri. Kebutuhan tersebut dapat menimbulkan tekanan internal yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat penting maka masyarakat khususnya orangtua yang memiliki anak usia 0-6 tahun hendaknya mengikutsertakan anaknya untuk mengikuti pendidikan di PAUD. Hal tersebut dilakukan agar potensi yang dimiliki anak bisa tersalurkan, berkembang, dan menjadi generasi penerus bangsa. b) Kurangnya Sarana Penunjang pendidikan di lembaga-lembaga yang ada di Desa Tambaksari. Pendidikan di Desa Tambaksari sangat minim sekali terutama dalam sarana dan prasarana. Ketika sarana dan prasarana sekolah tidak memadai maka akan berakibat dalam masalah minimnya pendidikan disebabkan karena keterbatasan fasilitas sekolah dan pembelajaran yang tidak memadai saat ini. Dalam hal ini menimbulkan banyak peserta didik tidak bisa menikmati kenyamanan dan kelengkapan fasilitas seperti peserta didik di kota. c) Kurangnya SDM yang kompeten di bidang pendidikan SDM merupakan salah satu faktor yang memicu perkembangan pendidikan. Rendahnya kualitas pendidikan menjadi penyebab dari krisisnya sumber daya manusia. Sudah sepatutnya di bidang pendidikan dibutuhkan sumber daya yang benar benar kompeten untuk bersinergi bersama. d) Tidak adanya wadah yang digunakan untuk wahana sharing antar lembaga pendidikan di Desa Tambaksari. E. Fokus/program No Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Pendataan lembaga pendidikan Lembaga pendidikan yang ada di Desa Tambaksari seperti SD, PAUD dan MDTA Mengetahui jumlah lembaga pendidikan yang ada di Desa Tambaksari 2. Pojok baca MDTA mendorong semangat anak-anak dalam belajar dan memahami sebuah tulisan di dalam sebuah buku. 3. Membantu lembaga pendidikan (TK, SD, MDTA) Lembaga pendidikan yang ada di Desa Tambaksari Membantu tenaga pengajar di lembaga pendidikan di Desa Tambaksari 4. Sosialisasi Ketahanan Pangan Anak-anak di SD 01 dan SD 02 Desa Tambaksari Mendorong semangat para siswa siswi dalam mengonsumsi makanan bergizi. 5. Penanaman bersama anak-anak SD Anak-anak di SD 01 dan SD 02 Desa Tambaksari Memberikan pembelajaran kepada para siswa dan siswi tentang pentingnya menjaga alam guna dapat dimanfaatkan kembali secara efisien. 6. Sosialisasi Anti Bullying Anak-anak di SD 01 dan SD 02 Desa Tambaksari Menyadarkan anak anak terhadap bahayanya tindakan Bullying 7. Pembuatan Alat Peraga Edukasi (APE) di lembaga Pendidikan Paud Lembaga PAUD Desa Tambaksari Memberikan pengajaran yang berbeda sehingga para siswa tidak merasa bosan, dan mampu diikuti oleh guru guru yang ada. 8. Bimbel anak di posko Anak-anak PAUD, anak anak SD Memanfaatkan waktu luang anak dengan hal yang positif dengan cara belajar bersama Mahasiswa KKM.   Mengajar di PAUD Santika APE (Alat Peraga Edukatif) Untuk Lembaga PAUD Penjelajahan Edukatif Tentang Ketahanan Pangan Bagi Anak PAUD Pendataan Sekolah Yang Ada Di Tambak Sari Seperti PAUD, MI, MDT Penyerahan Sertifikat Dan APE Di Paud Santika BAB BAB VII Perekonomian Di Desa Tambaksari Oleh : Erviana, Algi, & Salsa Perekonomian desa pada umumnya bertumpu pada hasil produksi yang dihasilkan dari wilayah pedesaan yang masih bersifat tradisional. Desa yang berada di wilayah daratan biasanya menghasilkan produk pertanian, seperti padi, jagung, sayuran, dan palawija, sedangkan desa yang terletak di daerah pesisir lebih banyak bergantung pada hasil kelautan, seperti ikan, rumput laut, dan komoditas laut lainnya. Selain itu, desa yang berada di wilayah perbukitan atau pegunungan juga memiliki potensi unggulan, misalnya perkebunan kopi, teh, cengkeh, atau hasil hutan non-kayu. Seluruh hasil produksi tersebut pada dasarnya memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta membangun kemandirian perekonomian pedesaan. Namun, dalam perkembangannya, kegiatan ekonomi di pedesaan tidak bisa hanya bertumpu pada sektor primer. Modernisasi dan perkembangan teknologi menuntut agar desa mampu melakukan diversifikasi ekonomi, misalnya dengan mengembangkan industri kecil, kerajinan tangan, usaha mikro, maupun sektor jasa. Kegiatan ini penting karena dapat memberikan nilai tambah (value added) pada hasil produksi desa, sehingga tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga dalam bentuk olahan yang memiliki harga jual lebih tinggi. Pertumbuhan ekonomi di pedesaan juga harus tumbuh dan berkembang lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang membutuhkan pekerjaan. Hal ini sangat penting agar tingkat pengangguran dapat ditekan seminimal mungkin. Pertumbuhan ekonomi yang baik akan mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih luas sehingga semakin banyak penduduk desa yang dapat terserap dalam aktivitas ekonomi produktif. Misalnya, sektor pertanian yang dikelola dengan teknologi modern dapat menyerap tenaga kerja sekaligus meningkatkan hasil produksi. Begitu pula dengan sektor pariwisata desa yang mulai berkembang, seperti desa wisata, mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat setempat. Sebaliknya, jika perekonomian desa berjalan dengan baik dan masyarakatnya hidup makmur, maka jumlah pengangguran akan semakin berkurang. Dengan demikian, pembangunan ekonomi pedesaan tidak hanya berdampak pada meningkatnya taraf hidup masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya stabilitas sosial dan kesejahteraan bersama. Desa yang ekonominya kuat akan mampu menjadi penopang perekonomian nasional, mengingat desa merupakan basis mayoritas penduduk Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi desa perlu dilakukan secara terencana, berkesinambungan, dan berbasis pada potensi lokal. Pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan desa, baik melalui penyediaan infrastruktur, akses modal, pelatihan keterampilan, maupun pendampingan usaha. Jika potensi desa dapat digali dan dikembangkan secara optimal, maka desa bukan hanya menjadi wilayah produksi tradisional, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing tinggi. A. Kondisi Umum Perekonomian di Desa Tambaksari Pada umumnya, sarana sosial ekonomi masyarakat Desa Tambaksari didominasi oleh usaha di bidang pertanian, khususnya pertanian padi, jagung, dan tembakau. Sektor pertanian ini tidak hanya menjadi penopang utama perekonomian desa, tetapi juga menjadi sumber mata pencaharian bagi sebagian besar penduduk. Pola pertanian yang masih bersifat tradisional terus dipertahankan, meskipun beberapa petani mulai mencoba memanfaatkan teknologi sederhana untuk meningkatkan hasil produksi. Hasil panen padi digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, sedangkan jagung dan tembakau sebagian besar dijual sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasaran. Dengan demikian, sektor pertanian memberikan kontribusi yang sangat besar dalam menopang kehidupan masyarakat setempat. Selain pertanian, masyarakat Desa Tambaksari juga menggantungkan hidup pada berbagai usaha lain yang bersifat kecil-kecilan, seperti perdagangan, jasa transportasi (ojek), dan aktivitas ekonomi informal lainnya. Keberadaan jasa transportasi, misalnya ojek, sangat membantu mobilitas warga untuk mengangkut hasil pertanian maupun memenuhi kebutuhan perjalanan sehari-hari. Aktivitas ekonomi informal ini meskipun skalanya kecil, namun memiliki peran penting dalam memperlancar roda perekonomian desa. Adapun usaha di bidang perdagangan yang bersifat sampingan, berupa warung, kios, dan toko, jumlahnya cukup banyak. Kehadiran warung dan toko ini tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga menjadi wadah perputaran ekonomi di tingkat lokal. Dengan adanya warung, warga tidak perlu jauh-jauh pergi ke pasar di luar desa untuk memenuhi kebutuhannya, sehingga peredaran uang tetap berlangsung di dalam desa. Hal ini pada akhirnya memperkuat dinamika ekonomi Desa Tambaksari sekaligus meningkatkan interaksi sosial antarwarga. Selain sektor-sektor tersebut, beberapa warga Desa Tambaksari juga mencoba mengembangkan usaha rumah tangga, seperti produksi makanan olahan sederhana, kerajinan tangan, atau beternak dalam skala kecil. Walaupun masih terbatas, usaha-usaha ini mulai menunjukkan potensi yang menjanjikan apabila dikembangkan lebih serius dengan dukungan modal dan keterampilan. Dengan demikian, perekonomian Desa Tambaksari dapat dikatakan bertumpu pada sektor pertanian sebagai sektor utama, sementara sektor perdagangan, jasa, dan usaha kecil lainnya menjadi penopang tambahan yang turut menggerakkan roda perekonomian desa. Kombinasi antara sektor pertanian dan sektor pendukung ini menjadikan Desa Tambaksari memiliki ketahanan ekonomi lokal yang cukup baik, meskipun masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan modal, teknologi, serta akses pasar. Berdasarkan jenis pekerjaannya, kepala keluarga di Desa Tambaksari terdiri dari beberapa profesi sebagai berikut: 1. Pertanian (Petani) : 687 orang 2. Buruh Harian Lepas : 142 orang 3. Pegawai Negeri Sipil : 10 orang 4. Perangkat Desa : 12 Orang 5. Industri Rumah Tangga (Pabrik &Rumahan) : 8 Unit 6. Bidan : 1 orang 7. Perdagangan : 257 Warung & 16 Toko 8. Jasa & Transfortasi : Tidak terdata secara pasti 9. Pengrajin Bendera : Tidak terdata secara pasti Adapun secara rinci mata pencarian masyarakat Desa Tambaksari sebagai berikut: 1. Sektor Pertanian, Pertanian merupakan mata pencaharian utama masyarakat Desa Tambaksari. Jumlah petani tercatat sekitar 687 orang dengan komoditas utama berupa padi, jagung, dan tembakau. Sektor ini menjadi penopang utama perekonomian desa sekaligus sumber penghidupan mayoritas penduduk. 2. Sektor Perdagangan, Sektor perdagangan ini menjadi penunjang ekonomi sekaligus mata pencaharian tambahan. Terdapat 257 warung yang tersebar di berbagai dusun serta 16 toko dengan skala usaha lebih besar dibanding warung. Warung dan toko tersebut menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari, barang rumah tangga, hingga perlengkapan pertanian, sehingga turut memperlancar perputaran ekonomi di desa. 3. Sektor Jasa dan Transportasi, Sebagian masyarakat bekerja di sektor jasa, terutama sebagai ojek yang berperan penting dalam mobilitas antar dusun maupun ke wilayah sekitar. Selain itu, terdapat usaha jasa lain berskala kecil seperti bengkel motor, tukang kayu, dan jasa perbengkelan sederhana. Walaupun jumlahnya tidak terdata secara pasti, sektor jasa ini tetap membantu menyediakan lapangan kerja non-pertanian. 4. Sektor Industri Rumah Tangga / UMKM, Desa Tambaksari memiliki 6 unit pabrik rumahan, yang memproduksi jamur, tahu, dan gesper (kaki gorden). Industri kecil ini menjadi alternatif mata pencaharian di luar sektor pertanian dan perdagangan. Walaupun masih sederhana, sektor ini berpotensi berkembang lebih besar apabila mendapat dukungan modal, pelatihan, dan pemasaran yang lebih luas. 5. Pengrajin Bendera, menjadi salah satu potensi unik di Desa Tambaksari. Sebagian pemuda desa bahkan banyak yang merantau ke berbagai daerah, terutama ke wilayah Jawa, untuk menjual bendera. Aktivitas ini meningkat pesat menjelang bulan Agustus dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sehingga menjadi sumber tambahan penghasilan yang cukup signifikan bagi masyarakat. 6. Sektor Ekonomi Informal Lainnya, Sebagian masyarakat bekerja sebagai buruh harian lepas (142 orang), buruh tani, atau menjalani pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu, terdapat pula usaha rumah tangga seperti makanan olahan atau kerajinan kecil yang berperan menambah penghasilan keluarga. 7. Pekerjaan Lain, Selain sektor utama, terdapat pula profesi yang lebih spesifik, seperti pegawai negeri sipil (10 orang), perangkat desa (12 orang), dan bidan (1 orang). Walaupun jumlahnya relatif sedikit, keberadaan profesi ini tetap penting karena menyokong fungsi pelayanan dan pemerintahan di desa. Adapun sarana-sarana pendukung perekonomian di Desa Tambaksari yaitu: 1. Koperasi Simpan Pinjam : - 2. BUMDES : 2 3. BANK : - 4. Pasar : - 5. Pegadaian : - 6. Kantor Pos & Giro : - 7. Industri Rumah Tangga (Pabrik & Konveksi Rumahan) : 8 Sarana pendukung perekonomian di Desa Tambaksari masih tergolong terbatas. Desa ini belum memiliki koperasi simpan pinjam, bank, maupun pegadaian yang beroperasi secara langsung. Pasar permanen juga tidak tersedia, sehingga aktivitas jual beli lebih banyak berlangsung di warung-warung milik warga dan melalui pedagang kecil. Untuk layanan pos dan giro, masyarakat biasanya mengakses fasilitas di desa atau tempat terdekat. Meskipun demikian di sisi lain, Desa Tambaksari telah memiliki dua unit Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang cukup aktif, yaitu BUMDes budidaya ikan nila dan BUMDes penyedia layanan WiFi. Kehadiran BUMDes ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam membuka lapangan kerja maupun dalam menyediakan akses teknologi. Selain itu, terdapat enam unit industri rumah tangga atau pabrik rumahan, seperti usaha jamur, tahu, gesper (kaki gorden), serta kerajinan bendera. Industri kecil tersebut menjadi penopang tambahan bagi perekonomian masyarakat, serta berperan sebagai penopang yang melengkapi tambahan perekonomian masyarakat, disamping sektor utama pertanian dan perdagangan. B. Potensi Perekonomian Desa Tambaksari 1. Potensi Sumber Daya Alam (SDA) Desa Tambaksari merupakan wilayah dengan kondisi geografis yang khas, di mana sebagian besar lahannya berupa lahan kering dengan curah hujan relatif rendah. Karakteristik ini menjadikan pengelolaan sumber daya alam memiliki tantangan tersendiri, tetapi sekaligus membuka peluang untuk memunculkan keunggulan lokal yang tidak dimiliki desa lain. Sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian Desa Tambaksari. Padi tetap ditanam sebagai sumber pangan utama, meskipun produktivitasnya terbatas karena ketersediaan air yang minim. Hanya sawah tertentu dengan sistem irigasi sederhana yang mampu menghasilkan panen cukup stabil, sementara sebagian besar lahan sawah hanya dapat diolah pada musim hujan. Di luar padi, jagung tumbuh lebih dominan karena lebih tahan terhadap kondisi kering. Jagung tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga dipasarkan sehingga memberikan nilai ekonomi yang penting bagi keluarga petani. Lebih dari itu, Desa Tambaksari memiliki komoditas unggulan yang menjadi identitas sekaligus sumber pendapatan terbesar, yaitu tembakau. Uniknya, curah hujan yang rendah justru meningkatkan kualitas daun tembakau sehingga produk dari desa ini diminati oleh pedagang dari luar daerah. Hasil panen tembakau berkontribusi signifikan terhadap perekonomian desa, menjadikannya salah satu pilar utama kesejahteraan masyarakat. Selain tiga tanaman pokok tersebut, masyarakat juga mengembangkan palawija dan hortikultura sebagai sumber pangan tambahan. Kacang tanah, ubi kayu, dan kacang hijau banyak ditanam di lahan kering karena mudah dibudidayakan dan tidak menuntut banyak air. Sementara itu, buah-buahan seperti pisang, mangga, pepaya, dan sirsak hadir sebagai pelengkap kebutuhan gizi keluarga. Walau skalanya kecil, hasil panen buah dan palawija turut berperan dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat dan memberi peluang bagi perdagangan lokal. Potensi sumber daya alam Desa Tambaksari tidak hanya terbatas pada sektor pertanian, melainkan juga kehutanan. Hutan dan lahan kering yang masih cukup luas memberikan manfaat ganda. Dari sisi ekonomi, kayu dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga dan bahan bangunan, sementara hasil non-kayu seperti bambu dan tanaman obat tradisional juga memiliki nilai guna. Dari sisi ekologi, keberadaan hutan berfungsi penting menjaga kelestarian tanah, mencegah erosi, serta menopang keberlangsungan sumber air yang jumlahnya terbatas. Apabila dikelola secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, hutan dapat menjadi sumber daya yang tidak hanya menyokong kebutuhan saat ini, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan jangka panjang. Sektor peternakan masih dijalankan dalam skala kecil. Beberapa warga memelihara sapi, kambing, domba, maupun ayam, namun usaha ini umumnya hanya bersifat sampingan. Kendala utama berupa keterbatasan pakan dan air membuat peternakan sulit berkembang menjadi usaha utama. Sementara itu, sektor perikanan hampir tidak dapat dijalankan mengingat kondisi iklim kering yang tidak memungkinkan tersedianya sumber air permanen. Ciri khas iklim Desa Tambaksari yang kering dan jarang hujan sesungguhnya merupakan faktor penentu dalam pembentukan pola pengelolaan sumber daya alam desa. Dari satu sisi, kondisi ini menghadirkan tantangan berupa keterbatasan produksi pangan yang sangat bergantung pada ketersediaan air. Namun dari sisi lain, iklim kering justru menjadi berkah karena menghasilkan kualitas tembakau dan jagung yang lebih unggul. Dengan manajemen lahan yang tepat dan pemilihan komoditas sesuai kondisi, keterbatasan iklim dapat diubah menjadi keunggulan kompetitif desa. Secara keseluruhan, potensi sumber daya alam Desa Tambaksari terletak pada pertanian tanaman pangan, terutama tembakau, jagung, dan padi, yang diperkuat dengan keberadaan palawija, hortikultura, serta hutan. Peternakan dan perikanan memang belum berkembang maksimal, tetapi tetap memberi kontribusi kecil dalam kehidupan masyarakat. Dengan karakter iklim yang unik, Desa Tambaksari menghadapi tantangan besar, sekaligus memiliki peluang untuk terus mengoptimalkan sumber daya alam yang ada demi meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Pemberdayaan masyarakat menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam Desa Tambaksari. Peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan teknik budidaya modern, pemanfaatan irigasi sederhana, serta diversifikasi komoditas pertanian diharapkan mampu meningkatkan hasil panen. Pemanfaatan lahan kering dengan pola tanam yang tepat dan berorientasi pada kebutuhan lokal juga dapat memperkuat ketahanan pangan. Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan pihak swasta penting untuk membuka akses permodalan, teknologi, dan pemasaran produk pertanian. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya bergantung pada satu komoditas, tetapi memiliki berbagai alternatif usaha yang lebih berkelanjutan. Harapannya, Desa Tambaksari mampu menjadikan sektor pertanian sebagai fondasi utama perekonomian yang tangguh. Dengan dukungan kehutanan, peternakan, dan pemanfaatan sumber daya lain, serta partisipasi aktif masyarakat, desa ini berpotensi berkembang menjadi desa mandiri dan sejahtera, tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan yang menjadi warisan bagi generasi mendatang. 2. Potensi Sumber Daya Manusia (SDM) Masyarakat Desa Tambaksari sebagian besar berada pada usia produktif, sehingga menjadi aset penting dalam mendukung pembangunan desa. Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani, pedagang kecil, maupun pekerja dengan jenis pekerjaan tetap maupun tidak tetap. Kehidupan sosial di desa ini sangat kental dengan nilai gotong royong, tercermin dari kebiasaan saling membantu dalam kegiatan pertanian, hajatan, dan pembangunan sarana umum. Semangat kebersamaan ini menjadi kekuatan sosial yang penting dalam membangun kemandirian desa, sekaligus menjaga keharmonisan antarwarga. Di luar sektor pertanian dan perdagangan kecil, terdapat pula tenaga kerja dari kalangan ibu rumah tangga, bidan desa, serta pegawai negeri sipil (PNS) yang turut menopang kebutuhan keluarga sekaligus memberikan stabilitas dalam struktur sosial masyarakat. Peran perempuan dalam kegiatan ekonomi cukup terlihat, meskipun umumnya dilakukan dalam skala kecil, seperti membantu usaha keluarga, berdagang di warung, atau mengelola hasil pertanian rumah tangga. Selain itu, keberadaan pabrik rumahan juga membuka peluang kerja tambahan, meskipun masih terbatas pada jenis pekerjaan sederhana. Kehadiran aktivitas ekonomi informal ini secara tidak langsung membantu masyarakat menjadi lebih produktif serta meningkatkan perputaran ekonomi desa. Para pemuda Desa Tambaksari juga memiliki peran tersendiri dalam dinamika perekonomian. Sebagian besar ikut terlibat langsung dalam kegiatan pertanian bersama keluarga, namun tidak sedikit pula yang memilih merantau untuk mencari tambahan penghasilan. Fenomena khas yang menonjol adalah banyaknya pemuda yang merantau untuk menjual bendera menjelang Hari Kemerdekaan. Aktivitas musiman ini menunjukkan adanya kreativitas, jiwa wirausaha, serta kemampuan adaptasi mereka dalam melihat peluang ekonomi. Meskipun sifatnya sementara, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemuda desa memiliki potensi besar dalam mengembangkan usaha berbasis kreativitas dan kebutuhan pasar. Jika potensi ini dapat difasilitasi, bukan tidak mungkin semangat wirausaha tersebut bisa berkembang menjadi usaha berkelanjutan yang mampu memberikan dampak ekonomi lebih luas. Namun, kecenderungan pemuda untuk merantau juga menandakan terbatasnya lapangan pekerjaan di desa. Kondisi ini sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah desa dalam menyediakan ruang pemberdayaan dan pengembangan keterampilan agar para pemuda tidak hanya bergantung pada pekerjaan musiman atau merantau keluar desa. Melalui program pelatihan, penguatan usaha mikro, serta penyediaan akses permodalan, pemuda desa dapat diarahkan untuk membangun peluang usaha di desa sendiri. Selain itu, potensi sektor pertanian yang melimpah juga bisa menjadi ruang inovasi bagi pemuda dalam mengembangkan produk olahan, pemasaran digital, maupun usaha berbasis komunitas. Dengan pemanfaatan dan peningkatan keterampilan yang tepat, sumber daya manusia (SDM) di Desa Tambaksari berpotensi menjadi motor penggerak utama pembangunan ekonomi desa. Dukungan dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta peran aktif pemuda diharapkan mampu menciptakan sistem ekonomi lokal yang berkelanjutan, tidak hanya bergantung pada sektor pertanian tradisional, tetapi juga berkembang ke arah diversifikasi usaha yang lebih inovatif. Pada akhirnya, keberhasilan mengoptimalkan SDM produktif ini akan menjadikan Desa Tambaksari lebih mandiri, berdaya saing, sekaligus mampu menghadapi dinamika ekonomi di masa depan. C. Permasalahan Ekonomi Desa Tambaksari Permasalahan ekonomi adalah tantangan yang umum dialami oleh masyarakat di berbagai daerah, termasuk Desa Tambaksari. Keterbatasan sumber daya, ketergantungan pada sektor tertentu, dan akses yang terbatas terhadap pasar maupun lembaga keuangan sering menjadi hambatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setelah mahasiswa KKM Patriot Desa Emas STAI Al-Musaddadiyah Garut melakukan penelitian di bidang ekonomi di Desa Tambaksari, kami menemukan beberapa permasalahan yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat. Kondisi ini terlihat jelas melalui beberapa kendala yang membatasi pengembangan ekonomi desa secara optimal. Adapun Secara keseluruhan, permasalahan ekonomi Desa Tambaksari yaitu meliputi: 1. Minimnya inovasi dalam pertanian. 2. Terbatasnya akses ke pasar dan lembaga keuangan. 3. Banyaknya pemuda yang merantau. 4. Banyak lahan kosong atau carik yang tidak dikelola. 5. Kendala terkait bantuan sosial dan transparansi. Untuk memberikan gambaran yang lebih sistematis mengenai permasalahan ekonomi di desa tambaksari, berikut disusun dalam bentuk tabel yang memuat masalah utama, akar masalah, solusi yang dapat dilakukan, serta rencana strategis untuk mengatasinya. Tabel ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi upaya pemberdayaan ekonomi dan pengembangan potensi Desa Tambaksari. No Masalah Ekonomi Akar Masalah Problem Solving Rencana Strategis 1. Minimnya inovasi dalam pertanian. Metode tradisional, jarang menggunakan teknologi modern Pelatihan teknologi pertanian Kerjasama dengan dinas pertanian untuk pelatihan 2. Terbatasnya akses ke pasar dan lembaga keuangan Tidak ada pasar, koperasi, bank, atau lembaga mikro, distribusi bergantung pada pedagang kecil Menyediakan akses pembiayaan mikro dan pengembangan pasar lokal Pendirian koperasi simpan pinjam, serta pembangunan pasar desa 3. Banyaknya pemuda yang merantau Minimnya peluang kerja lokal Membuka peluang usaha lokal program pemuda wirausaha serta dukungan modal awal 4. Banyak lahan kosong atau carik yang tidak dikelola Kurangnya modal, dan informasi pemanfaatan lahan Penyuluhan pengelolaan lahan, serta pemetaan laha produktif Kerjasama dengan kelompok tani dan perangkat desa mengenai program optimalisasi lahan desa 5. Kendala terkait bantuan sosial (bansos) dan transparansi Data penerima tidak akurat, dan mekanisme distribusi kurang jelas Sistem pendataan yang transparan Digitalisasi data warga, audit berkala, dan transparansi penggunaan dana desa Dari tabel di atas, terlihat bahwa permasalahan ekonomi Desa Tambaksari merupakan kendala yang kompleks dan saling terkait. Minimnya inovasi dalam pertanian, terbatasnya akses pasar dan lembaga keuangan, tingginya angka pemuda merantau, banyaknya lahan kosong yang tidak dikelola, serta kendala dalam bantuan sosial dan transparansi, semuanya memengaruhi kesejahteraan masyarakat dan pengembangan potensi desa secara menyeluruh. Minimnya inovasi dalam pertanian menjadi faktor yang membatasi produktivitas. Petani di desa ini banyak yang masih menggunakan metode tradisional, dengan sedikit atau bahkan tanpa pemanfaatan teknologi modern maupun varietas unggul. Kondisi ini menyebabkan hasil panen tidak optimal dan pendapatan petani sulit meningkat. Dampaknya, generasi muda kurang tertarik untuk meneruskan usaha pertanian, sehingga potensi sektor ini tidak berkembang secara berkelanjutan. Selain itu, akses masyarakat ke pasar dan lembaga keuangan juga masih sangat terbatas. Desa Tambaksari belum memiliki pasar permanen yang memadai, sehingga warga banyak bergantung pada pedagang perantara atau warung kecil untuk memasarkan hasil pertanian. Keterbatasan akses terhadap bank atau koperasi simpan pinjam juga menghambat masyarakat dalam memperoleh modal usaha, membeli input pertanian, dan menjual produk secara lebih luas. Kondisi ini menekan peluang peningkatan ekonomi desa dan memperlambat penguatan kesejahteraan masyarakat. Fenomena sosial seperti banyaknya pemuda yang merantau turut memengaruhi kondisi ekonomi desa. Minimnya kesempatan kerja yang menjanjikan mendorong pemuda meninggalkan desa untuk mencari pekerjaan di kota. Akibatnya, desa kehilangan tenaga kerja produktif yang dapat mengembangkan usaha pertanian maupun sektor ekonomi lainnya. Kurangnya regenerasi tenaga kerja muda juga berdampak pada berkurangnya inovasi dan ide kreatif dalam memajukan ekonomi desa. Kondisi lahan di desa juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak lahan kosong atau carik yang tidak dikelola secara produktif. Padahal, lahan-lahan ini memiliki potensi untuk ditanami tanaman pangan, hortikultura, atau digunakan untuk usaha produktif lain. Kekurangan tenaga kerja, modal, dan informasi pengelolaan lahan membuat lahan tetap terbengkalai sehingga potensi peningkatan pendapatan masyarakat tidak maksimal. Selain itu, kendala terkait bantuan sosial dan transparansi turut memengaruhi perekonomian desa. Bantuan dari pemerintah maupun lembaga non-pemerintah terkadang tidak tepat sasaran karena data penerima tidak akurat dan mekanisme distribusi kurang jelas. Kurangnya transparansi dalam pengelolaan dana desa dan program bantuan menimbulkan ketidakpastian bagi masyarakat, menurunkan kepercayaan warga terhadap program pembangunan, dan mengurangi efektivitas bantuan sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, permasalahan ekonomi Desa Tambaksari mencerminkan kendala yang saling terkait dan kompleks. Penanganan yang terintegrasi sangat diperlukan agar potensi sumber daya alam desa dapat dimanfaatkan secara optimal, kesempatan kerja dapat tercipta, dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan. D. Fokus Program No. Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Tagging lokasi UMKM UMKM yang ada di Desa Tambaksari Memberikan layanan kepada konsumen oleh pedagang dengan mencantumkan alamat di google maps 2. Sertifikasi halal UMKM UMKM yang ada di Desa Tambaksari Memberikan kepastian kehalalan produk terhadap pedagang dan konsumen 3. Penanaman sayuran bersama kader PKK Kader PKK Menghidupkan kembali Harum Madu yang sempat mangkrak selama beberapa tahun kebelakang 4. Pemberian benih sayuran kepada masyarakat Masyarakat Masyarakat bisa memanfaatkan sayuran yang ditanam sendiri baik untuk konsumsi ataupun untuk di perjual belikan. Tagging lokasi UMKM Sertifikasi halal UMKM   Penanaman sayuran bersama kader PKK sekaligus pemberian benih kepada masyarakat BAB VIII KESEHATAN DI DESA TAMBAKSARI Oleh: Muhammad raja sayyid rahmatullah,alya key A. Kondisi Kesehatan Desa Tambaksari Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Tambaksari, Kecamatan Lewigoong, Kabupaten Garut. Kondisi kesehatan masyarakat di desa ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari lingkungan, pola hidup, hingga akses terhadap fasilitas kesehatan. Sebagai desa yang masih kental dengan suasana agraris, sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian, sehingga pola aktivitas, kebiasaan, serta pemahaman tentang kesehatan sangat erat kaitannya dengan pekerjaan sehari-hari. Secara umum, masyarakat Desa Tambaksari memiliki kesadaran yang cukup baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Namun, keterbatasan sarana dan prasarana kesehatan di tingkat desa sering kali menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, peran posyandu, bidan desa, serta program-program kesehatan dari pemerintah daerah menjadi sangat penting dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat di desa ini. a. Stunting Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang masih menjadi perhatian di Desa Tambaksari, Kecamatan Lewigoong, Kabupaten Garut. Kondisi ini umumnya terjadi akibat kekurangan gizi kronis yang dialami anak sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun. Stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak yang lebih rendah dari standar usianya, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, kecerdasan, serta produktivitas di masa depan. Di Desa Tambaksari, berdasarkan data yang diperoleh, terdapat 1 anak yang mengalami stunting dari total … penduduk. Angka ini menunjukkan bahwa permasalahan stunting masih perlu mendapat perhatian serius, meskipun secara persentase jumlahnya tidak terlalu tinggi. Penyebab utama stunting di desa ini diduga berkaitan dengan faktor pola asuh, asupan gizi yang belum optimal, serta keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan. No Nama JK Tgl Lahir Prov Kab/Kota Kec Desa/Kel 1 azka L 10/07/2017 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 2 sandi L 20/03/2018 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 3 ridwan L 27/12/2016 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 4 naufal abdul aziz L 17/07/2017 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 5 laras P 20/11/2020 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 6 n silva P 07/09/2019 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 7 adinda adelia P 20/10/2019 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 8 debi raisa putri P 05/03/2020 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 9 Adnan L 06/04/2017 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 10 Panesa P 20/02/2018 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 11 Nayra M P 26/08/2017 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 12 Rafa Maulana L 05/09/2017 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 13 Arsila P 27/01/2018 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 14 AZHAR L 03/01/2020 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 15 Firman Nuriman L 20/07/2019 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 16 Bita P 18/08/2019 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 17 Arsela Putri P 26/12/2020 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 18 Nazaharul Amrilah L 19/12/2020 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 19 Nadila Kanza P 08/12/2015 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI Upaya pencegahan stunting di Desa Tambaksari telah dilakukan melalui program posyandu, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita, serta penyuluhan gizi bagi ibu hamil dan menyusui. Namun, diperlukan kesinambungan program serta peningkatan kesadaran masyarakat agar angka stunting dapat terus ditekan. Dukungan dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat sangat berperan penting dalam keberhasilan penanganan masalah ini. b. Posyandu Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu sarana kesehatan berbasis masyarakat yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Desa Tambaksari, Kecamatan Lewigoong, Kabupaten Garut. Kegiatan posyandu meliputi penimbangan balita, imunisasi, pemberian vitamin, serta penyuluhan kesehatan bagi ibu hamil dan menyusui. Di Desa Tambaksari sendiri, posyandu sudah terbentuk 9 posyandu dari total 12 RW yang ada. Keberadaan posyandu ini membantu masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan dasar secara lebih mudah dan dekat. Meski demikian, keterbatasan jumlah posyandu menyebabkan belum semua warga dapat mengakses layanan kesehatan secara merata. NO DESA POSYANDU KADER STRATA POSYANDU PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI 1 RW 01 1 5 1 2 RW 02 1 5 1 3 RW 03 1 5 1 4 RW 04 5 RW 05 1 7 1 6 RW 06 7 RW 07 1 5 1 1 8 RW 08 1 7 1 9 RW 09 1 5 1 10 RW 10 1 5 1 11 RW 11 JUMLAH 8 44 0 0 5 3 Untuk meningkatkan efektivitas posyandu, peran kader kesehatan desa menjadi sangat penting. Mereka berperan sebagai ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar serta menyampaikan informasi mengenai pola hidup sehat kepada masyarakat. Dukungan dari pemerintah desa serta koordinasi dengan tenaga medis puskesmas juga diperlukan agar pelayanan posyandu semakin optimal dan dapat menjangkau seluruh masyarakat. B. Sarana Kesehatan Sarana kesehatan merupakan fasilitas yang berfungsi memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat, baik dalam bentuk pemeriksaan, pengobatan ringan, maupun rujukan ke fasilitas yang lebih lengkap. Di Desa Tambaksari, Kecamatan Lewigoong, Kabupaten Garut, keberadaan sarana kesehatan masih terbatas. Berdasarkan data, terdapat 8 sarana kesehatan yang aktif melayani masyarakat desa. Jumlah ini belum sepenuhnya sebanding dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 1200±jiwa, sehingga dalam praktiknya masih ada warga yang harus menempuh jarak lebih jauh untuk memperoleh layanan kesehatan yang lebih lengkap, seperti ke puskesmas atau rumah sakit di kecamatan terdekat. NO DESA PUSKESMAS PUSTU BALAI PEGOBATAN PUSKESDES TEMPAT PRAKTEK BIDAN JUMLAH BIDAN JUMLAH DOKTER RUANGAN POSYANDU JUMLAH PERAWAT RUANGAN POSYANDU 1 RW 01 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 RW 02 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 RW 03 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 RW 04 0 0 0 1 1 0 0 0 0 5 RW 05 0 0 0 0 0 0 1 2 1 6 RW 06 0 0 0 1 1 0 0 1 0 7 RW 07 1 0 0 1 1 0 0 0 0 8 RW 08 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 RW 09 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 RW 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 RW 11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH 0 1 0 0 3 3 0 1 3 1 Meskipun demikian, keberadaan sarana kesehatan di desa tetap memiliki peran penting, terutama dalam pelayanan dasar seperti imunisasi, pemeriksaan ibu hamil, pengobatan penyakit ringan, serta penyuluhan kesehatan. Untuk meningkatkan kualitas layanan, diperlukan dukungan berupa penambahan tenaga kesehatan, fasilitas penunjang, dan koordinasi yang lebih baik dengan puskesmas maupun dinas kesehatan. C. Permasalahan Kesehatan Di Desa Tambaksari a. Air Bersih Ketersediaan air bersih merupakan faktor yang sangat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Air bersih tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum, memasak, dan mandi, tetapi juga berperan besar dalam mencegah penyakit menular, terutama yang disebabkan oleh bakteri dan virus dari lingkungan yang kurang higienis. Di Desa Tambaksari, Kecamatan Lewigoong, Kabupaten Garut, jumlah sumber air bersih yang tercatat sebanyak 1285 sumber. Jumlah ini masih tergolong terbatas jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada. Keterbatasan akses terhadap air bersih berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari penyakit kulit hingga diare yang sering menyerang anak-anak maupun orang dewasa. NO RW JUMLAH KETERANGAN 1 01 PAMSIMAS WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGSARI 2 02 3 03 4 04 5 05 WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANSARI 6 06 7 07 8 08 9 09 10 10 PAMSIMAS 11 11 TOTAL 1,285 Untuk mengatasi permasalahan ini, masyarakat biasanya mengandalkan sumber air alternatif, baik dari sumur maupun aliran sungai, meskipun kualitasnya tidak selalu terjamin. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait lainnya untuk meningkatkan jumlah serta kualitas sumber air bersih, sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik. b. MCK Fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) merupakan sarana penting dalam menunjang kesehatan masyarakat serta menjaga kebersihan lingkungan. Keberadaan MCK yang memadai dapat membantu mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, disentri, maupun penyakit kulit akibat sanitasi yang kurang baik. Di Desa Tambaksari, Kecamatan Lewigoong, Kabupaten Garut, terdapat 14 unit MCK yang dapat digunakan oleh masyarakat. Jumlah ini tergolong cukup, namun masih ada tantangan dalam hal pemerataan pemanfaatan dan pemeliharaan fasilitas. Beberapa MCK yang tersedia belum sepenuhnya digunakan dengan baik karena kebiasaan sebagian warga yang masih lebih memilih buang air di sungai atau tempat terbuka. NO DESA JUMLAH 1 RW 01 1 2 RW 02 1 3 RW 03 2 4 RW 04 2 5 RW 05 2 6 RW 06 1 7 RW 07 2 8 RW 08 2 9 RW 09 10 RW 10 1 11 RW 11 TOTAL 14 Upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sangat diperlukan agar fasilitas MCK yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, perhatian terhadap perawatan fasilitas juga penting dilakukan agar MCK tetap layak pakai dan berfungsi maksimal dalam menjaga kesehatan masyarakat desa. c. Sampah Pengelolaan sampah di Desa Tambaksari, Kecamatan Lewigoong, Kabupaten Garut, masih dilakukan secara sederhana oleh masyarakat. Sebagian besar warga membakar sampah rumah tangga di halaman atau lahan kosong di sekitar rumah. Cara ini memang dianggap praktis, tetapi berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan gangguan kesehatan, terutama jika dilakukan secara terus-menerus dalam skala besar. Selain dibakar, ada juga sistem pengumpulan sampah yang dilakukan oleh individu atau pihak swasta yang berkeliling desa untuk mengambil sampah rumah tangga. Sampah yang terkumpul biasanya dibawa ke tempat penampungan sementara atau langsung dibuang ke lokasi yang sudah ditentukan. Pola ini cukup membantu masyarakat, namun cakupannya masih terbatas dan belum menjangkau seluruh wilayah desa. Secara umum, belum terdapat sistem pengelolaan sampah terpadu di desa ini. Hal ini menunjukkan perlunya peran serta pemerintah desa bersama masyarakat dalam menciptakan pola pengelolaan sampah yang lebih sehat dan berkelanjutan, misalnya melalui penyediaan TPS (Tempat Pembuangan Sementara), pengolahan sampah organik menjadi kompos, atau program daur ulang sederhana. Dengan langkah tersebut, diharapkan kebiasaan membakar sampah dapat berkurang dan kualitas lingkungan desa dapat meningkat.   D. Fokus Program No. Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Membantu Pendataan tumbuh kembang anak dan kesehatan lansia di Posyandu Anak- anak dan lansia di Desa Tambaksari Membantu dan mendapatkan data kesehatan 2. Membantu pemberian Vitamin pada anak di Posyandu Anak anak di Desa Tambaksari Membantu   Puskesmas Pembantu   Posyandu   Olahraga Senam BAB IX DESKRIPSI HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN DI DESA TAMBAKSARI Dalam mempermudah analisis terhadap satu persatu permasalahan desa dapat dilakukan dengan menggunakan metode analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Treats). Metode analisis SWOT adalah metode praktis yang digunakan untuk mencari tahu kekuatan, kelemahan, kesempatan dan hambatan. Dalam suatu permasalahan, dapat digali kekuatan atau potensi yang usdah dimiliki, kemudian dicari kelemahan yang ada sehingga hal tersebut menjadi suatu permasalahan. Lebih jauh lagi, upaya pemecahan masalah digali melalui kesempatan atau dukungan suportif yang dimiliki serta meluruskan hambatan yang ada. Penjelasan permasalahan yang ada di desa melalui metode analisis SWOT akan bisa diuraikan perdusun atau perlokasi binaan KKM. Matrik Swot 01 Bidang Pendidikan Strenght Weakness Opportunities Threats Masyarakat lingkungan Desa Tambaksari sangat mendukung segala kegiatan yang dilaksanakan oleh Mahasiswa KKM Kurangnya fasilitas bingbingan belajar seperti buku panduan pembelajaram kurikulum anak sekolah dasar Mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan bingbingan belajar merasa senang karena partisipasi anak-anak sekolah dasar yang menunjukan keseriusannya belajar yang tinggi serta keakraban anak-anak kepada Mahasiswa KKM Anak-anak sekolah dasar masih sering ribut disaat jam pembelajaran berlangsung sehingga belajar menjadi kurang efektif Matrik Swot 02 Bidang Sosial Dan Kemasyarakatan Strenght Weakness Opportunities Threats Warga sangat antusias dalam berpartispasi di bidang sosial Kondisi masyarakat dalam berkerja bakti sudah hampir hilang diwilayah ini dengan antusiasnya mahasiswa KKM untuk kerja bakti sehingga masyarakat yang melihat mau ikut berpartisipasi dalam kegiatan bersih bersih tersebut Kurangnya antusiasme masyarakat dalam berkerja bakti, apalagi masyarakat sibuk dalam mencari mata pencahariannya masing masing Matrik Swot 03 Bidang Keagamaan Strenght Weakness Opportunities Threats Antusias warga terkhusus anak-anak sangatlah besar dalam proses pembinaan keagamaan Kurangnya tenaga pengajar sehingga proses kegiatan berlangsung kurang efektif Tersedianya SDM Mahasiswa yang berkompetensi dalam membantu melakukan pembinaan dan melatih anak-anak TK-TPA. Kurangnya ketersediaan Al-Qur’an dan Iqra yang bisa dibaca oleh anak-anak TK dan TPA Beberapa tokoh masyarakat sangat mendukung adanya pengadaan Al-Qur’an di masjid-masjid dan pesantren di Desa Tambaksari, sehingga anak-anak mendapatkan fasilitas untuk belajar membaca dan memahami Al-Qur’an Kurangnya kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam mempersiapakan Al-Qur’an dan Iqra untuk anak-anak mereka Bantuan Al-Qur’an dan Iqra yang telah diusahakan oleh mahasiswa KKM membuat masyarakat dan anak-anak mereka senang. Meski bantuan ini masih sangat terbatas Bantuan pengadaan Al-Quran terhambat karena kurang banyaknya Al-Qur’an yang diberikan Dukungan kuat dari tokoh masyarakat terhadap program pemberian pakaian muslim (koko) dan mukena, sehingga masyarakat merasa lebih termotivasi untuk beribadah dengan layak dan khusyuk. Masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk berpartisipasi secara mandiri dalam menyediakan pakaian muslim, sehingga ketergantungan pada bantuan dari pihak luar cukup tinggi. Program ini dapat meningkatkan kekhidmatan dalam beribadah, mempererat ukhuwah islamiyah antarwarga, dan menjadi contoh gerakan sosial keagamaan yang dapat berkelanjutan. Bantuan pakaian muslim dan mukena yang disalurkan masih terbatas, sehingga tidak semua masyarakat bisa mendapatkan, berpotensi menimbulkan rasa kurang adil atau kecemburuan sosial. Matrik Swot 04 Bidang Kesehatan Strenght Weakness Opportunities Threats Pemerintahan desa tambaksari sangat mendukung kegiatan mahasiswa Kurangnya tenaga pembantu di posyandu tiap-tiap RW Mahasiswa bisa membantu kegiatan yang ada di posyandu baik itu pemeriksaan kesehatan anak dan lansia juga membantu memberikan vitamin kepada ank-anak Masyarakat terbantu akan adanya kegiatan tersebut Matrik Swot 05 Bidang Pemerintahan Strenght Weakness Opportunities Threats Pemerintahan Desa merasa sangat terbantu akan kehadiran mahasiswa KKM terutama dalam mengadakan sebuah acara hari besar di lingkungan pemerintahan desa Kurangnya pengetahuan akan sesuatu hal yang baru terutama di bidang manajemen Mahasiswa mampu memberikan bimbingan kepada pemerintahan desa dalam melaksanakan sebuah acara hari besar yang aman dan kondusif Kurang pahamnya pemerintah desa dalam mengatur sebuah acara Alhamdulillah selama melakukan kegiatan KKM. kegiatan kamai mendapatkan dukungan dari bapak desa, Beliau mengatakan: "apapun yang teman-teman lakukan asalkan itu baik untuk warga desa Tambaksari, bapak dukung". Dan baiknya lagi bapak kepala desa selalu menyempatkan diri untuk hadir ketika kami mengundangnya walaupun dalam beberapa kegiatan bapak kepala desa jarang hadir dalam acara-acara kami laksanakan karena kesibukan beliau sebagai kepala desa. Dan alhamdulillah lagi kami berada di lingkungan bersama warga yang selalu berpartisipasi dalam setiap acara ataupun kegiatan yang kami laksanakan, mulai dari kegiatan pendataan penduduk, mengajar mengaji, lomba, kegiatan keagamaan, bimbingan belajar anak dan kerja bakti. Kami juga banyaj belajar dari tokoh masyarakat dan elemen masyarakat lainnya yang ada di desa tempat kami KKM. Dari mereka kami belajar hidup mandiri dan bersosialisasi dengan masyarakat banyak. Dalam mempermudah analisis terhadap satu persatu permasalahan desa dapat dilakukan dengan metode analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities and Threats). Metode analisis SWOT adalah adalah metode praktis yang digunakan untuk mencari tahu kekuatan, kelemahan, kesempatan dan hambatan dari setiap permasalahan. Dalam suatu permasalahan, dapat digali kekuatan atau potensi yang sudah dimiliki, kemudian dicari kelemahan yang ada sehingga hal tersebut menjadi suatu menjadi permasalahan. Lebih jauh lagi, upaya pemecahan masalah digali melalui kesempatam atau dukungan suportif yang dimiliki serta meluruskan hambatan yang ada. Penjelasan permasalahan desa melalui metode analisis SWOT akan diuraikan per-dusun atau per-lokasi KKM. BAB X PENUTUP A. Kesimpulan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) secara umum diartikan sebagai bentuk kerja lapangan bagi mahasiswa yang telah melaksanakan kewajiban akademik. Namun, pada praktiknya, KKM dapat dipahami dari beberapa sudut pandang. Pertama, bagi mahasiswa, KKM bukan sekadar pengaplikasian teori yang telah diajarkan secara formal di bangku kuliah, melainkan sebagai wadah pengembangan life skills melalui pelebaran makna dari materi-materi bidang studinya. Kedua, bagi masyarakat yang menjadi mitra kegiatan, KKM bukan hanya kegiatan pendamping, melainkan juga forum terbuka untuk mewujudkan kehidupan desa yang lebih baik karena adanya agen perubahan, yaitu para pemuda desa dan mahasiswa KKM itu sendiri. Selama melaksanakan KKM, kami telah berusaha menyelesaikan beberapa permasalahan yang ada di Desa Tambaksari. Permasalahan tersebut kami kelompokkan ke dalam beberapa bidang berikut: 1. Bidang Pemerintahan • Kolaborasi dengan Polres untuk sosialisasi pembuatan SKCK. • Membantu menjadi panitia dalam memeriahkan acara 17 Agustus di Pemerintahan Desa. • Pendataan perkawinan. 2. Bidang Sosial Kultur • Mengadakan forum silaturahmi antar tokoh dan lembaga kemasyarakatan. • Mengadakan perawatan lingkungan pada hari Jumat (jumsi). • Mempercantik tugu/gapura. • Menjadi koordinator pemuda dan pemudi dalam kelancaran acara 17 Agustus di tingkat RT/RW. 3. Bidang Keagamaan • Mengadakan pengajian malam Jumat yang sebelumnya belum ada. • Menyelenggarakan tadarus rutin setiap setelah salat Magrib dan Subuh. • Menyalurkan mushaf Al-Qur’an di tiga titik berbeda. • Menyalurkan pakaian muslim (baju koko dan mukena). • Memberikan saran kepada sesepuh Masjid Al-Hikmah untuk membentuk kepengurusan masjid (DKM). • Membuat rak Al-Qur’an. • Menyelenggarakan tabligh akbar pada malam puncak perpisahan KKM STAIM 2025. 4. Bidang Pendidikan • Membuat pojok baca. • Melakukan pendataan lembaga pendidikan. • Membantu lembaga pendidikan (TK, SD, MDTA). • Sosialisasi ketahanan pangan. • Penanaman bersama anak-anak SD. • Sosialisasi anti bullying. • Membuat Alat Peraga Edukasi (APE) di lembaga pendidikan PAUD. • Bimbingan belajar anak di posko. 5. Bidang Kesehatan • Membantu pendataan tumbuh kembang anak dan kesehatan lansia di posyandu. • Membantu pemberian vitamin pada anak di posyandu. 6. Bidang Ekonomi • Tagging lokasi UMKM. • Sertifikasi halal UMKM. • Penanaman sayuran bersama kader PKK. • Pemberian benih sayuran kepada masyarakat. • Tidak semua masalah dapat terselesaikan secara sempurna, terutama dalam bidang ekonomi dan teknologi, karena keterbatasan waktu dan dana. Oleh sebab itu, beberapa program yang belum terselesaikan kami rekomendasikan kepada pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti ke depannya. B. Rekomendasi Berdasarkan kegiatan mahasiswa KKM yang telah dilakukan, maka kami memberikan beberapa rekomendasi kepada pihak-pihak terkait sebagai berikut: • Pemerintah Desa diharapkan terus menjalin kolaborasi dengan pihak kepolisian untuk mempermudah masyarakat dalam pembuatan SKCK. • Pemerintah Desa lebih memperhatikan pencatatan administrasi, khususnya dalam hal pendataan perkawinan. • Pemerintah Desa sebaiknya meningkatkan fasilitas serta dukungan pada kegiatan masyarakat, seperti peringatan HUT RI agar lebih meriah dan melibatkan banyak pihak. • Perlu adanya keberlanjutan kegiatan forum silaturahmi antar tokoh dan lembaga kemasyarakatan sebagai wadah musyawarah bersama. • Program perawatan lingkungan (jumsi) perlu dilanjutkan secara rutin dan didukung oleh perangkat desa. • Tugu/gapura desa perlu dijaga dan dipercantik secara berkala agar menjadi identitas kebanggaan masyarakat. • Kegiatan kepemudaan dalam acara tingkat RT/RW harus terus diperkuat agar pemuda memiliki peran aktif di tengah masyarakat. • Pengajian malam Jumat dan tadarus rutin yang sudah dimulai hendaknya dijaga keberlanjutannya dengan melibatkan remaja masjid. • Penyaluran mushaf Al-Qur’an serta pakaian muslim (baju koko dan mukena) hendaknya dilanjutkan oleh pemerintah desa maupun donatur lokal agar tidak terhenti setelah KKM selesai. • Disarankan agar Masjid Al-Hikmah segera membentuk kepengurusan DKM untuk memperkuat tata kelola masjid. • Tablig akbar dapat dijadikan agenda rutin tahunan desa agar semangat keagamaan tetap terjaga. • Pojok baca perlu dikembangkan lebih baik dengan tambahan buku bacaan dari pemerintah maupun masyarakat. • Pemerintah desa diharapkan mendukung lembaga pendidikan (TK, SD, MDTA, PAUD) dengan bantuan sarana prasarana serta peningkatan kreativitas guru. • Kegiatan sosialisasi ketahanan pangan, anti bullying, dan penanaman bersama anak sekolah dapat dijadikan program berkelanjutan bekerja sama dengan pihak sekolah. • Perlu dukungan dana dan tenaga untuk pembuatan alat peraga edukasi (APE) di PAUD agar pembelajaran lebih variatif. • Posyandu perlu mendapatkan perhatian lebih, terutama dalam pendataan tumbuh kembang anak dan kesehatan lansia agar terpantau dengan baik. • Kegiatan pemberian vitamin pada anak hendaknya menjadi rutinitas yang terkoordinasi dengan baik antara bidan desa, kader posyandu, dan pemerintah desa. • Tagging lokasi UMKM harus ditindaklanjuti dengan promosi digital melalui media sosial desa atau marketplace lokal. • Sertifikasi halal UMKM perlu difasilitasi oleh pemerintah agar produk lokal memiliki daya saing. • Program penanaman sayuran dan pembagian benih harus dikembangkan lebih luas dengan melibatkan kelompok tani dan kader PKK. • Pemerintah desa perlu membentuk unit usaha BUMDes yang fokus pada pengembangan UMKM agar masyarakat memiliki tambahan lapangan pekerjaan.   LAMPIRAN-LAMPIRAN DOKUMENTASI Diklat KKM   Survei Lokasi Penerimaan Peserta KKM di Kecamatan Leuwigoong Penerimaan Peserta KKM di Desa Tambaksari Observasi sekaligus silaturahmi ke lembaga pendidikan Senam bersama ibu-ibu di desa Pengajian bersama masyarakat Musyawarah bersama tokoh Masyarakat Tadarus rutinan ba’da Shubuh & Magrib Kunjungan ke UMKM Tahu Kuning Bimbingan Belajar Anak-Anak Program Unggulan Pengajian Rutin Malam Jum’at (Yasinan & Mahalul Qiyam) Kunjungan ke UMKM Gesper (kaki gordeng) Kunjungan sekaligus Silaturahmi ke Tokoh Masyarakat Pembersihan sekaligus penanaman bersama ibu-ibu PKK Diskusi perumusan Perlombaan bersama Karang Taruna Mengajar ke Sekolah Rapat di Desa Jumsih Kunjungan dari Dosen Pembimbing Lapangan Pengecatan Tugu Gapura Kunjungan dari LP2M Penyaluran Mushaf Al-Quran & Iqra Penyaluran Pakaian Muslim (koko & Mukena) Perlombaan 17 Agustus APE (Alat Peraga Edukasi) Sosialisasi Ketahanan Pangan di SDN 1&2 Tambaksari Penanaman bersama SDN 1&2 Tambaksari Perlombaan di Desa Acara Halaqoh Ketahanan Pangan di Margacinta Kunjungan ke P3N Perpisahan di Lembaga Pendidikan Tagging Lokasi & Sertifikasi Halal Acara Puncak Penutupan HUT RI 80 di kampung Pasir Guling Acara Puncak Perpisahan KKM (Tabligh Akbar) Laporan KKM STAIM | Tahun 2025 KKM LIBURAN DI BUMI TAMBAKSARI Pembimbing : Ridwan Munir, S.T., M. Ag Tim Penyusun : Aliya Sriyanti Amanah Pratiwi Apiani Arini Rizma Rahayu Erviana Nurul Awaliyah Maulana Abdul Aziz Muhammad Algi Baehaki Muhammad Raja Syahid Rahmatullah Rahmi Thoyibah Milatiah Rd Alya Nazli R Rika Kartika Salsa Fadila Sayyid Agil Munawar Siti Maskanah Wilsya Warisa Sa’diah Kuliah kerja mahasiswa (KKM) Patriot Desa Emas STAI Al-Musaddadiyah Garut beranggotakan 14 orang mahasiswa yang berasal dari lima Program Studi yang berbeda yaitu Program Studi PAI, HESy, PIAUD, MBS, dan HKI. Pertemuan kami berawal dari sistem pembentukan kelompok yang diatur oleh badan Eksekutif Mahasiswa dari awal pertemuan kami sepakat dalam KKM ini tidak akan terlalu memaksakan diri untuk membuat banyak program-program seperti hal nya kelompok lain yang sangat ambisius. Berbeda dengan kelompok kami yang mengutamakan kapasitas diri yang berbeda-beda ini, tetapi kelompok kami berkomitmen untuk melaksanakan program-program yang santai tapi pasti bagi masyarakat. KKM ini kami jadikan sebagai LIBURAN bagi banyak orang identik dengan waktu bersantai. Namun bagi kami, kata ini memiliki arti yang jauh lebih dalam, yakni Lestarikan Ilmu Bersama Untuk Rakyat Agama dan Negara. Oleh sebab itu kelompok kami memilih judul ini karena ingin menegaskan bahwa KKM bukan hanya sekadar kegiatan formalitas atau pengabdian singkat, melainkan sebuah perjalanan penuh makna. Dalam “liburan” ini, kami tidak hanya beristirahat dari rutinitas perkuliahan, tetapi justru menghidupkan semangat berbagi ilmu, menumbuhkan kepedulian, serta memperkuat nilai-nilai agama dan kebangsaan di tengah masyarakat. Buku ini hadir sebagai dokumentasi dari pengalaman kami selama berada di Desa Tambaksari. Ia merekam kisah kebersamaan, canda tawa, perjuangan, dan pelajaran berharga yang kami dapatkan. Semoga buku LIBURAN ini menjadi pengingat bahwa ilmu tidak hanya untuk dipelajari, tetapi juga untuk dilestarikan dan diamalkan bersama masyarakat demi kemajuan agama dan negara. Kami yang beranggotakan 14 orang, 10 orang perempuan dan 4 orang laki laki terpilih menjadi patriot di Desa Tambaksari Kec. Leuwigoong, kab. Garut. Desa Tambaksari dikatakan sebagai desa pengrajin sekaligus penjual bendera terbesar di kota Garut bahkan hingga skala Nasional, Desa Tambaksari juga kaya akan pertaniannya hal ini memunculkan niat kami untuk sekaligus belajar dari Desa Tambaksari. Kami KKM 01 Desa Tambaksari memiliki jargon yang khas yaitu kata SOLID yang bermakna kuat dalam kekeluargaan baik suka maupun duka kami harus tetap bersama saling menjaga dan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan selama KKM dan setelah KKM selesai. KATA PENGANTAR Alhamdulillah, segala puja dan puji hanya untuk Allah SWT. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan Nabiullah Muhammad SAW. Atas rahmat, petunjuk dan risalah yang mengiringi kehadiran Rasulullah saw. di bumi, sebagai juru selamat umat manusia. Buku ini adalah laporan akhir KKM STAI AI-Musaddadiyah Garut Tahun 2025 di Desa Tambaksari Kecamatan Leuwigoong sebagai bentuk laporan pertanggung jawaban. Akan tetapi, kami menyadari bahwa buku laporan akhir KKM ini tentu tidak bisa terwujud tanpa partisipasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami akan menyampaikan penghargaan yang tinggi dan ucapan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada: 1. Dr. H. Syaik Abdillah, M. Ag, selaku Ketua STAI ΑΙ-Musaddadiyah Garut yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti Kuliah Kerja Mandiri (KKM) di Desa Jayamukti Kecamatan Cihurip. 2. Rofiq Azhar, M. Pd. selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) dan Badan Pelaksana (BP) ККМ 2025 yang telah memberikan peluang untuk melaksanakan KKM di Desa Tambaksari Kecamatan Leuwigoong 3. Ridwan Munir, S.T., M. Ag, Selaku Dosen Pembimbing yang telah membimbing kami dari awal sampai akhir pelaksanaan KKM. 4. Dede Mulyana, selaku Kepala Desa Tambaksari yang telah memberikan izin dan memberikan support terhadap acara yang kita laksanakan. 5. Seluruh Kepala Dusun di Desa Tambaksari yang telah bersedia meluangkan waktu membantu kami dalam merampungkan program KKM di Dusun masing-masing. 6. Pak Hj. Mukhtar selaku tokoh masyarakat di Kampung Pasir Guling dan seluruh masyarakat di Kampung Pasir Guling yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan program KKM STAIM di Desa Tambaksari Kec. Leuwigoong. 7. Seluruh masyarakat di Desa Tambaksari yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan program KKM STAIM di Desa Tambaksari Kec. Leuwigoong. 8. Teman-teman serta rekan-rekan mahasiswa KKM yang mau berbagi dalam suka dan duka selama ber-KKM di Desa Tambaksari Kec. Leuwigoong. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, khususnya pada kampus tercinta STAIM Garut dan dari kami semua. Saran dan kritik senantiasa kami harapkan dari para pembaca. Sebagai ujung tombak pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) STAI al-musaddadiyah Garut senantiasa berusaha melakukan terobosan dan langkah-langkah inovatif untuk mewujudkan kegiatan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang semakin baik dan inovatif. Upaya ini adalah wujud tanggung jawab pengabdian terhadap masyarakat dari STAIM Garut sehingga kegiatan pengabdian masyarakat bisa semakin mendekatkan pihak civitas akademika STAIM Garut dengan masyarakat dan mewujudkan keterlibatan langsung dalam pembangunan masyarakat. Upaya membukukan dan publikasi laporan pelaksanaan KKM ini merupakan inovasi yang telah dilakukan oleh KKM STAIM sebagai upaya memudahkan kepada semua pihak untuk dapat mengakses hasil hasil pengabdian yang telah dilakukan oleh mahasiswa KKM STAIM di bawah bimbingan dosen pembimbing. Dengan adanya publikasi ini program program KKM dapat diukur capaiannya dan jika suatu saat nanti lokasi yang ditempati ber-KKM itu kembali ditempati oleh mahasiswa angkatan berikutnya, maka akan mudah untuk menganalisis capaian yang telah ada untuk selanjutnya dibuatkan program-program yang berkesinambungan. Publikasi laporan KKM ini diinspirasi dari hasil kunjungan-kunjungan ke beberapa penduduk setempat serta bisa terlaksana dengan baik berkat dukungan dan bimbingan dari bapak ketua dan sekretaris LP2M serta seluruh civitas akademik STAIM Garut khusus kepada seluruh dosen pembimbing dan anggota badan pelaksanaan KKM STAI AL-Musaddadiyah Garut dan kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih yang tak terhingga berkat ketekunan dan kerjasamanya sehingga program publikasi laporan KKM ini bisa terlaksana, penghargaan dan ucapan terima kasih juga saya haturkan kepada seluruh mahasiswa KKM angkatan 2022 kelompok Desa Tambaksari atas segala upaya pengabdian yang dilakukan dan menjadi kontributor utama penulisan buku laporan ini. Garut, 7 Safar 1447 H/1 Agustus 2025 M Kelompok 1 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR iv DAFTAR ISI viii MUQADDIMAH xi BAB I PENDAHULUAN 1 A. Dasar Pemikiran 1 B. Gambaran Umum Desa Tambaksari 2 C. Permasalahan ( kondisi setelah survey) 4 D. Kompetensi Mahasiswa KKM 5 E. Fokus/ Prioritas Program 10 F. Sasaran Target 12 G. Jadwal Pelaksanaan Program 22 BAB II METODE PELAKSANAAN PROGRAM 23 A. Metode Participatory Action Research (PAR) 23 B. Pendekatan Community Need Assessment (CNA) 24 BAB III KONDISI UMUM DESA TAMBAKSARI 26 A. Sejarah Desa Tambaksari 26 B. Nama-nama yang Pernah Menjabat Kepala Desa Tambaksari. 27 C. Letak Geografis dan Administratif 29 D. Kondisi Umum Demografi Daerah 30 E. Kondisi Ekonomi 30 F. Potensi Daerah 32 G. Jumlah dan Persebaran Penduduk 32 H. Jumlah dan Proporsi Penduduk Menurut Status Perkawinan 34 BAB IV SOSIO KULTUR DESA TAMBAKSARI 40 A. Pengertian Sosio Kultur 40 B. Kondisi Sosio Kultur Desa Tambaksari 41 C. Bentuk Aktifitas Sosio Kultur masyarakat Desa Tambaksari 43 D. Potensi Sosio Kultur Desa Tambaksari 45 E. Permasalahan Sosio Kultur Desa Tambaksari 48 F. Fokus/Program 50 BAB V KEAGAMAAN DI DESA TAMBAKSARI 59 A. Sejarah Masuknya Islam ke Desa Tambaksari 60 B. Sarana dan Prasarana Peribadahan di Desa Tambaksari 63 C. Organisasi Keislaman 74 D. Permasalahan Keagamaan di Desa Tambaksari 77 F. Fokus/ Program 80 BAB VI PENDIDIKAN DI DESA TAMBAKSARI 94 A. Pengertian Pendidikan 94 B. Kondisi Umum Pendidikan di Desa Tambaksari 103 C. Sarana dan Prasarana Pendidikan 104 D. Permasalahan Pendidikan 104 E. Fokus/program 107 BAB VII Perekonomian Di Desa Tambaksari 117 A. Kondisi Umum Perekonomian di Desa Tambaksari 119 B. Potensi Perekonomian Desa Tambaksari 124 C. Permasalahan Ekonomi Desa Tambaksari 130 D. Fokus Program 135 BAB VIII KESEHATAN DI DESA TAMBAKSARI 139 A. Kondisi Kesehatan Desa Tambaksari 139 B. Sarana Kesehatan 145 C. Permasalahan Kesehatan Di Desa Tambaksari 148 D. Fokus Program 152 BAB IX DESKRIPSI HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN DI DESA TAMBAKSARI 156 BAB X PENUTUP 163 A. Kesimpulan 163 B. Rekomendasi 166 LAMPIRAN-LAMPIRAN DOKUMENTASI Diklat KKM 169   MUQADDIMAH Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri atas Pendidikan dan pengajaran, Penelitian dan Pengembangan serta Pengabdian Masyarakat menggambarkan secara utuh fase-fase menuju pembelajaran sejati. Juga mendeskripsikan bagaimana proses belajar yang baik bagi seorang mahasiswa secara keseluruhan. Dari dalam ke luar, Dari hal yang kecil ke hal yang besar. Mahasiswa KKM STAIM 2025 di Desa Tambaksari Kecamatan Leuwigoong Kabupaten Garut beranggotakan 14 orang dari 5 PRODI yang berbeda. Ketiga prodi tersebut adalah Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HESy), Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Prodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS), Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) Kegiatan KKM berlangsung selama kurang lebih 35 hari (1 bulan) sejak keberangkatan 21 Juli - 25 Agustus 2025. KKM ini kami istilahkan sebagai sebuah pembelajaran di alam nyata, setelah kurang lebih 6 semester belajar di bangku kuliah. KKM adalah belajar dari ruang-ruang kelas menuju ruang-ruang masyarakat. Mahasiswa dituntut untuk mampu menghadapi segala kondisi kehidupan yang dihadapi di lokasi KKM. Bagi kita, mahasiswa yang hebat adalah mahasiswa yang mampu menaklukkan alam mahasiswa yang mampu memoles dan mewarnai kehidupan masyarakat menjadi lebih indah. Bukan mahasiswa yang memaksakan diri untuk bermanja-manja di tengah kerasnya kehidupan yang dihadapi masyarakat di lokasi KKM.   BAB I PENDAHULUAN A. Dasar Pemikiran Menurut UU No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang dilakukan dirinya di masyarakat, bangsa, dan Negara. Dengan dasar inilah mahasiswa melakukan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa dan merupakan salah satu bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi yang diharapkan seorang mahasiswa semakin matang dalam disiplin keilmuannya. Pelaksanaan KKM ditujukan untuk menumbuh kembangkan empati dan kepedulian civitas akademika STAI Al-Musaddadiyah terhadap satu (1) berbagai permasalahan yang riil dihadapi masyarakat (2) pembangunan berkelanjutan yang diperlukan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat islam yang sebenar-benarnya. Selain itu, kegiatan KKM diharapkan bisa melahirkan pribadi yang tangguh, unggul, berkepribadian mulia, serta dapat menjadi pribadi yang luar biasa ketika sudah terjun di masyarakat, berjiwa kepemimpinan. Untuk itu KKM STAI Al-Musaddadiyah di Desa Tambaksari Kec.Leuwigoong tidak hanya berisi kegiatan kerja civitas saja tetapi berisi rangkaian kegiatan integratif interdisipliner yang dikemas secara strategis untuk menyelesaikan permasalahan secara tuntas dan dilaksanakan bersama masyarakat dengan memerankan masyarakat sebagai pelaku penting dan utama serta melibatkan para pemangku kepentingan lain yang terkait. Dalam hal ini, mahasiswa diperankan sebagai problem solver, motivator, fasilitator, dan dinamisator dalam pengembangan proses penyelesaian masalah dan pembangunan masyarakat. Melalui pembaruan konsep tersebut, kehadiran mahasiswa sebagai intelektual muda diharapkan mampu mengembangkan diri sebagai agen atau pemimpin perubahan yang secara cerdas dan tepat menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakatnya. Pada dasarnya KKM merupakan bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat setelah mendapat materi perkuliahan yang senantiasanya dapat berguna di dalam masyarakat itu sendiri. Dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat mahasiswa memberikan pengalaman ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan agama untuk memberikan pengarahan agar dapat memecahkan masalah dan penanggulangannya secara cepat tepat. Selain itu, pembenahan sarana dan prasarana merupakan kegiatan yang dilakukan serta menjadi program kerja bagi mahasiswa. B. Gambaran Umum Desa Tambaksari Sebelum berdiri, Desa Tambaksari merupakan bagian wilayah dari Desa Dungusiku yang termasuk kepada Kecamatan Leuwigoong Kabupaten Garut, karena pada saat itu Desa Dungusiku dianggap penduduknya sudah melebihi batas (padat) untuk ukuran satu wilayah desa maka pada Tahun 1978, melalui Surat Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Barat maka Desa Dungusiku dimekarkan menjadi 2 (dua) desa yakni Desa Dungusiku dan Desa Tambaksari. Adapun nama Tambaksari itu sendiri menurut Tokoh Masyarakat yang pada waktu itu ikut terlibat dalam pemberian nama desa itu sendiri memiliki arti yaitu Balong artinya Kolam dan Sari artinya nyari (menarik) sehingga masyarakat menyebutnya ”Tambak nu asri ” (tempat persinggahan yang nyaman). Jadi secara umum Tambaksari adalah suatu tempat persinggahan Yang dikelilingi pasir sehingga menyerupai kolam yang dapat menarik perhatian orang dan menjadi tempat persinggahan/peristirahatan orang-orang dari luar desa maupun kecamatan. Desa Tambaksari berada kurang lebih antara 107°55’56,97” Longitude Bujur Timur dan 7°6’32,8” Latitude Lintang Selatan, dengan luas wilayah 315,696 Ha yang terdiri dari 2 (3) dusun dengan 12 (Dua Belas) Rukun Warga (RW) dan 29 (Dua Puluh Sembilan) Rukun Tetangga (RT) dengan jumlah penduduk sebanyak 5.118 jiwa dengn jumlah rumah tangga 1.652 kepala keluarga, Desa Tambaksari memiliki batas wilayah administratif sebagai berikut : Sebelah Utara : Dengan Desa Leuwigoong Kecamatan Leuwigoong Sebelah Timur : Dengan Desa Cangkuang Kecamatan Leles Sebelah Selatan : Dengan Desa Cimareme Kecamatan Banyuresmi Sebelah Barat :Desa Dungusiku Kecamatan Leuwigoong C. Permasalahan ( kondisi setelah survey) Berdasarkan hasil survei yang dilakukan selama satu minggu di minggu pertama, ditemukan beberapa masalah yang memungkinkan untuk diselesaikan selama masa Kuliah Kerja Mahasiswa di antaranya: 1. Bidang Pemerintahan Kurang lengkapnya fasilitas yang dimiliki desa (Aula) 2. Bidang sosial kultur Pembinaan pemeliharaan lingkungan Tidak ada forum atau tempat komunikasi warga desa 3. Bidang Pendidikan Kurangnya tenaga pendidik Kurangnya sarana prasarana untuk menunjang pembelajaran Pembelajaran yang monoton 4. Bidang Keagamaan Minimnya penerus di bidang keagamaan 5. Bidang Prekonomian Masyarakat belum berani memuali atau belum mengetahui cara pemasaran secara online sehingga ketertinggalan nya daya saing dalam berjualan di era perkembangan zaman saat ini 6. Bidang Kesehatan Kurangnya sosialisasi kepada orang tua dan anak terhadap pentingnya mengonsumsi makanan bergizi   D. Kompetensi Mahasiswa KKM Mahasiswa KKM Tahun 2025 berasal dari berbagai kompetensi keilmuan yaitu: Sayyid Agil Munawar Merupakan mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam, mahasiswa ini berasal dari kec. Wanaraja, beliau memiliki jiwa sosial yang tinggi dan mudah berbaur dengan masyarakat, dan mempunyai banyak relasi dengan orang orang yang bergelut di bidang kesenian Islam. Rika Kartika Merupakan mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam, mahasiswi ini berasal dari Kota Bandung tepatnya di Majalaya, mahasiswi ini aktif sebagai pengurus di Pondok Pesantren Daarul Ulum, dan kompeten dalam bidang keagamaan serta dalam bidang penulisan karya ilmiah. Aliya Sriyanti Amanah Pratiwi Merupakan mahasiswi Prodi Manajemen Bisnis Syariah, mahasiswi ini berasal dari Makassar yang memiliki kemampuan dalam mengatur keuangan dan kompeten dalam bidang wirausaha, beliau juga pandai dalam mengajar anak anak SD. Maulana Abdul Aziz Merupakan Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam, mahasiswa ini berasal dari Pasirwangi yang memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi, mahasiswa ini pandai berdialog dengan lapisan masyarakat serta dengan pemerintahan, sehingga beliau memiliki relasi dimana-mana. Beliau juga sangat aktif berorganisasi baik itu internal maupun eksternal, dan Mahasiswa ini juga pernah dinobatkan sebagai Presiden Mahasiswa STAIM Periode 2024/2025. Arini Rizma Rahayu Merupakan Mahasiswi Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, mahasiswi ini berasal dari Kec. Pameungpeuk yang memiliki semangat juang yang tinggi dalam memberikan pengajaran kepada anak anak usia dini, beliau juga memiliki keberanian yang tinggi dalam menghadapi masyarakat. M. Raja Sayyid Rahmatullah Merupakan mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam Mahasiswa ini berasal dari Kec. Garut Kota yang memiliki pemikiran pemikiran diluar nalar, sehingga ia dijuluki sebagai ahli filsafat di kelompok KKM, beliau juga memiliki keterampilan lain yaitu keterampilan dalam IT dan karya seni menggambar. Erviana Nurul Awaliyah Merupakan Mahasiswi Prodi Hukum Ekonomi Syariah, mahasiswi ini berasal dari kec. Tarogong Kaler, yang memiliki keterampilan dalam penulisan karya ilmiah, dan juga terampil dalam bidang ekonomi syariah. Apiani Merupakan Mahasiswi Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Mahasiswi ini berasal dari Kec. Cisurupan, beliau memiliki semangat yang tinggi dalam mengajar anak anak usia dini, dan ia juga terampil dalam membuat alat peraga edukasi guna menunjang pembelajaran yang tidak membosankan bagi anak-anak. Wilsya Warisa Sa’diah Merupakan Mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam, Mahasiswi ini berasal dari kota tasik lebih tepatnya di daerah Taraju, beliau memiliki kecakapan dalam berbaur dengan anak anak, sehingga ia disukai oleh anak-anak, hal ini yang menjadikan mahasiswi ini menjadi salah satu guru yang di favoritkan oleh anak anak Rahmi Thoyibah Milatiah Merupakan Mahasiswi Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, mahasiswi ini berasal dari kec. Pasirwangi , dan memiliki keterampilan dalam membuat alat peraga edukasi guna menunjang pembelajaran yang tidak membosankan bagi anak anak, beliau juga mempunyai keterampilan di bidang pertanian yang diwariskan oleh orangtuanya. Muhammad Algi Baehaki Merupakan Mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Mahasiswa ini berasal dari Kec. Bayombong, dan memiliki keterampilan di bidang ekonomi syariah, dan beliau juga memiliki keterampilan lain yaitu di bidang IT/ Teknologi informasi dan dalam bidang fotografer. Salsa Fadila Merupakan Mahasiswi Prodi Manajemen Bisnis Syariah, Mahasiswi ini berasal dari Kec. Leles, dan memiliki kecakapan dalam pendekatan kepada para pemuda dan pemudi sehingga ia dapat mudah akrab dengan para pemuda dan pemudi, ia juga memiliki keterampilan lain yaitu dalam bidang seni tari dan bernyanyi, dengan suara yang merdu ia mampu memikat para hati pendengarnya. Siti Maskanah Merupakan Mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam, Mahasiswi ini berasal dari Kec. Bayombong, beliau adalah salah satu Mahasiswi yang telah berkeluarga dan memiliki 4 orang anak, tetapi semangat nya tidak kalah dengan mahasiswa mahasiswi yang lainnya yang umurnya jauh lebih mudah darinya. Mahasiswi ini ahli dalam bidang agama dan terbiasa memimpin majelis ta’lim, selayaknya seorang ibu beliau memiliki keterampilan dalam memasak dan mengasuh anak, beliau juga sering memberikan nasehat kepada kami anggota KKM dalam menjalankan rumah tangga kelak. Rd Alya Nazli R Merupakan mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam, mahasiswi ini berasal dari Kec. Garut Kota, dan memiliki keterampilan dalam mengajar, mahasiswi ini memiliki kepribadian pendiam tetapi di balik diamnya terdapat keinginan yang besar untuk menjadi pengajar yang berkualitas mumpuni di bidangnya. E. Fokus/ Prioritas Program Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tahun 2025 meliputi bidang pemerintahan, bidang sosial kultur, bidang keagamaan, bidang pendidikan, bidang ekonomi, dan bidang Kesehatan. Fokus Permasalahan Prioritas Program dan Kegiatan Bidang Pemerintahan 1. Kolaborasi dengan Polres untuk disosialisasikan pembuatan SKCK 2. Membantu menjadi panitia dalam memeriahkan acara 17 agustus di Pemerintahan Desa 3. Pendataan perkawinan dan Bidang Sosial Kultur 1. Mengadakan Forum silaturahmi antar tokoh dan lembaga kemasyarakatan 2. Mengadakan perawatan lingkungan pada hari jumat (jumsi) 3. Mempercantik tugu/ gapura 4. Menjadi koordinator para pemuda dan pemudi dalam kelancaran acara 17 agustus di tingkat RT/RW Bidang Keagamaan 1. Mengadakan Pengajian di Malam Jumat yang Sebelumnya tidak ada 2. Tadarus rutin yang diadakan setiap sholat magrib dan sholat shubuh 3. Penyaluran mushaf Al-qur’an di tiga titik berbeda 4. Penyaluran pakaian muslim (baju koko dan mukena) 5. Memberikan saran kepada sesepuh masjid Al-Hikmah untuk membentuk kepengurusan masjid (DKM) 6. Pembuatan rak Al-qur’an 7. Tablig akbar di malam puncak perpisahan KKM STAIM 2025 Bidang Pendidikan 1. Pojok baca 2. Pendataan lembaga pendidikan 3. Membantu lembaga pendidikan (TK, SD, MDTA) 4. Sosialisasi Ketahanan Pangan 5. Penanaman bersama anak-anak SD 6. Sosialisasi Anti Bullying 7. Pembuatan Alat Peraga Edukasi (APE) di lembaga Pendidikan Paud 8. Bimbel anak di posko Bidang Kesehatan 1. Membantu Pendataan tumbuh kembang anak dan kesehatan lansia di Posyandu 2. Membantu pemberian Vitamin pada anak di Posyandu Bidang Ekonomi 1. Tagging lokasi UMKM 2. Sertifikasi halal UMKM 3. Penanaman sayuran bersama kader PKK 4. Pemberian benih sayuran kepada masyarakat F. Sasaran Target Setiap program kerja yang dilaksanakan di lokasi KKM memiliki sasaran dan target, yaitu : Bidang pemerintahan: No. Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Kolaborasi dengan Polres untuk disosialisasikan pembuatan SKCK Masyarakat Membantu Masyarakat 2. Pendataan perkawinan dan perceraian Masyarakat Mengetahui jumlah perkawinan dan perceraian, dari hasil data yang terkumpul maka akan memunculkan program program baru untuk kedepan nya. 3. Membantu menjadi panitia dalam memeriahkan acara 17 agustus di Pemerintahan Desa Pemerintah desa, lembaga lembaga desa dan masyarakat Terselenggaranya berbagai acara yang diadakan oleh pemerintahan desa secara aman dan damai, karena sebelumnya telah di monitoring oleh mahasiswa KKM. Bidang sosial kultur: No. Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Mengadakan Forum silaturahmi antar tokoh dan lembaga kemasyarakatan Aparat pemerintahan RT/RW, para Tokoh Masyarakat, Tokoh agama, serta Masyarakat umum di Kp Pasir Guling Terciptanya komunikasi yang baik di antara lapisan masyarakat, baik itu menyangkut Pemerintahan, Tokoh masyarakat dan Pemuda Pemudi 2. Mengadakan perawatan lingkungan pada hari jumat (jumsi) Lapisan masyarakat Terciptanya kesadaran Masyarakat terhadap lingkungan yang baik dan sehat. 3. Mempercantik tugu/ gapura Masyarakat Membantu 4. Menjadi koordinator para pemuda dan pemudi dalam kelancaran acara 17 agustus di tingkat RT/RW Para Pemuda pemudi di Kp Pasir Guling Para pemuda dan pemudi mampu mengadakan acara acara yang bersifat besar yang diselenggarakan secara aman dan damai. Bidang Keagamaan: No. Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Mengadakan Pengajian di Malam Jumat yang Sebelumnya tidak ada Jamaah masjid Al-Hikmah Kp. Pasir Guling Mengadakan pengajian dan pelatihan pembacaan mahalul qiyam 2. Tadarus rutin yang diadakan setiap sholat magrib dan sholat shubuh Masyarakat dan anak-anak Masyarakat bisa khatam selama satu bulan dengan sistem pembacaan 1 juz sehari Dengan puncak mengadakan syukuran di setiap bulannya. 3. Penyaluran mushaf Al-qur’an di tiga titik berbeda Masjid Al-Hikmah, Masjid An-Nurjanah PP Al-Hidayah Membantu masyarakat dan para santri dalam belajar membaca dan menghafal Al-quran 4. Penyaluran pakaian muslim (baju koko dan mukena) Jamaah masjid Al-Hikmah Kp Pasir Guling Memberi jamaah pakaian yang layak untuk dipakai beribadah 5. Memberikan saran kepada sesepuh masjid Al-Hikmah untuk membentuk kepengurusan masjid (DKM) Sesepuh masjid Al-Hikmah Kp. Pasir Guling Terbentuknya struktur kepengurusan masjid yang jelas guna terciptanya kesejahteraan masjid 6. Pembuatan rak Al-qur’an Masjid Al- Hikmah Kp. Pasir Guling Membantu 7. Tablig akbar di malam puncak perpisahan KKM STAIM 2025 Masyarakat Desa Tambaksari Memberikan suguhan yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Tambaksari di akhir kebersamaan Mahasiswa KKM dengan Masyarakat. Bidang Pendidikan: No. Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Pendataan lembaga pendidikan Lembaga pendidikan yang ada di Desa Tambaksari seperti SD, PAUD dan MDTA Mengetahui jumlah lembaga pendidikan yang ada di Desa Tambaksari 2. Pojok baca MDTA mendorong semangat anak-anak dalam belajar dan memahami sebuah tulisan di dalam sebuah buku. 3. Membantu lembaga pendidikan (TK, SD, MDTA) Lembaga pendidikan yang ada di Desa Tambaksari Membantu tenaga pengajar di lembaga pendidikan di Desa Tambaksari 4. Sosialisasi Ketahanan Pangan Anak-anak di SD 01 dan SD 02 Desa Tambaksari Mendorong semangat para siswa siswi dalam mengonsumsi makanan bergizi. 5. Penanaman bersama anak-anak SD Anak-anak di SD 01 dan SD 02 Desa Tambaksari Memberikan pembelajaran kepada para siswa dan siswi tentang pentingnya menjaga alam guna dapat dimanfaatkan kembali secara efisien. 6. Sosialisasi Anti Bullying Anak-anak di SD 01 dan SD 02 Desa Tambaksari Menyadarkan anak anak terhadap bahayanya tindakan Bullying 7. Pembuatan Alat Peraga Edukasi (APE) di lembaga Pendidikan Paud Lembaga PAUD Desa Tambaksari Memberikan pengajaran yang berbeda sehingga para siswa tidak merasa bosan, dan mampu diikuti oleh guru guru yang ada. 8. Bimbel anak di posko Anak-anak PAUD, anak anak SD Memanfaatkan waktu luang anak dengan hal yang positif dengan cara belajar bersama Mahasiswa KKM. Bidang Kesehatan: No. Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Membantu Pendataan tumbuh kembang anak dan kesehatan lansia di Posyandu Anak- anak dan lansia di Desa Tambaksari Membantu dan mendapatkan data kesehatan 2. Membantu pemberian Vitamin pada anak di Posyandu Anak anak di Desa Tambaksari Membantu Bidang Ekonomi: No. Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Tagging lokasi UMKM UMKM yang ada di Desa Tambaksari Memberikan layanan kepada konsumen oleh pedagang dengan mencantumkan alamat di google maps 2. Sertifikasi halal UMKM UMKM yang ada di Desa Tambaksari Memberikan kepastian kehalalan produk terhadap pedagang dan konsumen 3. Penanaman sayuran bersama kader PKK Kader PKK Menghidupkan kembali Harum Madu yang sempat mangkrak selama beberapa tahun kebelakang 4. Pemberian benih sayuran kepada masyarakat Masyarakat Masyarakat bisa memanfaatkan sayuran yang ditanam sendiri baik untuk konsumsi ataupun untuk di perjual belikan. G. Jadwal Pelaksanaan Program Kegiatan KKM dilaksanakan selama 35 hari pada Tanggal : 21 Juli – 25 Agustus 2025 Tempat : Desa Tambaksari, Kec. Leuwigoong , Kab. Garut.  BAB II METODE PELAKSANAAN PROGRAM A. Metode Participatory Action Research (PAR) Participatory Action Research dapat diartikan sebagai cara atau strategi pemetaan dan pengkajian yang menitik beratkan kepada kemampuan swadaya masyarakat (individu kelompok, dan komunitas) Participatory Action Research (PAR) merupakan metode yang digunakan dalam praktik di lapangan pada bidang pekerjaan sosial dan kesejahteraan sosial pekerjaan sosial merupakan metode yang digunakan dalam praktik di lapangan pada bidang pekerjaan sosial dan kesejahteraan sosial dan kesejahteraan sosial adalah dua bidang yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan seseorang melalui upaya memfungsikan kembali fungsi sosialnya. Participatory Action Research (PAR) adalah upaya perubahan terencana terhadap peningkatan kemampuan swadaya individu, kelompok, maupun komunitas. Dikatakan perubahan terencana agar upaya bantuan yang diberikan dapat dievaluasi dan diukur keberhasilan. Participatory Action Research dapat pula diartikan sebagai suatu upaya untuk memperbaiki keberfungsian sosial dari kelompok sasaran perubahan, dalam hal ini, individu, keluarga, dan kelompok. Keberfungsian sosial menunjuk pada kondisi dimana seseorang dapat berperan sebagaimana seharusnya sesuai dengan harapan lingkungan dan peran yang dimilikinya. KKM Desa EMAS STAI AL-Musaddadiyah Garut 2021 menggunakan Participatory Action Research dalam melakukan pendekatan kepada warga masyarakat di Desa Tambaksari sebagai salah satu metode dalam mengatasi masalah sosial dan sumber daya manusia (SDM) di Desa Tambaksari. Melalui pendekatan inilah bisa diketahui kemampuan dan kebutuhan masyarakat desa. Langkah awal yang dilakukan yaitu dengan melakukan survey ke masyarakat. Berbaur bersama mereka dan mendengarkan segala keluh kesah mereka Menanyakan informasi tentang kondisi ekonomi, pendidikan, serta sosial dan masyarakat desa. Dari informasi tersebut kemudian dapat diketahui kemampuan yang dimiliki dan apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat dapat dikembangkan. Kemudian direalisasikan dengan membuat program kerja mencakup hal-hal yang dibutuhkan masyarakat. B. Pendekatan Community Need Assessment (CNA) 1. Pandangan tentang prinsip-prinsip CNA: a. Mengutamakan keberpihakan terhadap warga yang terabaikan b. Penguatan peran masyarakat dalam akses dan kontrol pembangunan c. Masyarakat sebagai pusat/subyek pembangunan d. Membiasakan kultur belajar dan menghargai perbedaan e. Menyenangkan, santai dan formal f. Proses dari, oleh dan bersama warga melalui keragaman anggota tim, sumber informasi dan variasi teknik g. Orientasi hasil melalui proses yang indikator data yang dibutuhkan memiliki h. Orientasi praktis i. Kesinambungan dan berbatas waktu j. Belajar dari pengalaman/ kesalahan k. Terbuka 2. Beberapa Teknik Dalam Pemetaan Kebutuhan Masyarakat a. Uraian data sekunder b. Pemetaan potensi dan sumber daya yang ada (terkait) c. Pengorganisasian masalah d. Profil sejarah e. Pemetaaan sosial f. Analisis pola pennaan waktu/profil perubahan/kalender musim g. Observasi partisipatif h. DISKO terarah i. Inalisis pola keputusan j. Study kasus k. Diagram Venn (bagan hubungan antar stakeholders) l. Peta mobilitas masyarakat m. Pengurutan kekayaan n. Dan lain-lain.   BAB III KONDISI UMUM DESA TAMBAKSARI Kondisi Desa Tambaksari pada umumnya sama dengan desa-desa yang lain yang ada di wilayah kecamatan leuwigoong Kabupaten Garut Provinsi Jawa barat termasuk Desa Tambaksari dengan kategori desa berkembang. Secara umum Desa Tambaksari mengalami beberapa kemajuan baik dibidang ekonomi, pendidikan,kesehatan, keamanan dan ketertiban, sosial budaya dan kedaulatan politik masyarakat. A. Sejarah Desa Tambaksari Sebelum berdiri sebagai desa mandiri, Desa Tambaksari merupakan bagian dari Desa Dungusiku yang berada dalam wilayah Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut. Pada masa itu, Desa Dungusiku memiliki cakupan wilayah yang cukup luas dengan jumlah penduduk yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai kendala, baik dalam pelayanan administrasi, pembangunan infrastruktur, maupun upaya pemerataan kesejahteraan masyarakat. Melihat kenyataan itu, pemerintah bersama tokoh masyarakat menilai perlunya dilakukan pemekaran desa. Pemekaran dianggap sebagai jalan keluar untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, mempercepat proses pembangunan, dan memberikan ruang gerak yang lebih leluasa bagi masyarakat dalam mengelola potensi wilayah. Maka pada tahun 1978, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Barat, Desa Dungusiku resmi dimekarkan menjadi dua wilayah, yaitu Desa Dungusiku dan Desa Tambaksari. Sejak saat itu, Desa Tambaksari mulai berdiri sebagai desa mandiri dengan pemerintahan dan identitasnya sendiri. Asal-usul Nama Tambaksari Nama Tambaksari dipilih melalui musyawarah para tokoh masyarakat yang terlibat dalam proses berdirinya desa. Secara etimologis: Tambak berarti balong atau kolam, Sari berarti nyari atau menarik. Dari makna tersebut lahirlah ungkapan “Tambak nu Asri”, yang secara bebas diartikan sebagai tempat persinggahan yang indah dan nyaman. Nama ini sekaligus menggambarkan kondisi alam Tambaksari pada waktu itu, di mana wilayahnya dipenuhi hamparan pasir yang menyerupai kolam, sehingga menarik perhatian para pendatang untuk singgah atau beristirahat. Dengan makna filosofisnya, nama Tambaksari bukan hanya sekadar sebutan, melainkan simbol harapan agar desa ini menjadi tempat yang selalu nyaman, damai, dan memberi daya tarik bagi siapa saja yang datang. B. Nama-nama yang Pernah Menjabat Kepala Desa Tambaksari. No. Nama Kepala Desa Tahun Menjabat 1. Bapak Ading 1987 s/d 2000 (Definitif) 2. Bapak Aka Yusuf 2000 s/d 2013 (Definitif) 3. Bapak Edeng 2013 (Meninggal Dunia) 4. Bapak Agus Darom 2013 s/d 2014 (PLT) 5. Bapak Endang Mulyana, A.md 2014 s/d 2024 (Definitif) 6. Bapak Dede Mulyana 2024 s/d 2027 (Definitif) Aparatur Pemerintahan Desa Tambaksari : No. Nama Jabatan 1. Dede Mulyana Kepala Desa 2. Deri Firmansyah Sekretaris Desa 3. Rosita Kaur Keuangan 4. Sudarman Kaur Perencanaan 5. Riki Ramdan Kaur Tata Usaha dan Umum 6. Diki Setiadi Kasi Pelayanan 7. Yanti Haryanti Kasi Pemerintahan 8. Ani Rupaida Kasi Kesejahteraan 9. Omas Samsudin Kadus 1 10. Ujang Dudung Kadus 2 11. Heru Hermawan Kadus 3 C. Letak Geografis dan Administratif Secara geografis, Desa Tambaksari berada pada koordinat 107°55’56,97” Bujur Timur dan 7°6’32,8” Lintang Selatan, dengan luas wilayah sekitar 315,696 hektare. Luas wilayah ini terbagi ke dalam 2 dusun, dengan 12 Rukun Warga (RW) dan 29 Rukun Tetangga (RT) yang menjadi basis kehidupan sosial masyarakat. Adapun batas-batas wilayah administratif Desa Tambaksari adalah sebagai berikut: Sebelah Utara : berbatasan dengan Desa Leuwigoong, Kecamatan Leuwigoong Sebelah Timur : berbatasan dengan Desa Cangkuang, Kecamatan Leles Sebelah Selatan : berbatasan dengan Desa Cimareme, Kecamatan Banyuresmi Sebelah Barat : berbatasan dengan Desa Dungusiku, Kecamatan Leuwigoong.   Secara visualisasi, pembagian wilayah administratif Desa Tambaksari dapat dilihat pada peta desa yang tercantum dalam lampiran dokumen resmi desa. D. Kondisi Umum Demografi Daerah Kepala Keluarga Penduduk Laki-laki Penduduk Perempuan Jumlah Jiwa 1.652 2.725 2.393 5.118 E. Kondisi Ekonomi Pada umumnya jenis sarana sosial ekonomi masyarakat Desa Tambaksari sebagian besar berupa usaha di bidang pertanian terutama pertanian padi, jagung dan tembakau. Disamping itu pula yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Desa Tambaksari adalah usaha dibidang dagang kecil kecilan, sarana transportasi ojek, dan lain-lain yang sifatnya kecil-kecilan. Adapun jumlah warung yang menjadi usaha sampingan di bidang perdagangan yang menunjang kebutuhan hidup sehari-hari adalah sebanyak 257 buah dan Toko sebanyak 16 buah. Adapun peran BUMDes di Desa Tambaksari, Desa Tambaksari memiliki sebuah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berperan penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satu unit usaha yang dijalankan adalah budidaya ikan nila. Melalui kolam-kolam ikan yang dikelola dengan baik, BUMDes mampu menghasilkan ikan nila berkualitas yang tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas. Kehadiran usaha ini membuka lapangan kerja bagi warga sekitar serta mendorong peningkatan keterampilan dalam bidang perikanan. Selain fokus pada sektor perikanan, BUMDes Desa Tambaksari juga mengembangkan layanan jaringan internet bagi masyarakat. Layanan ini menjadi solusi penting di tengah kebutuhan masyarakat akan akses informasi dan komunikasi yang cepat. Dengan adanya jaringan internet yang memadai, masyarakat dapat lebih mudah melakukan kegiatan belajar, usaha online, maupun berbagai layanan digital lainnya. Sinergi antara usaha tambak ikan nila dan penyediaan jaringan internet ini menjadi contoh nyata bagaimana BUMDes berperan dalam memajukan desa secara berkelanjutan. Di satu sisi, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari sektor perikanan, sementara di sisi lain, mereka juga diberdayakan melalui akses teknologi yang mendukung peningkatan kualitas hidup. Hal ini sejalan dengan semangat pembangunan desa mandiri yang mengedepankan potensi lokal sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Bumdes WIFI Bumdes budidaya ikan Nila F. Potensi Daerah Dengan rata-rata pendapatan yang masih dibawah rata-rata diperlukan upaya mendorong roda perekonomian bukan hanya dalam skala produksi tetapi sampai dengan skala pemasaran produk. Beberapa potensi lokal seperti : hasil bumi, pertanian, peternakan, perikanan dan beberapa produk home industri perlu ditumbuh kembangkan. Pertanian Potensi unggulan yang ada di Desa Tambaksari untuk meningkatkan pendapatan penduduk perkapita pada dasarnya adalah petani, dikarenakan lahan yang masih sangat luas dan subur. Potensi untuk tanaman lahan kering ( Padi dan Palawija ), tanaman buah-buahan ( Pisang, manga, sirsak, papaya dan lain-lain ) budidaya peternakan untuk pembibitan dan penggemukan ( sapi, kambing, ayam dll). Sedangkan pada bidang kehutanan, dan sumber daya alam juga masih sangat banyak yang belum dimanfaatkan dengan baik. G. Jumlah dan Persebaran Penduduk Berdasarkan Laporan Bulanan Desa pada Semester 1 Tahun 2024, Penduduk Desa Tambaksari berjumlah jiwa yang tersebar di 3 Dusun. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Per dusun Informasi mengenai jumlah penduduk menurut jenis kelamin penting diketahui terutama untuk mengetahui banyaknya orang yang tinggal di suatu wilayah pada waktu tertentu sehingga dapat digunakan untuk merencanakan pelayanan sosial ekonomi seperti pendidikan, kesehatan, sandang, pangan dan papan serta kebutuhan sosial dasar lainnya sesuai dengan jenis kelamin penduduk. Dibawah ini tersaji informasi jumlah dan proporsi penduduk Desa Tambaksari menurut jenis kelamin yang tinggal di wilayah dusun tertentu Jumlah Penduduk menurut jenis kelamin Per Dusun Desa Tambaksari No. Dusun Jumlah Penduduk Laki-laki Perempuan Total 1. Dusun I 866 705 1.571 2. Dusun II 1.086 1.018 2.104 3. Dusun III 773 670 1.443 Jumlah 2.725 2.393 5.118 Jumlah Penduduk menurul jenis kelamin Per RW Desa Tambaksari No. RW Jumlah Penduduk Laki-laki Perempuan Total 1. 001 215 188 403 2. 002 260 192 452 3. 003 305 254 559 4. 004 292 277 569 5. 005 361 364 745 6. 006 196 163 359 7. 007 392 334 726 8. 008 178 178 356 9. 009 176 139 315 10. 010 195 162 357 11. 011 135 142 277 12. 012 Jumlah H. Jumlah dan Proporsi Penduduk Menurut Status Perkawinan 1. Angka Perkawinan Kasar Angka Perkawinan Kasar menunjukan jumlah perkawinan per 1.000 penduduk terhadap jumlah penduduk pada pertengahan tahun pada suatu tahun tertentu, tanpa memperhitungkan umur dan jenis kelamin. Angka Perkawinan Kasar Desa Tambaksari pada tahun 2024 disajikan dalam bentuk tabel per Dusun sebagai berikut : Angka Perkawinan Kasar No. Dusun Jumlah Penduduk Tahun 2025 Jumlah Perkawinan Angka Perkawinan Awal Tahun Akhir Tahun 1. I 1494 1531 11 11,03 2. II 1962 2034 20 19,51 3. III 1367 1606 23 19,82 Rata-rata 50,36 Data tabel di atas, menunjukan bahwa angka perkawinan kasar di Desa Tambaksari rata-rata sebesar 50,36 yang artinya penduduk Desa Tambaksari sebanyak kurang dari 6 kali terjadi perkawinan selama tahun 2024. 2. Angka Perceraian Angka Perceraian Kasar menunjukan jumlah perceraian per 1000 penduduk terhadap jumlah penduduk pada pertengahan tahun pada suatu tahun tertentu. Angka ini merupakan indikator perceraian (cerai hidup) yang sangat sederhana tanpa memperhitungkan umur dan jenis kelamin. Angka Perceraian Kasar Desa Tambaksari semester I tahun 2024 dapat dilihat dalam tabel berikut : Angaka Perceraian Penduduk desa Tambaksari No. Dusun Jumlah penduduk Tahun 2024 Jumlah Perceraian Angka Perceraian Kasar Awal Tahun Akhir Tahun 1. I 1494 1531 1 0,0334 2. II 1962 2034 - - 3. III 1367 1606 - - Rata-rata - 3. Keluarga Keluarga didefinisikan sebagai sekumpulan orang yang tinggal dalam satu rumah yang masih mempunyai hubungan kekerabatan atau hubungan darah karena perkawinan, kelahiran, adopsi, dan lain sebagainya. Keluarga dapat dibagi menjadi 2 tipe yaitu : a. ( Keluarga Inti (Nuclear Family) yaitu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak kandung, anak angkat maupun adopsi yang belum kawin, atau ayah dengan anak-anak yang belum kawin, atau ibu dengan anak-anak yang belum kawin. b. ( Keluarga luas (Extended Family) yaitu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, anak-anak (baik yang sudah kawin atau belum), cucu, orang tua, mertua, maupun kerabat-kerabat lain yang menjadi tanggungan kepala keluarga. Beberapa indikator yang diperlukan untuk menggambarkan kondisi keluarga antara lain: Jumlah Keluarga dan Rata-rata Jumlah Anggota Keluarga Banyaknya jumlah keluarga dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi lingkungan dan kesejahteraan dalam satu keluarga. Dimana diasumsikan semakin kecil jumlah anggota keluarga biasanya akan semakin baik tingkat kesejahteraannya. Rata-rata jumlah keluarga dan anggota keluarga di Desa Tambaksari disajikan dalam bentuk tabel per Dusun sebagai berikut : No. Dusun Rata-rata Anggota Keluarga Jumlah KK Jumlah Penduduk 1. I 511 1494 3 2. II 570 1962 3 3. III 524 1367 3 Jumlah 1605 4823 9 Dari tabel di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa jumlah penduduk Desa Tambaksari pada tahun 2024 sebesar 4.823 jiwa yang terdiri dari 1.600 Kepala Keluarga dan rata-rata anggota keluarga sebanyak 9 orang. 4. Pekerjaan Penduduk Desa Tambaksari No. Jenis Pekerjaan Jumlah Persentase 1. Petani 687 6.87% 2. Pekerja Kebun - - 3. Buruh Harian Lepas 142 1.42% 4. Karyawan Swasta - - 5. Pegawai Negri Sipil 10 0.01% 6. Pensiunan - - 7. Buruh Tani/ Perkebunan 372 3.72% 8. Perangkat Desa 12 0.12% 5. Tingkat Pendidikan di Desa Tambaksari No. Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase 1. SD 1.175 11.75% 2. SMP 675 0.65% 3. SMA 473 4.73% 4. DIPLOMA I 1 0.01% 5. DIPLOMA II - - 6. DIPLOMA III 36 0.36% 7. STRATA I 63 0,63% 8. STRATA II 4 0.04% 9. STRATA III - - JUMLAH 2.427 Dari tabel tersebut terlihat bahwa kepala keluarga yang tamat SD/sederajat memiliki persentase tertinggi yaitu sebanyak 11,75% dan SLTP/sederajat sebanyak 0,65%, SLTA/sederajat sebanyak 4,73%, diploma I/II sebanyak 0,01%, akademi/diploma II/Sarjana Muda sebanyak 0,00%, Diploma III sebanyak 0,036% Strata I sebanyak 0.63%, Strata II sebanyak 0,04% dan 0,00% pada Strata III. Dengan tabel ini dapat ditarik kesimpulan bahwa separuh dari Kepala Keluarga di Desa Tambaksari memiliki tingkat pendidikan yang rendah.   BAB IV SOSIO KULTUR DESA TAMBAKSARI Oleh: Sayyid A.M , Aliya Sriyanti A.P A. Pengertian Sosio Kultur 1. Pengertian Sosio Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sosio adalah bentuk terikat yang berhubungan dengan masyarakat dan sosio juga bisa diartikan dengan sosial. Menurut Lewis sosial adalah sesuatu yang dicapai, dihasilkan dan ditetapkan dalam interaksi sehari-hari antara warga negara dan pemerintahannya. Menurut Ruth Aylett sosial adalah sesuatu yang dipahami sebagai sebuah perbedaan namun tetap inheren dan terinteraksi. Jadi dapat disimpulkan sosial merupakan bentuk interaksi yang terjalin dalam kehidupan masyarakat yang saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya. 2. Pengertian Kultur Kultural merupakan suatu cara hidup yang berkembang di lingkungan masyarakat yang diwariskan secara turun temurun, di dalam sebuah kultur mencakup beberapa unsur-unsur yang rumit di dalam nya termasuk sistem Agama dan Politik, Adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa sebagaimana budaya, tidak bisa terpisahkan dari diri manusia sehingga secara tidak sengaja orang-orang menganggap bahasa dan budaya cenderung sebagai warisan nenek moyang. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. B. Kondisi Sosio Kultur Desa Tambaksari Masyarakat yaitu berawal dari pertumbuhan biologis, kemudian tumbuh besar dan tersebar banyak, dengan berbagai ciri yang berbeda-beda dimulai dari kulitnya, rasnya, bentuk wajahnya, dan bahasa yang dipakai, yang berada di berbagai daerah yang berbeda. Makin lama menghasilkan bangsa-bangsa yang lebih besar dan merata. Dari bangsa-bangsa yang sudah ada, seiring berkembangnya jaman bangsa-bangsa tersebut mengalami perpecahan, menjadi berbagai daerah dalam ukuran yang lebih kecil. Didalam suatu daerah terdapat beberapa lingkungan masyarakat, dan didalam sebuah lingkungan masyarakat, terdapat kelompok yang lebih kecil atau sering disebut dengan keluarga. Didalam sebuah lingkungan masyarakat setiap orang yang berada di lingkungan tersebut terikat oleh adat istiadat yang melekat didalamnya dan di wariskan secara turun temurun, adapun hal yang tidak terpisahkan di dalam suatu lingkungan masyarakat seperti kebudayaan dan keagamaan. Hammudah Abdalati mendefinisikan masyarakat sebagai, suatu kelompok yang memiliki dua karakteristik utama: pertama, individu-individu yang aktif berpasrtisipasi dalam berbagai kegiatan dan memiliki pengalaman yang bermakna; dan kedua, masyarakat adalah kelompok dimana individu-individu tersebut saling berinteraksi dan membentuk suatu kesatuan sosial. Agama dan kehidupan beragama merupakan unsur yang tidak terpisahkan dengan masyarakat di desa Tambaksari. Sejak awal keberadaan manusia serta kehidupan beragama di desa tersebut telah mengakar dalam kehidupan, bahkan memberikan corak dan bentuk dari semua perilaku budaya. Agama dan perilaku keagamaan tumbuh dan berkembang karena adanya rasa ketergantungan dan keinginan untuk hidup yang lebih baik. Masyarakat yang berada di desa ini, sangat antusias terhadap kegiatan-kegiatan yang berbau agama, sehingga menciptakan kerukunan, kekompakan di dalam suatu lingkungan masyarakat. Aspek kehidupan beragama tidak hanya ditemukan dalam setiap masyarakat, tetapi juga berinteraksi secara signifikan dengan instusi budaya lain. Ekspresi religius ditemukan dalam budaya material, perilaku manusia, nilai, moral, sistem keluarga, ekonomi, hukum, politik, teknologi, seni dan lain sebagainya. Tidak ada aspek kebudayaan lain dari agama yang lebih luas pengaruh dan imflikasinya dalam kehidupan manusia, dari apa yang dikemukakan oleh Malefij adalah bahwa agama mewarnai dan membentuk suatu budaya. Aspek budaya atau kultural dinilai sangat penting oleh ahli antropologi dan budayawan yang berpandangan agama sebagai yang membentuk dan mewarnai suatu kebudayaan. Kerukunan umat beragama merupakan salah satu pilar penting dalam meratanya pembangunan nasional secara menyeluruh. Mengingat dari suatu kepentingan itu maka akan terciptanya hubungan umat beragama yang harmonis dan rukun di dalam suatu lingkungan masyarakat, maka sesuatu hal yang dapat memicu gesekan bahkan konflik yang didasarkan pada agama harus segera diselesaikan atau ditanggulangi. Masyarakat Desa Tambaksari secara keseluruhan memeluk agama islam, banyak sekali kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh masyarakat Desa Tambaksari yang berkaitan dengan keagamaan seperti pengajian rutin yang diadakan di tiap mesjid yang ada dilingkungan Desa Tambaksari, dan juga dari pihak aparat desa juga mengadakan pengajian secara rutin dengan pengisi materi yang berbeda-beda di setiap minggunya. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat di Desa Tambaksari sangat antusias dalam hal yang berbau keagamaan, hal ini menciptakan kerukunan dan keharmonisan dalam sebuah lingkungan masyarakat. Tidak hanya dalam aspek keagamaan masyarakat di Desa Tambaksari juga sangat aktif dalam aspek lain seperti; kesenian dan Kebudayaan, hal ini menambah semangat masyarakat dalam membangun Desa Tambaksari yang lebih baik, rukun dan saling menjaga antara satu dengan yang lain. C. Bentuk Aktifitas Sosio Kultur masyarakat Desa Tambaksari Sebagai masyarakat yang hidup di lingkungan pedesaan, kondisi sosial yang terdapat di Desa Tambaksari merupakan masyarakat yang saling menjungjung tinggi nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur desa. Gotong royong merupakan salah satu nilai luhur yang dianut oleh warga Desa Tambaksari dan tidak akan pernah terkikis oleh jaman dalam melakukan segala aktivitas kehidupan bermasyarakat sehingga mempererat hubungan antar warga dengan warga lainnya. Dalam praktik kehidupan mayarakat Desa Tambaksari sebagian besar masyarakat bekerja sebagai buruh pabrik dan sebagaian lainnya menjadi buruh tani. Ada beberapa pabrik yang menjadi lahan usaha masyarakat seperti pabrik tiang gorden dan konveksi yang membuat bendera, Desa Tambaksari menjadi salah satu tempat yang populer akan penjualan bendera dan Desa Tambakari menjadi tempat berdirinya kepengurusan Asosiasi Perajin dan Pedagang Bendera Asli Garut lebih tepatnya di kampung Pasir Guling Desa Tambaksari Kec.Lewigoong. Dengan adanya beberapa usaha atau lapangan pekerjaan yang didirikan di desa tersebut masyarakat merasa sangat terbantu sekali dalam mencari rezeki. Dengan rata-rata pendapatan yang masih dibawah rata-rata diperlukan upaya mendorong roda perekonomian bukan hanya dalam skala produksi tetapi sampai dengan skala pemasaran produk. Beberapa potensi lokal seperti; hasil bumi, pertanian, peternakan, perikanan, dan beberapa produk home indrustri perlu di tumbuh kembangkan. Potensi unggulan yang ada di Desa Tambaksari untuk meningkatkan pendapatan penduduk perkapita pada dasarnya adalah petani, dikarenakan lahan yang masih sangat luas dan subur.potensi untuk tanaman lahan kering (padi dan palawija) tanaman bah buahan (pisang, manga, sirsak, papaya dan lain-lain) budidaya peternakan untuk pembibitan dan penggemukkan (sapi, kambing, ayam, dan lain-lain). Sedangkan pada bidang kehutanan, dan sumber daya alam juga masih sangat banyak yang belum dimanfaatkan dengan baik. Dari awal kedatangan kami ke Desa Tamabaksari ini sudah bisa merasakan keramah tamahan dari seluruh elemen masyarakat, hal ini menjadikan kami sangat cepat berbaur dengan masyarakat di desa ini. Pada awalnya kami merasa sangat kebingungan corak seperti apa yang yang harus dipakai dalam berkehidupan sehari-hari di Desa Tambaksari ini. Seiring waktu kami mulai mencari permasalahan-permasalahan yang menjadi hambatan dalam dinamika kehidupan di Desa Tambaksari ini, hampir semuanya seperti satu kesatuan utuh tanpa adanya suatu problem sehingga ini yang menjadi bahan penelitian kami bagaimana pengaruh mahasiswa dalam membangun tatanan kehidupan sosial masyarakat Desa Tambaksari. Merasa bisa dalam segala hal apalagi mahasiswa dianggap sebagai individu yang telah mendapat asupan dan penggodokan dalam segi pengetahuan dan pengalaman dari kehidupan berorganisasi di kampus yang telah kami tempuh sebelumnya. Sehingga itulah yang menjadi modal besar kami atas pegakuan dari seluruh lapisan elemen masyarakat serta memudahkan kami dalam mengeksplor seluruh potensi sosial yang akan menjadi sebuah pengalaman berharga bagi kami mahasiswa KKM STAI-Al Musaddadiyah Garut. D. Potensi Sosio Kultur Desa Tambaksari Desa Tambaksari memiliki potensi budaya yang kuat, tercermin dari tradisi ternak unggulan dan keberadaan sanggar seni yang hidup di tengah masyarakat. Kesenian dan Budaya Kesenian adalah hasil kreativitas manusia yang diwujudkan melalui ekspresi estetis, seperti musik, tari, teater, rupa, dan bentuk-bentuk seni lainnya. Kesenian tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media komunikasi, pendidikan, dan pelestarian nilai-nilai masyarakat. Sedangkan, Budaya adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya mencakup nilai, norma, adat istiadat, bahasa, kesenian, kepercayaan, hingga cara hidup suatu kelompok masyarakat. Domba adu telah lama menjadi ikon kebudayaan yang melekat erat dengan identitas masyarakat Garut. Tradisi ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai ketangguhan, sportivitas, dan kebanggaan daerah. Gemuruh hentakan kaki domba yang saling beradu di arena sering kali menjadi tontonan yang mengundang antusiasme masyarakat, dari kalangan tua hingga muda. Tak heran, Garut sering disebut sebagai tanah kelahiran domba adu yang melegenda, sekaligus menjadi pusat berkembangnya hobi dan usaha ternak yang bernilai ekonomi tinggi. Di Desa Tambaksari, tepatnya di Kampung Pasir Guling, berdiri sebuah padepokan yang bernama padepokan CRG PUTRA dan menjadi salah satu pusat pengembangan domba adu. Padepokan ini bukan sekadar tempat beternak, melainkan ruang khusus yang dirancang untuk merawat, melatih, sekaligus melestarikan tradisi domba kontes. Pemiliknya adalah seorang pengusaha gesper sukses bernama H. Mukhtar, yang dikenal tidak hanya piawai dalam dunia usaha, tetapi juga memiliki kecintaan mendalam terhadap budaya lokal. Dari tangan dinginnya, padepokan ini tumbuh menjadi pusat yang menghasilkan domba-domba berkualitas unggulan. Kini, pengelolaan padepokan tersebut diteruskan oleh putranya, Ujang Kharis. Dengan semangat generasi muda, Ujang membawa sentuhan baru dalam manajemen sekaligus memperluas jejaring padepokan. Ia tidak hanya fokus pada perawatan dan pelatihan domba, tetapi juga berusaha menjadikan tradisi adu domba sebagai daya tarik budaya yang dapat diperkenalkan ke khalayak luas. Dedikasi dan ketelatenan dalam merawat hewan-hewan unggulan membuat padepokan ini semakin dikenal, baik di tingkat lokal maupun luar daerah. Keberadaan padepokan domba adu di Kampung Pasir Guling kini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat sekitar. Selain menjaga warisan budaya agar tetap hidup, padepokan ini juga membuka peluang ekonomi bagi warga, mulai dari sektor peternakan, kerajinan, hingga pariwisata. Dengan dukungan masyarakat dan semangat pelestarian, tradisi domba adu di Garut diharapkan akan terus berkembang, bukan hanya sebagai warisan leluhur, tetapi juga sebagai identitas budaya yang mampu berdampingan dengan perkembangan zaman. Selain domba adu yang menjadi kebanggaan warga, Desa Tambaksari juga menyimpan denyut seni yang begitu hidup. Di tengah keseharian masyarakat yang sederhana, berdirilah sebuah sanggar kesenian yang dipimpin oleh Kang Khoirul Ikhsan Sapatuloh, sosok yang dikenal ramah dan penuh dedikasi terhadap budaya Sunda. Sanggar ini ibarat pelita yang menjaga agar api warisan leluhur tidak pernah padam. Di sanalah anak-anak, remaja, hingga orang tua berkumpul, bukan hanya untuk belajar gerak lincah tari jaipong juga dentingan calung yang riang dan karawitan, tetapi juga untuk merasakan kebersamaan yang hangat. Gamelan berpadu dengan kendang rampak, menciptakan harmoni yang menggema hingga ke sudut-sudut kampung, seakan mengingatkan bahwa seni adalah napas kehidupan masyarakat Tambaksari. Sanggar ini bukan sekadar tempat berlatih, melainkan ruang bagi setiap orang untuk menumbuhkan cinta pada budaya sendiri, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari warisan Sunda. Dari sinilah lahir harapan, bahwa seni dan tradisi akan tetap hidup di hati generasi yang akan datang. Domba adu dan kesenian Sunda seakan menjadi dua wajah Desa Tambaksari yang saling melengkapi: satu melambangkan kekuatan dan keteguhan, sementara yang lain menghadirkan harmoni dan keindahan. Keduanya berpadu menjadi identitas desa, menegaskan bahwa Tambaksari bukan hanya sekadar tempat tinggal, melainkan tanah yang kaya akan tradisi, budaya, dan kebersamaan warganya. E. Permasalahan Sosio Kultur Desa Tambaksari Permasalahan dalam konteks sosio kultur ditengah-tengah kehidupan masyarakat Desa Tambaksari setelah melakukan sebuah kajian analisis terhadap semua potret kehidupan di Desa Tambaksari adalah sebagai berikut: 1. Forum Komunikasi Antar Warga Komunikasi adalah proses kita menyampaikan pesan, informasi, atau ide kepada orang lain, dengan tujuan agar orang tersebut bisa mengerti apa yang kita maksud. Bentuknya bisa macam-macam, misalnya lewat kata-kata (ngobrol langsung, telepon, atau tulisan), bisa juga lewat bahasa tubuh, ekspresi wajah, atau simbol tertentu. Komunikasi tidak hanya sekedar ngobrol atau mengirim pesan aja, tapi juga butuh respon dari lawan bicara. Forum komunikasi adalah proses bertukar pikiran antara orang-orang yang terlibat di forum tersebut, bukan cuma sekadar ngobrol, tapi ada tujuan yang jelas yaitu saling memahami, menyampaikan pendapat, mencari solusi, atau membuat kesepakatan bersama. Oleh karena itu komunikasi memiliki andil besar dalam menciptakan harmonisasi serta kehidupan yang di cita-citakan, akan tetapi banyak yang tidak sadar akan pentingnya sebuah forum komunikasi yang bisa menyatukan berbagai hasil pemikiran yang beragam. Di Desa Tambaksari, Kecamatan Leuwigoong, hubungan sosial masyarakat pada dasarnya masih ditopang oleh nilai gotong royong, musyawarah, dan ikatan kekerabatan yang kuat. Namun setelah kami mencari dan menggali informasi ternyata komunikasi antarwarga, khususnya di Kampung Pasir Guling menghadapi beberapa tantangan-tantangan yang harus di selesaikan oleh para tokoh masyarakat maupun tokoh agama, sebuah tantangan ini menjadi penghambat besar masyarakat. Pak Mukhtar adalah salah satu tokoh di Kampung Pasir Guling, dan juga dengan beberapa para tokoh agama yang kami mintai keterangan tentang problem terbesar di desa ini, yaitu kurangnya fasilitas tempat untuk mewadahi forum komunikasi ini, padahal fasilitas tempat sangat penting untuk musyawarah demi memajukan Desa Tambaksari. Tidak hanya itu, menurunnya tradisi musyawarah dan gotong royong pun menjadi penyebab karena sebagian warga mempunyai kesibukan pribadi juga dipengaruhi faktor ekonomi, khususnya di Kampung Pasir Guling pada hari senin sampai jumat jarang terlihat warga penduduk sekitar karena sibuk bekerja. Lalu yang sangat di khawatirkan kurangnya keterlibatan generasi muda, karena karang taruna di kampung tersebut masih banyak yang masih sekolah dan beberapa yang sibuk bekerja, juga jika dilihat dari perkembangan teknologi, anak muda lebih aktif di media sosial dibanding hadir di forum diskusi secara langsung, sehingga kesenjangan komunikasi antar generasi muncul. Akibatnya, nilai-nilai budaya lokal kurang tersalurkan kepada generasi penerus. F. Fokus/Program No. Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Mengadakan Forum silaturahmi antar tokoh dan lembaga kemasyarakatan Aparat pemerintahan RT/RW, para Tokoh Masyarakat, Tokoh agama, serta Masyarakat umum di Kp Pasir Guling Terciptanya komunikasi yang baik di antara lapisan masyarakat, baik itu menyangkut Pemerintahan, Tokoh masyarakat dan Pemuda Pemudi 2. Mengadakan perawatan lingkungan pada hari jumat (jumsi) Lapisan masyarakat Terciptanya kesadaran Masyarakat terhadap lingkungan yang baik dan sehat. 3. Pempercantik tugu/ gapura Masyarakat Membantu 4. Menjadi kordinator para pemuda dan pemudi dalam kelancaran acara 17 agustus di tingkat RT/RW Para Pemuda pemudi di Kp Pasir Guling Para pemuda dan pemudi mampu mengadakan acara acara yang bersifat besar yang di selenggarakan secara aman dan damai.   Berpartisipasi Dalam Kultur Religi   Mengadakan Forum Silaturahmi Antar Tokoh Masyarakat Kampung Pasir Guling   Menjadi koordinator para pemuda dan pemudi dalam kelancaran acara 17 agustus di tingkat RT/RW     Gerakan Jum’at Bersih Mempercantik tugu/ gapura   Seni dan Budaya (Ketangkasan Domba Adu dan Sanggar Seni) BAB V KEAGAMAAN DI DESA TAMBAKSARI Oleh : Maulana Abdul A, Rika Kartika, Siti Maskanah, Wilsya Warisa S. Desa Tambaksari adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Desa Tambaksari berada di bagian selatan Kabupaten Garut, dengan koordinat sekitar 7°17′ Lintang Selatan dan 107°47′ Bujur Timur. Posisi ini menunjukkan bahwa desa ini berada di dataran tinggi yang dikelilingi oleh perbukitan, memberikan panorama alam yang indah. Desa Tambaksari berbatasan dengan beberapa desa dan wilayah lain di sekitar Kecamatan Lewigoong, yang antara lain: • Sebelah utara: Berbatasan dengan Desa Cihurip. Sebelah selatan: Berbatasan dengan Desa Cimanganien. • Sebelah timur: Berbatasan dengan Desa Kadungora. • Sebelah barat: Berbatasan dengan Desa Sindangpalay. Desa Tambaksari terletak di wilayah dengan topografi berbukit dan perbukitan yang curam. Hal ini menjadikan desa ini memiliki udara yang sejuk dan pemandangan alam yang mempesona. Mayoritas wilayah desa dipenuhi dengan lahan pertanian, yang menjadi sumber utama penghidupan, Desa ini memiliki potensi alam yang melimpah, terutama dalam sektor pertanian dan perkebunan, seperti komoditas sayur mayur, buah-buahan, serta tanaman palawija. Selain itu, keindahan alam juga membuat desa ini memiliki potensi pariwisata lokal. Warga Desa Tambakaari umumnya hidup dengan kearifan lokal yang kental, menjunjung tinggi nilai gotong-royong dan kebersamaan. Kehidupan sosial masyarakat cukup harmonis, dengan banyak kegiatan desa yang melibatkan partisipasi aktif seluruh Masyarakat. Desa ini masih mempertahankan berbagai tradisi adat yang diwariskan turun, seperti upacara adat dan acara keagaamaan yang diadakan secara berkala. A. Sejarah Masuknya Islam ke Desa Tambaksari Setelah kami mendatangi beberapa tokoh masyarakat yang ada di desa tambaksari yang direkomendasikan oleh kepada desa tambaksari yaitu bapak Dede Mulyana beliau memberikan masukan kepada kami untuk mendatangi ulama yang ada di kp Jaringao yaitu bapak Ustad asep dan juga bapak Ustad H. Herman yang ada di kampung Lio beliau menegaskan masjid yang pertama ada di desa tambaksari ,pertama mengadakan pengajian adalah masjid as salafiyah yang ada di kampung Lio, Lalu kami mendatangi sesepuh yang ada di kampung lio disana sudah ada Madrasah diniyah, pesantren, dan juga Raudhatul Atfalnya. Lalu kami mendatangi rumah sesepuhnya ternyata sesepuhnya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu dan di teruskan oleh anak- anak beliau, dan benar beliau menceritakan bahwasannya masjid lio yang Bernama As Salafiyah ini adalah masjid tertua dan juga tempat mengaji pertama yang ada di desa tambaksari, namun sekarang sudah direnovasi, Nama pendiri dari Mesjid As-salafuyah yaitu Bapak KH Memed Mahmudin, beliau menimba ilmu di pesantren As Sulaemaniyah di kp. Cijeler leuwigoong lalu ke pesantren Minhaajul Karomah Cibeuneur yang merupakan ponpes tertua di Jawa barat yang berdiri taun 1800 M, Maka beliu merupakan pelopor penyebar islam pertama di desa tambaksari dan di damping oleh istrinya yaitu ibu Hj. Siti Romlah .Beliau dikaruniai 5 orang Anak dan yang meneruskan pesantren ini adalah putra bungsunya yang Bernama KH. Ahmad Taufik Firdaus dan dibantu oleh kakak kakanya yaitu ibu H.Vivin beserta suami, lalu ibu Ira beserta suami yang Bernama K.H.Cecep ,dan juga anaknya yang lain yang tinggal di kampumg berbeda sesekali datang mengisi pengajian di waktu waktu tertentu. Dari wawancara yang kami lakukan di dapati Islam mulai masuk ke wilayah Leuwigoong sekitar abad ke 17, yaitu bersamaan dengan penyebaran Islam di Garut dari dua jalur pertama daerah Cangkuang–Leles (Dalem Arif Muhammad) yakni dakwah para ulama Mataram yang menetap di Kampung Pulo, lalu menyebar ke kampung sekitar.yang kedua yaitu daerah Godog–Karangpawitan (Prabu Kiansantang, tradisi ziarah) yang kemudian menguatkan identitas Islam masyarakat Priangan Timur.Karena Tambaksari berada di jalur strategis antara Limbangan–Leles, wajar bila Islam masuk ke desa ini sejak periode awal. Masjid ini diyakini sebagai masjid pertama dan tertua di Tambaksari.Masjid Ass Salafiyah berfungsi bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga pusat pengajaran Islam salafiyah/tradisional: mengaji Al-Qur’an, kitab kuning, dan pengajaran akhlak.Dari masjid inilah Islam di Tambaksari menyebar ke kampung-kampung sekitarnya, melahirkan budaya tahlilan, yasinan, manaqiban, dan pendidikan diniyah.Adapun Peran Kiai dan Ajengan Lokal, yaitu mengajar di Masjid Ass Salafiyah menjadi tokoh sentral dalam memperkuat pemahaman Islam.Pola dakwahnya bersifat salafiyah, menekankan tradisi pesantren, pengajian kitab, dan membina masyarakat lewat amalan-amalan keagamaan. Dari sini pula lahir generasi santri yang kemudian nyantri ke pesantren besar di Limbangan, Cibiuk, maupun Garut Kota.Kehidupan keagamaan masyarakat Tambaksari kemudian berpusat di Masjid Assalam Salafiyah.Dari masjid ini tumbuh madrasah diniyah, majelis taklim, serta lembaga pendidikan Islam.Hingga sekarang, masjid ini tetap menjadi simbol sejarah Islam dan jantung kegiatan religius desa. Sebelumnya kami telah mendatangi sesepuh yang ada di kampung jaringao yakni bapak Ustad asep namun beliau tidak terlalu mengetahui sejarah nya beliu menyebutkan datang nya islam ke tambaksari bertepatan dengan dalem Arif Muhammad yang ada di kp. Pulo kecamatan leles kemudian kami mendatangi kp lio untuk wawancara selanjutnya. B. Sarana dan Prasarana Peribadahan di Desa Tambaksari Bagi umat Islam sarana peribadahan sangatlah diperlukan sebagai tempat penunjang keberlangsungan mendekatkan dirinya kepada Sang kholiq, dengan adanya sarana peribadahan semua hal yang sifatnya Islamiah bisa dilaksankan dengan baik dan tenang, maka tidak sedikit sebagian banyak umat Islam bergotong-royong mewakafkan sebagian tanahnya untuk membangun sarana peribadahan. Di Desa Tambaksari sendiri untuk pembangunan sarana peribadahan terbilang sudah hampir merata hingga kepenjuru desa. a) Mesjid Mesjid merupakan salah satu tempat suci yang dipergunakan sebagai peribadahan bagi umat islam, Mesjid Juga sebagai Sentral perkumpulan masyarakat untuk mendekatkan diri terhadap sang Maha Kuasa, bukan hanya demikian Mesjid juga sebagai sarana pendidikan baik bagi Pengajian Mingguan maupun Mengaji anak-anak setempat untuk memperdalam ilmu Agama. Melihat hal demikian tidak sedikit bagi masyarakat setempat menjadikan Mesjid sebagai tempat yang mereka singgahi untuk melakuan kegiatan perkumpulan keagamaan, khususnya di Desa Jayamukti sendiri keadaan Mesjid hampir merata, bahkan hampir di setiap RW nya terdapat satu hingga dua DKM. Namun hal demikian tidak semua Mesjid bisa digunakan Sholat Jum'at, berdasarkan kesepakatan Imam Maliki, Imam Hanapi dan Imam Syafi'i hanya Mesjid Jami saja yang bisa digunakan sebagai sarana Shalat Jum'at, adapun mushola juga bisa digunakan sebagai Sarana Shalat Jumat bila seandainya diperlukan. Daftar nama Mesjid Jami di Desa Tambaksari : No Mesjid ID Nama Mesjid Alamat/RT/RW 1 01.4.13.05.11.000032 Al-Hikmah Kp. Cidadas. 01/01 2 01.4.13.05.11.000039 Al-Barokah Kp. Dunguscangkuang. 02/02 3 01.4.13.05.11.000033 Al-Irsyad Kp. Lio. 02/03 4 01.4.13.05.11.000042 Nurul Ma’ruf Kp. Lio Lebak. 01/03 5 01.4.13.05.11.000034 Al-Hidayah Kp. Pasir Guling. 02/04 6 01.4.13.05.11.000035 Nurul Iman Kp. Jaringao. 02/05 7 01.4.13.05.11.000036 Al-Hidayah Kp. Gandamirah. 01/06 8 01.4.13.05.11.000037 Al-Ansor Kp. Gandamirah. 02/06 9 01.4.13.05.11.000041 Baitul Rohmn Kp. Dungusiku. 03/07 10 01.4.13.05.11.000079 Nurul Hikmah Kp. Genteng. 02/07 11 01.4.13.05.11.000038 Nurul Iman Kp. Cikondeh. 01/09 12 01.4.13.05.11.000093 Al-Fauzan Kp. Cikondeh. 02/09 b) Mushola Mushola di Desa Tambaksari memiliki peranan yang sangat penting bagi masyarakat setempat, baik sebagai tempat melaksanakan ibadah shalat berjamaah maupun kegiatan keagamaan lainnya seperti pengajian, majelis taklim, dan pembinaan keislaman. Keberadaan mushola menjadi pusat kebersamaan warga Desa Tambaksari dalam meningkatkan keimanan, mempererat tali silaturahmi, serta membangun karakter religius di lingkungan desa. Dengan kondisi mushola yang terawat, masyarakat merasakan kenyamanan dalam beribadah sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas keagamaan ini. Oleh karena itu, partisipasi dan kepedulian warga Desa Tambaksari sangat diperlukan dalam menjaga kebersihan, kerapihan, dan keberlangsungan kegiatan yang dilaksanakan di mushola. Daftar nama Mushola di Desa Tambaksari : No Mushola ID Nama Mushola Alamat/RT/RW 1 02.1.13.05.11.000056 Al-Makmur Kp. Tambaksari. 02/01 2 02.1.13.05.11.000062 Al-Barokah Kp. Dunguscangkuang. 01/02 3 02.1.13.05.11.000063 As-Salafiyah Kp. Lio Tonggoh. 02/03 4 02.1.13.05.11.000054 Al-Nurjanah Kp. Pasir Guling. 02/04 5 02.1.13.05.11.000064 Al-Urfah Kp. Jaringao. 01/05 6 02.1.13.05.11.000065 Nurul Iman Kp. Jaringao. 01/05 7 02.1.13.05.11.000066 Al-Hasanah Kp. Jaringao. 02/05 8 02.1.13.05.11.000067 Al-Huda Kp. Karahkal. 03/05 9 02.1.13.05.11.000068 Nurul Hikmah Kp. Genteng. 01/07 10 02.1.13.05.11.000069 Al-Ikhlas Kp. Genteng. 02/07 11 02.1.13.05.11.000070 Al-Muhtar Kp. Dungusiku. 03/07 12 02.1.13.05.11.000096 Al-Hidayah Kp. Dungusiku. 03/07 13 02.1.13.05.11.000055 Al-Hidayah Kp. Pasir Guling. 02/08 14 02.1.13.05.11.000073 Al-Hikmah Kp. Cikondeh. 01/09 15 02.1.13.05.11.000071 Al-Fitroh Kp. Pasirluhur. 01/10 16 02.1.13.05.11.000071 Al-Mu’min Kp. Pasirluhur. 02/10 17 02.1.13.05.11.000006 Al-Anshor Perum Green Pasir Intan. 01/11 c) Majelis Taklim Majelis Taklim di Desa Tambaksari merupakan salah satu kegiatan keagamaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dan diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, hingga remaja yang memiliki semangat untuk menambah ilmu agama. Materi kajian yang disampaikan dalam majelis taklim meliputi pembelajaran Al-Qur’an, tafsir, fiqih, akhlak, hingga kajian tentang kehidupan sehari-hari sesuai ajaran Islam. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Desa Tambaksari mendapatkan pembinaan rohani yang bermanfaat, sekaligus memperkuat pondasi keimanan dalam menjalankan ibadah. Tidak hanya berfokus pada aspek keilmuan, majelis taklim juga menjadi wadah untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Selain sebagai tempat menuntut ilmu, majelis taklim di Desa Tambaksari juga berfungsi sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Melalui kegiatan yang rutin diselenggarakan, tercipta suasana kebersamaan, kekompakan, dan solidaritas antar anggota masyarakat. Hal ini memberikan dampak positif terhadap keharmonisan sosial di Desa Tambaksari, karena setiap individu merasa memiliki ruang untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan semangat dalam menjalani kehidupan beragama. Dengan dukungan penuh dari tokoh masyarakat dan partisipasi aktif warga, majelis taklim di Desa Tambaksari diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi pusat pembinaan umat yang tidak hanya bermanfaat untuk generasi sekarang, tetapi juga sebagai bekal bagi generasi yang akan datang. Daftar Majelis Taklim di Desa Tambaksari : No. Nama Majelis Taklim Hari Waktu 1 Al-Hikmah Selasa 19.00-21.00 2 Al-Nurjanah Sabtu 13.00-15.00 3 Al-Hidayah Selasa 13.00-15.00 4 Al-Anshor Sabtu 09.00-12.00 5 As-Salafiyah Kamis 09.00-12.00 6 Al-Mu’min Kamis 13.00-15.00 7 Al-Mu’min Jum’at 15.00-16.30 8 Al-Mu’min Jum’at 15.00-16.30 d) Madrasah Madrasah berasal dari bahasa arab “darasa” berarti belajar sedangkan "madrasah" berarti sekolah, yang di khususkan sebagai sekolah umum berkurikulum seputar keislaman. Madrasah di Desa Tambaksari merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang ilmu agama Islam. Sebagai tempat belajar, madrasah tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga menanamkan nilai-nilai religius melalui pembelajaran Al-Qur’an, fiqih, akidah akhlak, serta sejarah kebudayaan Islam. Keberadaan madrasah di Desa Tambaksari memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang seimbang antara ilmu agama dan ilmu umum, sehingga diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia. Madrasah ini juga menjadi pusat kegiatan masyarakat dalam bidang pendidikan keagamaan, serta memiliki peran besar dalam membentuk lingkungan desa yang religius, harmonis, dan berdaya saing. Daftar nama Madrasah di Desa Tambaksari yang telah memiliki izin Operasional : No Nama Madrasah Jumlah Santri Jumlah Pengajar 1 As-Salafiyah Usia 4-12 thn 57 orang Usia 13-25 th 40 orang 5 Orang e) Pendidikan Pesantren Pondok Pesantren di Desa Tambaksari merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang berperan penting dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu, serta memiliki karakter religius. Pesantren ini menjadi tempat bagi para santri untuk memperdalam ilmu agama, seperti Al-Qur’an, hadits, fiqih, akhlak, dan sejarah Islam, sekaligus mengajarkan keterampilan hidup yang bermanfaat. Keberadaan pondok pesantren di Desa Tambaksari tidak hanya mencetak santri yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membina mereka agar mampu hidup sederhana, disiplin, dan mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai pusat pendidikan, pondok pesantren di Desa Tambaksari juga berfungsi sebagai pusat dakwah dan pembinaan masyarakat. Melalui kegiatan pengajian, majelis taklim, serta berbagai program sosial keagamaan, pondok pesantren mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar. Keberadaannya turut menciptakan suasana religius di Desa Tambaksari, mempererat ukhuwah antarwarga, dan menjadi tempat rujukan dalam memecahkan persoalan keagamaan maupun sosial yang dihadapi masyarakat. Hubungan yang erat antara kiai, santri, dan masyarakat semakin memperkuat pondok pesantren sebagai pusat pembinaan umat. Lebih dari sekadar lembaga pendidikan, pondok pesantren di Desa Tambaksari juga menanamkan nilai-nilai kemandirian, disiplin, serta tanggung jawab kepada para santri. Kehidupan di pesantren yang sederhana melatih santri untuk terbiasa hidup mandiri, saling tolong-menolong, serta menjunjung tinggi nilai kerja keras. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting ketika santri kembali ke tengah masyarakat, sehingga mereka dapat berkontribusi positif dalam berbagai bidang kehidupan. Dengan demikian, pondok pesantren di Desa Tambaksari tidak hanya mencetak lulusan yang berilmu agama, tetapi juga melahirkan generasi yang siap menghadapi perkembangan zaman dengan tetap berpegang pada ajaran Islam. C. Organisasi Keislaman Organisasi adalah suatu wadah atau tempat sekelompok orang yang bekerja sama secara teratur dan terarah untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam organisasi, setiap anggota memiliki peran, tugas, dan tanggung jawab masing-masing yang diatur melalui aturan, struktur, dan mekanisme kerja yang disepakati bersama. Islam memandang organisasi merupakan suatu kebutuhan yang tujuannya untuk menyatukan seluruh umat muslim dari berbagai perbedaan, terutama perbedaan pemahaman dalam berbagai cara beribadah dari segi Furuiyah (cabang). Masyarakat Desa Tambaksari mayoritasnya masuk kedalam organisasi Nahdatul Ulama (NU) dan Persatuan Islam (Persis). Kehidupan masyarakat Desa Tambaksari sangat dipengaruhi oleh organisasi keagamaan yang menjadi wadah pembinaan iman, ilmu, dan sosial. Dua organisasi yang cukup menonjol adalah Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi terbesar, serta Persatuan Islam (Persis) yang juga memiliki jamaah di desa ini. a. Nahdlatul Ulama (NU) NU merupakan organisasi keagamaan yang mayoritas dianut oleh masyarakat Desa Tambaksari. Pengaruhnya tampak kuat dalam berbagai aspek kehidupan keagamaan, sosial, dan budaya. Kegiatan kegamaan di desa Tambaksari yaitu Pengajian rutin mingguan dan bulanan,Tahlilan, yasinan, manaqiban, dan kegiatan tradisi keagamaan lainnya. 1. Tahlilan Kegiatan tahlilan dilaksanakan secara rutin oleh masyarakat sebagai bentuk doa bersama untuk keluarga maupun kerabat yang telah mendahului. Acara diawali dengan pembacaan Surat Yasin, dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama. Selain sebagai sarana mendoakan orang yang telah wafat, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan silaturahmi antarwarga. 2. Yasinan Kegiatan yasinan dilaksanakan setiap malam Jumat atau pada waktu yang telah ditentukan. Seluruh jamaah membaca Surat Yasin bersama-sama, disertai doa memohon keberkahan serta keselamatan bagi keluarga dan lingkungan. Dalam beberapa kesempatan, yasinan juga disertai tausiyah singkat yang berisi nasihat agama. Kegiatan yasinan ini dilakukan di mesjid-mesjid yang ada di desa Tambaksari. 3. Manaqiban Manaqiban merupakan kegiatan rutin bulanan yang berisi pembacaan kisah, doa, serta keteladanan dari Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Acara ini dimulai dengan dzikir, pembacaan manaqib, dan ditutup dengan doa bersama. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keimanan, meneladani akhlak para wali, serta mempererat ikatan kebersamaan antarjamaah. 4. Kegiatan Keagamaan Lainnya Selain tiga kegiatan utama di atas, masyarakat juga melaksanakan kegiatan keagamaan lainnya, antara lain:Pengajian rutin yang diisi dengan ceramah agama dan kajian kitab. Dzikir dan shalawat bersama, baik dalam bentuk Shalawat Nariyah, Burdah, maupun Maulid. Majelis taklim ibu-ibu dan bapak-bapak, sebagai wadah pembinaan rohani dan penguatan pemahaman agama, Selain itu juga keguatan Haul ulama atau tokoh agama yang diperingati setiap tahun. Adapun pengarunya organisasi Nu U tidak hanya hadir sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga membentuk budaya masyarakat yang lekat dengan nilai-nilai tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah. b. Persatuan Islam (Persis) Selain NU, di Desa Tambaksari juga terdapat organisasi Persis. Walau jumlah jamaahnya tidak sebanyak NU, Persis tetap aktif melaksanakan kegiatan dakwah dan pendidikan Islam. Adapun Kegiatan nya yaitu Kajian Al-Qur’an dan Hadits. Dalam Majelis taklim dengan penekanan pada pemurnian ibadah. Selain itu juga ada diskusi dan dakwah dengan pendekatan keilmuannya. D. Permasalahan Keagamaan di Desa Tambaksari No Problem Keterangan 1 Lembaga pendidikan Al-qur’an sebagian belum mempunyai IJOP Sebagian lembaga pendidikan yang ada masih belum memiliki Izin Operasional (IJOP). Hal ini dikarenakan beberapa faktor, antara lain proses pengajuan yang belum selesai, kelengkapan administrasi yang belum terpenuhi, serta keterbatasan pemahaman pengelola lembaga mengenai prosedur perizinan. Meskipun demikian, kegiatan pembelajaran tetap berjalan sebagaimana mestinya, hanya saja secara legalitas lembaga tersebut belum sepenuhnya tercatat dan diakui secara resmi oleh instansi terkait. 2 Belum terbentuknya LPQ (Lembaga Pendidikan Al-Qur’an) LPQ di wilayah ini belum terbentuk karena masih terbatasnya sumber daya, pengelola, serta belum adanya inisiatif formal dari masyarakat maupun lembaga terkait. 3 Rendahnya partisipasi remaja dalam kegiatan keagamaan (remaja masjid/majelis taklim remaja). Banyak remaja lebih tertarik pada gawai dan aktivitas non-keagamaan, sehingga jarang hadir di kajian/pengajian. 4 Masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Faktor penyebabnya antara lain kesibukan pekerjaan, kurangnya motivasi, serta anggapan bahwa shalat di rumah sudah cukup. Dampaknya, suasana masjid kurang hidup, ikatan ukhuwah antarwarga berkurang, dan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan umat tidak maksimal. F. Fokus/ Program A. n Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Mengadakan Pengajian di Malam Jumat yang Sebelumnya tidak ada Jamaah masjid Al-Hikmah Kp. Pasir Guling Mengadakan pengajian dan pelatihan pembacaan mahalul qiyam 2. Tadarus rutin yang diadakan setiap sholat magrib dan sholat shubuh Masyarakat dan anak-anak Masyarakat bisa khatam selama satu bulan dengan sistem pembacaan 1 juz sehari Dengan puncak mengadakan syukuran di setiap bulannya. 3. Penyaluran mushaf Al-qur’an di tiga titik berbeda Masjid Al-Hikmah, Masjid An-Nurjanah PP Al-Hidayah Membantu masyarakat dan para santri dalam belajar membaca dan menghafal Al-quran 4. Penyaluran pakaian muslim (baju koko dan mukena) Jamaah masjid Al-Hikmah Kp Pasir Guling Memberi jamaah pakaian yang layak untuk dipakai beribadah 5. Memberikan saran kepada sesepuh masjid Al-Hikmah untuk membentuk kepengurusan masjid (DKM) Sesepuh masjid Al-Hikmah Kp. Pasir Guling Terbentuknya struktur kepengurusan masjid yang jelas guna terciptanya kesejahteraan masjid 6. Pembuatan rak Al-qur’an Masjid Al- Hikmah Kp. Pasir Guling Membantu 7. Tablig akbar di malam puncak perpisahan KKM STAIM 2025 Masyarakat Desa Tambaksari Memberikan suguhan yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Tambaksari di akhir kebersamaan Mahasiswa KKM dengan Masyarakat. Dimulai pada minggu pertama kami melaksanakan sosialisasi ke berbagai penjuru desa dengan target sasaran masyarakat, tokoh agama , para alimil ulama ,kasepuhan tokoh masyarakat yang ada di desa Tambaksari. Kemudian Kami mengikuti pengajiann di masjid-mesjid terdekat,yakni di masjid Al hidayah sambil perkenalan kepada Ulama dan tokoh masyarakat sekitar, yang mana DKM nya adalah Ustad Jafar. Kemudian malam Rabu nya mengikuti Pengajian di masjid dekat rumah yakni Mesjid Al hikmah sambil perkenalan juga, lanjut Rabu pagi kami mengikuti pengajian di Desa Tambaksari karena setiap Rabu ( seminggu sekali ) di desa mengadakan pengajian mingguan yang rutin di laksanakan dan yang menjadi jama’ah nya dalah giliran tiap RW, kebetulan pada Rabu pertama itu di isi oleh warga dari RT 05 yaitu kampung jaringao yang dipimpin oleh Ustad Asep, ada juga dari Dai Kamtibnas, kemudian dari ketua MUI desa, hari kamis kami mencari Madrasah takmiliyah untuk kami belajar mengajar, dilanjut mengikuti pengajian pada malam jum’at di rumah warga yang merupakan pemilik pabrik gesper yang pertama yaitu bapak H. Maksum. Dihari jum’at kami melakukan kerja bakti di wilyah sekitar posko dan juga masjid yang dekat dengan posko.kemudian pada hari sabtu kami emngikuti pengajian ba’da duhur di masjid Al Nurjanah yang mana DKM nya adalah bapak ustad Undang. Diketahui Mesjid di dekat Posko yaitu masjid Al Hikmah adalah masjid baru yang belum memiliki DKM ,maka kami memberikan saran kepada sesepuh masjid Al hikmah untuk membentuk Dewan Kepengurusan Masjd (DKM) Kegiatan ini difokuskan pada pembinaan kelembagaan, dengan adanya kepengurusan (DKM) yang resmi dan terstruktur, pengelolaan masjid akan lebih tertata, baik dari segi peribadatan, administrasi, maupun program-program keagamaan. Saran ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk memiliki organisasi masjid yang aktif,kemudian yang kedua Mengadakan Pengajian di Malam Jumat yang Sebelumnya Tidak Ada, Program ini difokuskan untuk menghidupkan malam Jumat dengan kegiatan keagamaan yang sebelumnya belum pernah ada. Melalui pengajian rutin ini, masyarakat diharapkan lebih semangat dalam memperdalam ilmu agama, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan kebiasaan ibadah yang berkelanjutan meskipun program KKM telah selesai, Ketiga Tadarus Rutin yang Dilaksanakan Setelah Sholat Magrib dan Sholat Subuh, Program ini bertujuan membiasakan masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, untuk membaca Al-Qur’an secara rutin. Dilaksanakan setelah sholat magrib dan subuh, kegiatan ini dapat memperkuat kemampuan membaca Al-Qur’an, memperindah bacaan, serta menanamkan kecintaan pada kitab suci sejak dini. Keempat, Penyaluran Musḥaf Al-Qur’an di Masjid yang Masih Terbatas. Fokus kegiatan ini adalah membantu ketersediaan mushaf Al-Qur’an di masjid yang masih kekurangan. Dengan adanya tambahan mushaf, jamaah akan lebih mudah melaksanakan tadarus bersama, terutama saat bulan Ramadhan dan kegiatan keagamaan lainnya.Kelima, Penyaluran Pakaian Muslim (Baju Koko dan Mukena). Program ini dimaksudkan untuk mendukung kelengkapan ibadah masyarakat. Mukena dan baju koko yang disalurkan dapat dipakai oleh jamaah, khususnya yang belum memiliki perlengkapan ibadah memadai. Hal ini sekaligus menumbuhkan semangat beribadah dengan lebih nyaman dan khidmat. Keenam, Pembuatan Rak Al-Qur’an. Program ini bertujuan menyediakan sarana penempatan mushaf Al-Qur’an agar lebih rapi, terjaga, dan mudah digunakan jamaah. Rak yang dibuat sederhana namun bermanfaat, sekaligus menjadi bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyaraakat. Ketujuh , Kegiatan belajar mengajar di MDTA Assalafiyah merupakan program utama yang dilaksanakan secara rutin setiap hari, mulai dari hari Senin sampai dengan hari Sabtu. Adapun hari Minggu ditetapkan sebagai hari libur. Hal ini bertujuan agar para peserta didik memiliki waktu istirahat, sekaligus memberikan kesempatan kepada mereka untuk membantu orang tua di rumah serta mengikuti kegiatan keagamaan maupun sosial di lingkungan masyarakat. Dengan pelaksanaan kegiatan belajar yang terjadwal setiap hari, diharapkan proses pendidikan dapat berjalan secara konsisten dan berkesinambungan. Selain itu, pembiasaan belajar rutin ini juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan meningkatkan semangat belajar para siswa. Kedelapan, Pembinaan Ibadah Harian yakni Mengajarkan tata cara wudhu, shalat, dan doa sehari-hari kepada anak-anak, membantu menghafal surat surat pendek kepada anak anak, Membiasakan shalat berjamaah di masjid atau mushalla, dan membentuk Ikatan Remaja Masjid ( IRMA ) yang diketuai oleh sorang pemuda yang Bernama Zainal agar pemuda pemudi aktif dan antusias dalam kegiatan keaagamaan. Kesembilan, Ikut serta dalam peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Memfasilitasi kegiatan seperti M.aulid Nabi, Isra Mi’raj, Nuzulul Qur’an.Memberikan ceramah atau tausiyah sesuai dengan momen keagamaan kami melakukan Tablig Akbar di Malam Puncak Perpisahan. Tabligh Akbar sekaligus Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Salah satu program keagamaan yang dilaksanakan adalah Tabligh Akbar yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan shalawat bersama sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Kemudian, rangkaian kegiatan diisi dengan tausiyah atau ceramah agama yang disampaikan oleh penceramah/ustadz yang diundang secara khusus. Isi ceramah menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW, memperkuat keimanan, serta mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, peringatan Maulid Nabi juga disertai dengan pembacaan Barzanji/Simthud Durar dan doa bersama, yang diikuti oleh jamaah dengan penuh khidmat. Tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, acara ini juga menjadi media dakwah untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan, memperkokoh persatuan umat, dan membangkitkan semangat kebersamaan dalam beragama. Dengan adanya kegiatan Tabligh Akbar dan Maulid Nabi Muhammad SAW, diharapkan masyarakat lebih mengenal sosok Rasulullah SAW sebagai teladan utama, serta menjadikan peringatan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, dan memperkuat keimanan.Kegiatan ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian program. Tablig akbar dilaksanakan sebagai bentuk syiar Islam sekaligus perpisahan antara mahasiswa KKM dengan masyarakat. Melalui acara ini, diharapkan terjalin ikatan emosional yang kuat antara mahasiswa dan warga, serta meninggalkan kesan positif sehingga program yang sudah berjalan bisa diteruskan oleh masyarakat secara mandiri. Selain itu juga kami melakukan Kegiatan Keagamaan Sosial seperti Membantu pelaksanaan tahlilan, yasinan, dan doa bersama di masyarakat, dan Mendampingi kegiatan manaqiban atau dzikir bulanan.   Yasinan & Mahalul Qiyam Penyaluran Pakaian Muslim (Baju koko & Mukena)   Penyaluran Mushaf Al-Qur’an   Pengajian Rutinan   Mengajar Di MDTA   Tablig Akbar di malam pucak perpisahan KKM STAIM 2025 BAB VI PENDIDIKAN DI DESA TAMBAKSARI Oleh : Apiani, Arini, Rahmi A. Pengertian Pendidikan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang ataupun sekelompok dalam upaya mendewasakan manusia melalui sebuah pengajaran maupun pelatihan. Dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri mereka, memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara Menurut Ki Hajar Dewantara juga dikenal dengan semboyan "Tut Wuri Handayani, Ing Madya Mangun Karsa, Ing Ngarsa Sung Tulada". Semboyan ini mengandung makna bahwa pendidik harus mampu memberikan dorongan dari belakang (Tut Wuri Handayani), mampu membangkitkan semangat dan motivasi di tengah (Ing Madya Mangun Karsa), dan menjadi contoh teladan di depan (Ing Ngarsa Sung Tuladan. Dalam pandangannya, pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan karakter, pengembangan potensi diri, dan pemerdekaan manusia secara utuh. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Dalam pengertian yang sederhana dan umum makna pendidikan sebagai usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan. Pendidikan dan budaya ada bersama dan saling memajukan Sedangkan pengertian pendidikan menurut H. Home, adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada vtuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia. Dari beberapa pengertian pendidikan menurut ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah Bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untukmencapai kedewasaanya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain. a) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PAUD adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan 6 (enam) perkembangan: agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan sesuai kelompok usia yang dilalui oleh anak usia dini seperti yang tercantum dalam Permendikbud 137 tahun 2014 tentang Standar Nasional PAUD (menggantikan Permendiknas 58 tahun 2009) Pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan sebelum menempuh pendidikan dasar, bertujuan untuk membina anak sejak lahir hingga usia enam tahun. Pendekatan ini bertujuan mendukung perkembangan fisik dan mental anak agar mereka memiliki kesiapan untuk melanjutkan pendidikan lebih lanjut dalam jalur formal; non-formal; dan informal. Perkembangan anak usia dini merupakan bentuk perkembangan yang fokus pada pembentukan dasar pertumbuhan dan perkembangan anak dalam aspek agama; moral; fisik motorik; kognitif; bahasa; sosial-emosional; dan seni, sesuai dengan tahapan perkembangan yang unik di setiap kelompok usia. Perkembangan respons atau tanggapan pada anak erat kaitannya dengan pemahaman tentang teori-teori pengamatan perkembangan anak. Walaupun keduanya memiliki pola yang berbeda, tetapi keduanya saling berhubungan dan memiliki prinsip dasar yang sama, yaitu proses pembelajaran mengenai objek atau gagasan yang masuk ke pikiran anak, dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki anak. Dalam hal ini, tanggapan merupakan hasil dari pengamatan, dan keduanya berkaitan erat dalam proses pembelajaran Secara yuridis, istilah anak usia dini di Indonesia ditujukkankepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Dalam Undang-Udang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 14 ditanyatakan bahwa “Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut". Selain itu, pendidikan anak usia dini mencakup berbagai program yang melayani anak dari lahir sampai usia delapan tahun yang dirancang untuk meningkatkan perkembangan intelektual, sosial, emosi, bahasa, dan fisik anak. PAUD bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi anak agar kelak dapat berfungsi sebagai manusia yang utuh sesuai falsafah suatu bangsa. Selain itu, tujuan PAUD adalah untuk mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKM Desa Emas 2025 STAI Al-Musaddadiyah di Desa Tambaksari minat orang tua untuk memberikan pendidikan usia dini sudah mulai berkembang karena mereka mulai tersadar bahwa memberikan pendidikan dasar dalam usia dini sangatlah penting. Hal ini dapat diingat dengan jumlah siswa yang terdapat di setiap satuan pendidikan anak usia dini di desa tambaksari sebagai berikut : • PAUD Santika (28 orang) • KOBER Mekarari (26 orang) • KOBER Al-Insyirah (28 orang) • RA Assalafiyah (15 orang) • RA Al-Hasanah (18 orang) B. Sekolah Dasar dan MI Sekolah dasar pertama kali di buka pada zaman penjajahan Belanda pada tahun 1892 di kota Bandung, Jawa Barat. Sekolah tersebut di beri nama Europese Lagere School (ELS) atau Sekolah Rendah Eropa. Pada awalnya, ELS hanya di peruntukkan bagi anak-anak bangsawan dan orang Eropa. Namun, setelah perjuangan dan tekanan dari tokoh-tokoh nasionalis, pada tahun 1913 di bukalah sekolah dasar yang di peruntukkan bagi anak pribumi yang di beri nama Hollandsch-Inlandsche School (HIS) atau Sekolah Rakyat. Pada masa kemerdekaan, sistem pendidikan di Indonesia mengalami perubahan signifikan. Pemerintah Indonesia membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Pada tahun 1952, pemerintah membentuk Departemen Pendidikan Nasional yang bertujuan untuk menyediakan layanan pendidikan dasar dan menengah bagi rakyat Indonesia. Pada masa itu, sekolah dasar di kenal dengan sebutan Sekolah Rakyat (SR). Sekolah Rakyat di buka di seluruh Indonesia dan di berikan secara cuma-cuma oleh pemerintah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan tingkat literasi dan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Sekolah Rakyat juga di berikan beasiswa kepada siswa yang kurang mampu untuk memfasilitasi akses pendidikan bagi semua kalangan Sekolah Dasar (SD) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum pada jenjang pendidikan dasar. Sekolah Dasar (SD) merupakan kelanjutan dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan dilanjutkan oleh Sekolah Menengah Pertama (SMP)/ Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau bentuk lain yang sederajat. Sekolah Dasar (SD) terdiri atas enam tingkatan kelas, yaitu kelas 1—6. Sekolah Dasar (SD) diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat. Sejak diberlakukannya otonomi daerah pada tahun 2001, pengelolaan Sekolah Dasar (SD) di Indonesia yang sebelumnya tanggung jawab pemerintah pusat. Kini, menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota. Sedangkan pemerintah pusat hanya berperan sebagai regulator. Secara struktural, Sekolah Dasar Negeri (SDN) merupakan unit pelaksana teknis dinas pendidikan kabupaten/kota. Tujuan pendidikan sekolah dasar adalah memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik untuk mengembangkan diri sebagai individu, anggota masyarakat, warga negara, dan anggota umat manusia, serta mempersiapkan mereka untuk melanjutkan ke pendidikan menengah. Selain itu, pendidikan dasar juga bertujuan untuk meletakkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup mandiri dan melanjutkan pendidikan. Kurikulum sekolah dasar sama dengan kurikulum MI. Hanya saja pada MI terdapat porsi lebih banyak mengenai pendidikan agama islam, selain mengajarkan mata pelajaran sebagaimana sekolah dasar juga ditambah dengan pelajaran-pelajaran seperti : • Alqur’an dan Hadist • Aqidah dan Akhlak • Fiqih • Sejarah Kebudayaan Islam • Bahasa Arab B. Kondisi Umum Pendidikan di Desa Tambaksari Selama melakukan pengamatan di Desa Tambaksari telah terdapat beberapa satuan pendidikan mulai dari PAUD dan Sekolah Dasar. Meskipun begitu, potret pendidikan dinilai sudah cukup baik karena untuk mengenyam pendidikan mudah didapatkan oleh masyarakat, bahkan dapat dilihat dari jumlah siswa yang cukup konsisten dari tahun ke tahun. Namun, untuk fasilitas dalam pembelajaran sangat kurang sehingga anak tidak bisa mengekspolorasi lebih luas lagi. Secara keseluruhan di Desa tambaksari terdapat fasilitas pendidikan diantaranya : Satuan Pendidikan Jumlah Lembaga Jumlah Siswa PAUD 5 115 SD 2 287 MI 1 11 Berdasarkan hasil pengamatan mahasiswa KKM Desa Emas STAI Al-Musaddadiyah Garut bahwa kami melihat fasilitas pendidikan yang ada di Desa Tambaksari dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakan terhadap pendidikan. Hal ini terjadi karena pola pikir masyarakat semakin berkembang dan dapat dibuktikan dengan rasa peduli yang tinggi terhadap pendidikan. Selain itu ditemukan bahwa terdapat satu orang anak yang mengalami sehat fisik tetapi mempunyai keterbatasan (speech delay). Seharunya lembaga tersebut memiliki guru khusus untuk menangani hal tersebut akan tetapi lembaga tersebut memiliki kekurangan terkait pendanaan. C. Sarana dan Prasarana Pendidikan Untuk sarana dan prasarana di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) belum semua lembaga mempunyai tempat belajar yang layak karena dengan kondisi tempat belajar yang terbatas dan peralatan untuk menunjang pembelajaran yang kurang. Sehingga harus lebih diperhatikan untuk kelangsungan belajar anak baik itu indoor ataupun outdoor. Untuk sarana dan prasarana di lembaga pendidikan seperti SD/MI sudah cukup memadai tetapi harus dilengkapi, diperbaiki, dan dirawat, untuk kenyamanan siswa dalam proses pembelajaran D. Permasalahan Pendidikan Setelah kami melaksanakan observasi lapangan di Desa Tambaksari ditemukan permasalahan pendidikan yang sangat krusial dan permaslahan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut : a) Motivasi tentang pentingnya pendidikan bagi anak usia dini Motivasi adalah dorongan yang ada pada diri seseorang untuk melakukan sesuatu, baik dorongan itu berasal dari dalam diri sendiri (intrinsik) maupun dari luar (ekstrinsik). Motivasi ini muncul karena adanya kebutuhan, keinginan, atau tujuan yang ingin dicapai. Secara sederhana, motivasi adalah daya penggerak yang membuat seseorang bertindak Menurut Maslow motivasi adalah hasil dari usaha seseorang untuk memenuhi lima kebutuhan dasar: fisiologis, keamanan, sosial, penghargaan dan aktualisasi diri. Kebutuhan tersebut dapat menimbulkan tekanan internal yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat penting maka masyarakat khususnya orangtua yang memiliki anak usia 0-6 tahun hendaknya mengikutsertakan anaknya untuk mengikuti pendidikan di PAUD. Hal tersebut dilakukan agar potensi yang dimiliki anak bisa tersalurkan, berkembang, dan menjadi generasi penerus bangsa. b) Kurangnya Sarana Penunjang pendidikan di lembaga-lembaga yang ada di Desa Tambaksari. Pendidikan di Desa Tambaksari sangat minim sekali terutama dalam sarana dan prasarana. Ketika sarana dan prasarana sekolah tidak memadai maka akan berakibat dalam masalah minimnya pendidikan disebabkan karena keterbatasan fasilitas sekolah dan pembelajaran yang tidak memadai saat ini. Dalam hal ini menimbulkan banyak peserta didik tidak bisa menikmati kenyamanan dan kelengkapan fasilitas seperti peserta didik di kota. c) Kurangnya SDM yang kompeten di bidang pendidikan SDM merupakan salah satu faktor yang memicu perkembangan pendidikan. Rendahnya kualitas pendidikan menjadi penyebab dari krisisnya sumber daya manusia. Sudah sepatutnya di bidang pendidikan dibutuhkan sumber daya yang benar benar kompeten untuk bersinergi bersama. d) Tidak adanya wadah yang digunakan untuk wahana sharing antar lembaga pendidikan di Desa Tambaksari. E. Fokus/program No Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Pendataan lembaga pendidikan Lembaga pendidikan yang ada di Desa Tambaksari seperti SD, PAUD dan MDTA Mengetahui jumlah lembaga pendidikan yang ada di Desa Tambaksari 2. Pojok baca MDTA mendorong semangat anak-anak dalam belajar dan memahami sebuah tulisan di dalam sebuah buku. 3. Membantu lembaga pendidikan (TK, SD, MDTA) Lembaga pendidikan yang ada di Desa Tambaksari Membantu tenaga pengajar di lembaga pendidikan di Desa Tambaksari 4. Sosialisasi Ketahanan Pangan Anak-anak di SD 01 dan SD 02 Desa Tambaksari Mendorong semangat para siswa siswi dalam mengonsumsi makanan bergizi. 5. Penanaman bersama anak-anak SD Anak-anak di SD 01 dan SD 02 Desa Tambaksari Memberikan pembelajaran kepada para siswa dan siswi tentang pentingnya menjaga alam guna dapat dimanfaatkan kembali secara efisien. 6. Sosialisasi Anti Bullying Anak-anak di SD 01 dan SD 02 Desa Tambaksari Menyadarkan anak anak terhadap bahayanya tindakan Bullying 7. Pembuatan Alat Peraga Edukasi (APE) di lembaga Pendidikan Paud Lembaga PAUD Desa Tambaksari Memberikan pengajaran yang berbeda sehingga para siswa tidak merasa bosan, dan mampu diikuti oleh guru guru yang ada. 8. Bimbel anak di posko Anak-anak PAUD, anak anak SD Memanfaatkan waktu luang anak dengan hal yang positif dengan cara belajar bersama Mahasiswa KKM.   Mengajar di PAUD Santika APE (Alat Peraga Edukatif) Untuk Lembaga PAUD Penjelajahan Edukatif Tentang Ketahanan Pangan Bagi Anak PAUD Pendataan Sekolah Yang Ada Di Tambak Sari Seperti PAUD, MI, MDT Penyerahan Sertifikat Dan APE Di Paud Santika BAB BAB VII Perekonomian Di Desa Tambaksari Oleh : Erviana, Algi, & Salsa Perekonomian desa pada umumnya bertumpu pada hasil produksi yang dihasilkan dari wilayah pedesaan yang masih bersifat tradisional. Desa yang berada di wilayah daratan biasanya menghasilkan produk pertanian, seperti padi, jagung, sayuran, dan palawija, sedangkan desa yang terletak di daerah pesisir lebih banyak bergantung pada hasil kelautan, seperti ikan, rumput laut, dan komoditas laut lainnya. Selain itu, desa yang berada di wilayah perbukitan atau pegunungan juga memiliki potensi unggulan, misalnya perkebunan kopi, teh, cengkeh, atau hasil hutan non-kayu. Seluruh hasil produksi tersebut pada dasarnya memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta membangun kemandirian perekonomian pedesaan. Namun, dalam perkembangannya, kegiatan ekonomi di pedesaan tidak bisa hanya bertumpu pada sektor primer. Modernisasi dan perkembangan teknologi menuntut agar desa mampu melakukan diversifikasi ekonomi, misalnya dengan mengembangkan industri kecil, kerajinan tangan, usaha mikro, maupun sektor jasa. Kegiatan ini penting karena dapat memberikan nilai tambah (value added) pada hasil produksi desa, sehingga tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga dalam bentuk olahan yang memiliki harga jual lebih tinggi. Pertumbuhan ekonomi di pedesaan juga harus tumbuh dan berkembang lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang membutuhkan pekerjaan. Hal ini sangat penting agar tingkat pengangguran dapat ditekan seminimal mungkin. Pertumbuhan ekonomi yang baik akan mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih luas sehingga semakin banyak penduduk desa yang dapat terserap dalam aktivitas ekonomi produktif. Misalnya, sektor pertanian yang dikelola dengan teknologi modern dapat menyerap tenaga kerja sekaligus meningkatkan hasil produksi. Begitu pula dengan sektor pariwisata desa yang mulai berkembang, seperti desa wisata, mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat setempat. Sebaliknya, jika perekonomian desa berjalan dengan baik dan masyarakatnya hidup makmur, maka jumlah pengangguran akan semakin berkurang. Dengan demikian, pembangunan ekonomi pedesaan tidak hanya berdampak pada meningkatnya taraf hidup masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya stabilitas sosial dan kesejahteraan bersama. Desa yang ekonominya kuat akan mampu menjadi penopang perekonomian nasional, mengingat desa merupakan basis mayoritas penduduk Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi desa perlu dilakukan secara terencana, berkesinambungan, dan berbasis pada potensi lokal. Pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan desa, baik melalui penyediaan infrastruktur, akses modal, pelatihan keterampilan, maupun pendampingan usaha. Jika potensi desa dapat digali dan dikembangkan secara optimal, maka desa bukan hanya menjadi wilayah produksi tradisional, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing tinggi. A. Kondisi Umum Perekonomian di Desa Tambaksari Pada umumnya, sarana sosial ekonomi masyarakat Desa Tambaksari didominasi oleh usaha di bidang pertanian, khususnya pertanian padi, jagung, dan tembakau. Sektor pertanian ini tidak hanya menjadi penopang utama perekonomian desa, tetapi juga menjadi sumber mata pencaharian bagi sebagian besar penduduk. Pola pertanian yang masih bersifat tradisional terus dipertahankan, meskipun beberapa petani mulai mencoba memanfaatkan teknologi sederhana untuk meningkatkan hasil produksi. Hasil panen padi digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, sedangkan jagung dan tembakau sebagian besar dijual sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasaran. Dengan demikian, sektor pertanian memberikan kontribusi yang sangat besar dalam menopang kehidupan masyarakat setempat. Selain pertanian, masyarakat Desa Tambaksari juga menggantungkan hidup pada berbagai usaha lain yang bersifat kecil-kecilan, seperti perdagangan, jasa transportasi (ojek), dan aktivitas ekonomi informal lainnya. Keberadaan jasa transportasi, misalnya ojek, sangat membantu mobilitas warga untuk mengangkut hasil pertanian maupun memenuhi kebutuhan perjalanan sehari-hari. Aktivitas ekonomi informal ini meskipun skalanya kecil, namun memiliki peran penting dalam memperlancar roda perekonomian desa. Adapun usaha di bidang perdagangan yang bersifat sampingan, berupa warung, kios, dan toko, jumlahnya cukup banyak. Kehadiran warung dan toko ini tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga menjadi wadah perputaran ekonomi di tingkat lokal. Dengan adanya warung, warga tidak perlu jauh-jauh pergi ke pasar di luar desa untuk memenuhi kebutuhannya, sehingga peredaran uang tetap berlangsung di dalam desa. Hal ini pada akhirnya memperkuat dinamika ekonomi Desa Tambaksari sekaligus meningkatkan interaksi sosial antarwarga. Selain sektor-sektor tersebut, beberapa warga Desa Tambaksari juga mencoba mengembangkan usaha rumah tangga, seperti produksi makanan olahan sederhana, kerajinan tangan, atau beternak dalam skala kecil. Walaupun masih terbatas, usaha-usaha ini mulai menunjukkan potensi yang menjanjikan apabila dikembangkan lebih serius dengan dukungan modal dan keterampilan. Dengan demikian, perekonomian Desa Tambaksari dapat dikatakan bertumpu pada sektor pertanian sebagai sektor utama, sementara sektor perdagangan, jasa, dan usaha kecil lainnya menjadi penopang tambahan yang turut menggerakkan roda perekonomian desa. Kombinasi antara sektor pertanian dan sektor pendukung ini menjadikan Desa Tambaksari memiliki ketahanan ekonomi lokal yang cukup baik, meskipun masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan modal, teknologi, serta akses pasar. Berdasarkan jenis pekerjaannya, kepala keluarga di Desa Tambaksari terdiri dari beberapa profesi sebagai berikut: 1. Pertanian (Petani) : 687 orang 2. Buruh Harian Lepas : 142 orang 3. Pegawai Negeri Sipil : 10 orang 4. Perangkat Desa : 12 Orang 5. Industri Rumah Tangga (Pabrik &Rumahan) : 8 Unit 6. Bidan : 1 orang 7. Perdagangan : 257 Warung & 16 Toko 8. Jasa & Transfortasi : Tidak terdata secara pasti 9. Pengrajin Bendera : Tidak terdata secara pasti Adapun secara rinci mata pencarian masyarakat Desa Tambaksari sebagai berikut: 1. Sektor Pertanian, Pertanian merupakan mata pencaharian utama masyarakat Desa Tambaksari. Jumlah petani tercatat sekitar 687 orang dengan komoditas utama berupa padi, jagung, dan tembakau. Sektor ini menjadi penopang utama perekonomian desa sekaligus sumber penghidupan mayoritas penduduk. 2. Sektor Perdagangan, Sektor perdagangan ini menjadi penunjang ekonomi sekaligus mata pencaharian tambahan. Terdapat 257 warung yang tersebar di berbagai dusun serta 16 toko dengan skala usaha lebih besar dibanding warung. Warung dan toko tersebut menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari, barang rumah tangga, hingga perlengkapan pertanian, sehingga turut memperlancar perputaran ekonomi di desa. 3. Sektor Jasa dan Transportasi, Sebagian masyarakat bekerja di sektor jasa, terutama sebagai ojek yang berperan penting dalam mobilitas antar dusun maupun ke wilayah sekitar. Selain itu, terdapat usaha jasa lain berskala kecil seperti bengkel motor, tukang kayu, dan jasa perbengkelan sederhana. Walaupun jumlahnya tidak terdata secara pasti, sektor jasa ini tetap membantu menyediakan lapangan kerja non-pertanian. 4. Sektor Industri Rumah Tangga / UMKM, Desa Tambaksari memiliki 6 unit pabrik rumahan, yang memproduksi jamur, tahu, dan gesper (kaki gorden). Industri kecil ini menjadi alternatif mata pencaharian di luar sektor pertanian dan perdagangan. Walaupun masih sederhana, sektor ini berpotensi berkembang lebih besar apabila mendapat dukungan modal, pelatihan, dan pemasaran yang lebih luas. 5. Pengrajin Bendera, menjadi salah satu potensi unik di Desa Tambaksari. Sebagian pemuda desa bahkan banyak yang merantau ke berbagai daerah, terutama ke wilayah Jawa, untuk menjual bendera. Aktivitas ini meningkat pesat menjelang bulan Agustus dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sehingga menjadi sumber tambahan penghasilan yang cukup signifikan bagi masyarakat. 6. Sektor Ekonomi Informal Lainnya, Sebagian masyarakat bekerja sebagai buruh harian lepas (142 orang), buruh tani, atau menjalani pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu, terdapat pula usaha rumah tangga seperti makanan olahan atau kerajinan kecil yang berperan menambah penghasilan keluarga. 7. Pekerjaan Lain, Selain sektor utama, terdapat pula profesi yang lebih spesifik, seperti pegawai negeri sipil (10 orang), perangkat desa (12 orang), dan bidan (1 orang). Walaupun jumlahnya relatif sedikit, keberadaan profesi ini tetap penting karena menyokong fungsi pelayanan dan pemerintahan di desa. Adapun sarana-sarana pendukung perekonomian di Desa Tambaksari yaitu: 1. Koperasi Simpan Pinjam : - 2. BUMDES : 2 3. BANK : - 4. Pasar : - 5. Pegadaian : - 6. Kantor Pos & Giro : - 7. Industri Rumah Tangga (Pabrik & Konveksi Rumahan) : 8 Sarana pendukung perekonomian di Desa Tambaksari masih tergolong terbatas. Desa ini belum memiliki koperasi simpan pinjam, bank, maupun pegadaian yang beroperasi secara langsung. Pasar permanen juga tidak tersedia, sehingga aktivitas jual beli lebih banyak berlangsung di warung-warung milik warga dan melalui pedagang kecil. Untuk layanan pos dan giro, masyarakat biasanya mengakses fasilitas di desa atau tempat terdekat. Meskipun demikian di sisi lain, Desa Tambaksari telah memiliki dua unit Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang cukup aktif, yaitu BUMDes budidaya ikan nila dan BUMDes penyedia layanan WiFi. Kehadiran BUMDes ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam membuka lapangan kerja maupun dalam menyediakan akses teknologi. Selain itu, terdapat enam unit industri rumah tangga atau pabrik rumahan, seperti usaha jamur, tahu, gesper (kaki gorden), serta kerajinan bendera. Industri kecil tersebut menjadi penopang tambahan bagi perekonomian masyarakat, serta berperan sebagai penopang yang melengkapi tambahan perekonomian masyarakat, disamping sektor utama pertanian dan perdagangan. B. Potensi Perekonomian Desa Tambaksari 1. Potensi Sumber Daya Alam (SDA) Desa Tambaksari merupakan wilayah dengan kondisi geografis yang khas, di mana sebagian besar lahannya berupa lahan kering dengan curah hujan relatif rendah. Karakteristik ini menjadikan pengelolaan sumber daya alam memiliki tantangan tersendiri, tetapi sekaligus membuka peluang untuk memunculkan keunggulan lokal yang tidak dimiliki desa lain. Sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian Desa Tambaksari. Padi tetap ditanam sebagai sumber pangan utama, meskipun produktivitasnya terbatas karena ketersediaan air yang minim. Hanya sawah tertentu dengan sistem irigasi sederhana yang mampu menghasilkan panen cukup stabil, sementara sebagian besar lahan sawah hanya dapat diolah pada musim hujan. Di luar padi, jagung tumbuh lebih dominan karena lebih tahan terhadap kondisi kering. Jagung tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga dipasarkan sehingga memberikan nilai ekonomi yang penting bagi keluarga petani. Lebih dari itu, Desa Tambaksari memiliki komoditas unggulan yang menjadi identitas sekaligus sumber pendapatan terbesar, yaitu tembakau. Uniknya, curah hujan yang rendah justru meningkatkan kualitas daun tembakau sehingga produk dari desa ini diminati oleh pedagang dari luar daerah. Hasil panen tembakau berkontribusi signifikan terhadap perekonomian desa, menjadikannya salah satu pilar utama kesejahteraan masyarakat. Selain tiga tanaman pokok tersebut, masyarakat juga mengembangkan palawija dan hortikultura sebagai sumber pangan tambahan. Kacang tanah, ubi kayu, dan kacang hijau banyak ditanam di lahan kering karena mudah dibudidayakan dan tidak menuntut banyak air. Sementara itu, buah-buahan seperti pisang, mangga, pepaya, dan sirsak hadir sebagai pelengkap kebutuhan gizi keluarga. Walau skalanya kecil, hasil panen buah dan palawija turut berperan dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat dan memberi peluang bagi perdagangan lokal. Potensi sumber daya alam Desa Tambaksari tidak hanya terbatas pada sektor pertanian, melainkan juga kehutanan. Hutan dan lahan kering yang masih cukup luas memberikan manfaat ganda. Dari sisi ekonomi, kayu dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga dan bahan bangunan, sementara hasil non-kayu seperti bambu dan tanaman obat tradisional juga memiliki nilai guna. Dari sisi ekologi, keberadaan hutan berfungsi penting menjaga kelestarian tanah, mencegah erosi, serta menopang keberlangsungan sumber air yang jumlahnya terbatas. Apabila dikelola secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, hutan dapat menjadi sumber daya yang tidak hanya menyokong kebutuhan saat ini, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan jangka panjang. Sektor peternakan masih dijalankan dalam skala kecil. Beberapa warga memelihara sapi, kambing, domba, maupun ayam, namun usaha ini umumnya hanya bersifat sampingan. Kendala utama berupa keterbatasan pakan dan air membuat peternakan sulit berkembang menjadi usaha utama. Sementara itu, sektor perikanan hampir tidak dapat dijalankan mengingat kondisi iklim kering yang tidak memungkinkan tersedianya sumber air permanen. Ciri khas iklim Desa Tambaksari yang kering dan jarang hujan sesungguhnya merupakan faktor penentu dalam pembentukan pola pengelolaan sumber daya alam desa. Dari satu sisi, kondisi ini menghadirkan tantangan berupa keterbatasan produksi pangan yang sangat bergantung pada ketersediaan air. Namun dari sisi lain, iklim kering justru menjadi berkah karena menghasilkan kualitas tembakau dan jagung yang lebih unggul. Dengan manajemen lahan yang tepat dan pemilihan komoditas sesuai kondisi, keterbatasan iklim dapat diubah menjadi keunggulan kompetitif desa. Secara keseluruhan, potensi sumber daya alam Desa Tambaksari terletak pada pertanian tanaman pangan, terutama tembakau, jagung, dan padi, yang diperkuat dengan keberadaan palawija, hortikultura, serta hutan. Peternakan dan perikanan memang belum berkembang maksimal, tetapi tetap memberi kontribusi kecil dalam kehidupan masyarakat. Dengan karakter iklim yang unik, Desa Tambaksari menghadapi tantangan besar, sekaligus memiliki peluang untuk terus mengoptimalkan sumber daya alam yang ada demi meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Pemberdayaan masyarakat menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam Desa Tambaksari. Peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan teknik budidaya modern, pemanfaatan irigasi sederhana, serta diversifikasi komoditas pertanian diharapkan mampu meningkatkan hasil panen. Pemanfaatan lahan kering dengan pola tanam yang tepat dan berorientasi pada kebutuhan lokal juga dapat memperkuat ketahanan pangan. Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan pihak swasta penting untuk membuka akses permodalan, teknologi, dan pemasaran produk pertanian. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya bergantung pada satu komoditas, tetapi memiliki berbagai alternatif usaha yang lebih berkelanjutan. Harapannya, Desa Tambaksari mampu menjadikan sektor pertanian sebagai fondasi utama perekonomian yang tangguh. Dengan dukungan kehutanan, peternakan, dan pemanfaatan sumber daya lain, serta partisipasi aktif masyarakat, desa ini berpotensi berkembang menjadi desa mandiri dan sejahtera, tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan yang menjadi warisan bagi generasi mendatang. 2. Potensi Sumber Daya Manusia (SDM) Masyarakat Desa Tambaksari sebagian besar berada pada usia produktif, sehingga menjadi aset penting dalam mendukung pembangunan desa. Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani, pedagang kecil, maupun pekerja dengan jenis pekerjaan tetap maupun tidak tetap. Kehidupan sosial di desa ini sangat kental dengan nilai gotong royong, tercermin dari kebiasaan saling membantu dalam kegiatan pertanian, hajatan, dan pembangunan sarana umum. Semangat kebersamaan ini menjadi kekuatan sosial yang penting dalam membangun kemandirian desa, sekaligus menjaga keharmonisan antarwarga. Di luar sektor pertanian dan perdagangan kecil, terdapat pula tenaga kerja dari kalangan ibu rumah tangga, bidan desa, serta pegawai negeri sipil (PNS) yang turut menopang kebutuhan keluarga sekaligus memberikan stabilitas dalam struktur sosial masyarakat. Peran perempuan dalam kegiatan ekonomi cukup terlihat, meskipun umumnya dilakukan dalam skala kecil, seperti membantu usaha keluarga, berdagang di warung, atau mengelola hasil pertanian rumah tangga. Selain itu, keberadaan pabrik rumahan juga membuka peluang kerja tambahan, meskipun masih terbatas pada jenis pekerjaan sederhana. Kehadiran aktivitas ekonomi informal ini secara tidak langsung membantu masyarakat menjadi lebih produktif serta meningkatkan perputaran ekonomi desa. Para pemuda Desa Tambaksari juga memiliki peran tersendiri dalam dinamika perekonomian. Sebagian besar ikut terlibat langsung dalam kegiatan pertanian bersama keluarga, namun tidak sedikit pula yang memilih merantau untuk mencari tambahan penghasilan. Fenomena khas yang menonjol adalah banyaknya pemuda yang merantau untuk menjual bendera menjelang Hari Kemerdekaan. Aktivitas musiman ini menunjukkan adanya kreativitas, jiwa wirausaha, serta kemampuan adaptasi mereka dalam melihat peluang ekonomi. Meskipun sifatnya sementara, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemuda desa memiliki potensi besar dalam mengembangkan usaha berbasis kreativitas dan kebutuhan pasar. Jika potensi ini dapat difasilitasi, bukan tidak mungkin semangat wirausaha tersebut bisa berkembang menjadi usaha berkelanjutan yang mampu memberikan dampak ekonomi lebih luas. Namun, kecenderungan pemuda untuk merantau juga menandakan terbatasnya lapangan pekerjaan di desa. Kondisi ini sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah desa dalam menyediakan ruang pemberdayaan dan pengembangan keterampilan agar para pemuda tidak hanya bergantung pada pekerjaan musiman atau merantau keluar desa. Melalui program pelatihan, penguatan usaha mikro, serta penyediaan akses permodalan, pemuda desa dapat diarahkan untuk membangun peluang usaha di desa sendiri. Selain itu, potensi sektor pertanian yang melimpah juga bisa menjadi ruang inovasi bagi pemuda dalam mengembangkan produk olahan, pemasaran digital, maupun usaha berbasis komunitas. Dengan pemanfaatan dan peningkatan keterampilan yang tepat, sumber daya manusia (SDM) di Desa Tambaksari berpotensi menjadi motor penggerak utama pembangunan ekonomi desa. Dukungan dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta peran aktif pemuda diharapkan mampu menciptakan sistem ekonomi lokal yang berkelanjutan, tidak hanya bergantung pada sektor pertanian tradisional, tetapi juga berkembang ke arah diversifikasi usaha yang lebih inovatif. Pada akhirnya, keberhasilan mengoptimalkan SDM produktif ini akan menjadikan Desa Tambaksari lebih mandiri, berdaya saing, sekaligus mampu menghadapi dinamika ekonomi di masa depan. C. Permasalahan Ekonomi Desa Tambaksari Permasalahan ekonomi adalah tantangan yang umum dialami oleh masyarakat di berbagai daerah, termasuk Desa Tambaksari. Keterbatasan sumber daya, ketergantungan pada sektor tertentu, dan akses yang terbatas terhadap pasar maupun lembaga keuangan sering menjadi hambatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setelah mahasiswa KKM Patriot Desa Emas STAI Al-Musaddadiyah Garut melakukan penelitian di bidang ekonomi di Desa Tambaksari, kami menemukan beberapa permasalahan yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat. Kondisi ini terlihat jelas melalui beberapa kendala yang membatasi pengembangan ekonomi desa secara optimal. Adapun Secara keseluruhan, permasalahan ekonomi Desa Tambaksari yaitu meliputi: 1. Minimnya inovasi dalam pertanian. 2. Terbatasnya akses ke pasar dan lembaga keuangan. 3. Banyaknya pemuda yang merantau. 4. Banyak lahan kosong atau carik yang tidak dikelola. 5. Kendala terkait bantuan sosial dan transparansi. Untuk memberikan gambaran yang lebih sistematis mengenai permasalahan ekonomi di desa tambaksari, berikut disusun dalam bentuk tabel yang memuat masalah utama, akar masalah, solusi yang dapat dilakukan, serta rencana strategis untuk mengatasinya. Tabel ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi upaya pemberdayaan ekonomi dan pengembangan potensi Desa Tambaksari. No Masalah Ekonomi Akar Masalah Problem Solving Rencana Strategis 1. Minimnya inovasi dalam pertanian. Metode tradisional, jarang menggunakan teknologi modern Pelatihan teknologi pertanian Kerjasama dengan dinas pertanian untuk pelatihan 2. Terbatasnya akses ke pasar dan lembaga keuangan Tidak ada pasar, koperasi, bank, atau lembaga mikro, distribusi bergantung pada pedagang kecil Menyediakan akses pembiayaan mikro dan pengembangan pasar lokal Pendirian koperasi simpan pinjam, serta pembangunan pasar desa 3. Banyaknya pemuda yang merantau Minimnya peluang kerja lokal Membuka peluang usaha lokal program pemuda wirausaha serta dukungan modal awal 4. Banyak lahan kosong atau carik yang tidak dikelola Kurangnya modal, dan informasi pemanfaatan lahan Penyuluhan pengelolaan lahan, serta pemetaan laha produktif Kerjasama dengan kelompok tani dan perangkat desa mengenai program optimalisasi lahan desa 5. Kendala terkait bantuan sosial (bansos) dan transparansi Data penerima tidak akurat, dan mekanisme distribusi kurang jelas Sistem pendataan yang transparan Digitalisasi data warga, audit berkala, dan transparansi penggunaan dana desa Dari tabel di atas, terlihat bahwa permasalahan ekonomi Desa Tambaksari merupakan kendala yang kompleks dan saling terkait. Minimnya inovasi dalam pertanian, terbatasnya akses pasar dan lembaga keuangan, tingginya angka pemuda merantau, banyaknya lahan kosong yang tidak dikelola, serta kendala dalam bantuan sosial dan transparansi, semuanya memengaruhi kesejahteraan masyarakat dan pengembangan potensi desa secara menyeluruh. Minimnya inovasi dalam pertanian menjadi faktor yang membatasi produktivitas. Petani di desa ini banyak yang masih menggunakan metode tradisional, dengan sedikit atau bahkan tanpa pemanfaatan teknologi modern maupun varietas unggul. Kondisi ini menyebabkan hasil panen tidak optimal dan pendapatan petani sulit meningkat. Dampaknya, generasi muda kurang tertarik untuk meneruskan usaha pertanian, sehingga potensi sektor ini tidak berkembang secara berkelanjutan. Selain itu, akses masyarakat ke pasar dan lembaga keuangan juga masih sangat terbatas. Desa Tambaksari belum memiliki pasar permanen yang memadai, sehingga warga banyak bergantung pada pedagang perantara atau warung kecil untuk memasarkan hasil pertanian. Keterbatasan akses terhadap bank atau koperasi simpan pinjam juga menghambat masyarakat dalam memperoleh modal usaha, membeli input pertanian, dan menjual produk secara lebih luas. Kondisi ini menekan peluang peningkatan ekonomi desa dan memperlambat penguatan kesejahteraan masyarakat. Fenomena sosial seperti banyaknya pemuda yang merantau turut memengaruhi kondisi ekonomi desa. Minimnya kesempatan kerja yang menjanjikan mendorong pemuda meninggalkan desa untuk mencari pekerjaan di kota. Akibatnya, desa kehilangan tenaga kerja produktif yang dapat mengembangkan usaha pertanian maupun sektor ekonomi lainnya. Kurangnya regenerasi tenaga kerja muda juga berdampak pada berkurangnya inovasi dan ide kreatif dalam memajukan ekonomi desa. Kondisi lahan di desa juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak lahan kosong atau carik yang tidak dikelola secara produktif. Padahal, lahan-lahan ini memiliki potensi untuk ditanami tanaman pangan, hortikultura, atau digunakan untuk usaha produktif lain. Kekurangan tenaga kerja, modal, dan informasi pengelolaan lahan membuat lahan tetap terbengkalai sehingga potensi peningkatan pendapatan masyarakat tidak maksimal. Selain itu, kendala terkait bantuan sosial dan transparansi turut memengaruhi perekonomian desa. Bantuan dari pemerintah maupun lembaga non-pemerintah terkadang tidak tepat sasaran karena data penerima tidak akurat dan mekanisme distribusi kurang jelas. Kurangnya transparansi dalam pengelolaan dana desa dan program bantuan menimbulkan ketidakpastian bagi masyarakat, menurunkan kepercayaan warga terhadap program pembangunan, dan mengurangi efektivitas bantuan sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, permasalahan ekonomi Desa Tambaksari mencerminkan kendala yang saling terkait dan kompleks. Penanganan yang terintegrasi sangat diperlukan agar potensi sumber daya alam desa dapat dimanfaatkan secara optimal, kesempatan kerja dapat tercipta, dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan. D. Fokus Program No. Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Tagging lokasi UMKM UMKM yang ada di Desa Tambaksari Memberikan layanan kepada konsumen oleh pedagang dengan mencantumkan alamat di google maps 2. Sertifikasi halal UMKM UMKM yang ada di Desa Tambaksari Memberikan kepastian kehalalan produk terhadap pedagang dan konsumen 3. Penanaman sayuran bersama kader PKK Kader PKK Menghidupkan kembali Harum Madu yang sempat mangkrak selama beberapa tahun kebelakang 4. Pemberian benih sayuran kepada masyarakat Masyarakat Masyarakat bisa memanfaatkan sayuran yang ditanam sendiri baik untuk konsumsi ataupun untuk di perjual belikan. Tagging lokasi UMKM Sertifikasi halal UMKM   Penanaman sayuran bersama kader PKK sekaligus pemberian benih kepada masyarakat BAB VIII KESEHATAN DI DESA TAMBAKSARI Oleh: Muhammad raja sayyid rahmatullah,alya key A. Kondisi Kesehatan Desa Tambaksari Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Tambaksari, Kecamatan Lewigoong, Kabupaten Garut. Kondisi kesehatan masyarakat di desa ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari lingkungan, pola hidup, hingga akses terhadap fasilitas kesehatan. Sebagai desa yang masih kental dengan suasana agraris, sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian, sehingga pola aktivitas, kebiasaan, serta pemahaman tentang kesehatan sangat erat kaitannya dengan pekerjaan sehari-hari. Secara umum, masyarakat Desa Tambaksari memiliki kesadaran yang cukup baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Namun, keterbatasan sarana dan prasarana kesehatan di tingkat desa sering kali menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, peran posyandu, bidan desa, serta program-program kesehatan dari pemerintah daerah menjadi sangat penting dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat di desa ini. a. Stunting Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang masih menjadi perhatian di Desa Tambaksari, Kecamatan Lewigoong, Kabupaten Garut. Kondisi ini umumnya terjadi akibat kekurangan gizi kronis yang dialami anak sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun. Stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak yang lebih rendah dari standar usianya, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, kecerdasan, serta produktivitas di masa depan. Di Desa Tambaksari, berdasarkan data yang diperoleh, terdapat 1 anak yang mengalami stunting dari total … penduduk. Angka ini menunjukkan bahwa permasalahan stunting masih perlu mendapat perhatian serius, meskipun secara persentase jumlahnya tidak terlalu tinggi. Penyebab utama stunting di desa ini diduga berkaitan dengan faktor pola asuh, asupan gizi yang belum optimal, serta keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan. No Nama JK Tgl Lahir Prov Kab/Kota Kec Desa/Kel 1 azka L 10/07/2017 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 2 sandi L 20/03/2018 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 3 ridwan L 27/12/2016 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 4 naufal abdul aziz L 17/07/2017 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 5 laras P 20/11/2020 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 6 n silva P 07/09/2019 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 7 adinda adelia P 20/10/2019 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 8 debi raisa putri P 05/03/2020 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 9 Adnan L 06/04/2017 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 10 Panesa P 20/02/2018 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 11 Nayra M P 26/08/2017 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 12 Rafa Maulana L 05/09/2017 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 13 Arsila P 27/01/2018 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 14 AZHAR L 03/01/2020 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 15 Firman Nuriman L 20/07/2019 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 16 Bita P 18/08/2019 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 17 Arsela Putri P 26/12/2020 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 18 Nazaharul Amrilah L 19/12/2020 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI 19 Nadila Kanza P 08/12/2015 JAWA BARAT GARUT LEUWIGOONG TAMBAKSARI Upaya pencegahan stunting di Desa Tambaksari telah dilakukan melalui program posyandu, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita, serta penyuluhan gizi bagi ibu hamil dan menyusui. Namun, diperlukan kesinambungan program serta peningkatan kesadaran masyarakat agar angka stunting dapat terus ditekan. Dukungan dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat sangat berperan penting dalam keberhasilan penanganan masalah ini. b. Posyandu Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu sarana kesehatan berbasis masyarakat yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Desa Tambaksari, Kecamatan Lewigoong, Kabupaten Garut. Kegiatan posyandu meliputi penimbangan balita, imunisasi, pemberian vitamin, serta penyuluhan kesehatan bagi ibu hamil dan menyusui. Di Desa Tambaksari sendiri, posyandu sudah terbentuk 9 posyandu dari total 12 RW yang ada. Keberadaan posyandu ini membantu masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan dasar secara lebih mudah dan dekat. Meski demikian, keterbatasan jumlah posyandu menyebabkan belum semua warga dapat mengakses layanan kesehatan secara merata. NO DESA POSYANDU KADER STRATA POSYANDU PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI 1 RW 01 1 5 1 2 RW 02 1 5 1 3 RW 03 1 5 1 4 RW 04 5 RW 05 1 7 1 6 RW 06 7 RW 07 1 5 1 1 8 RW 08 1 7 1 9 RW 09 1 5 1 10 RW 10 1 5 1 11 RW 11 JUMLAH 8 44 0 0 5 3 Untuk meningkatkan efektivitas posyandu, peran kader kesehatan desa menjadi sangat penting. Mereka berperan sebagai ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar serta menyampaikan informasi mengenai pola hidup sehat kepada masyarakat. Dukungan dari pemerintah desa serta koordinasi dengan tenaga medis puskesmas juga diperlukan agar pelayanan posyandu semakin optimal dan dapat menjangkau seluruh masyarakat. B. Sarana Kesehatan Sarana kesehatan merupakan fasilitas yang berfungsi memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat, baik dalam bentuk pemeriksaan, pengobatan ringan, maupun rujukan ke fasilitas yang lebih lengkap. Di Desa Tambaksari, Kecamatan Lewigoong, Kabupaten Garut, keberadaan sarana kesehatan masih terbatas. Berdasarkan data, terdapat 8 sarana kesehatan yang aktif melayani masyarakat desa. Jumlah ini belum sepenuhnya sebanding dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 1200±jiwa, sehingga dalam praktiknya masih ada warga yang harus menempuh jarak lebih jauh untuk memperoleh layanan kesehatan yang lebih lengkap, seperti ke puskesmas atau rumah sakit di kecamatan terdekat. NO DESA PUSKESMAS PUSTU BALAI PEGOBATAN PUSKESDES TEMPAT PRAKTEK BIDAN JUMLAH BIDAN JUMLAH DOKTER RUANGAN POSYANDU JUMLAH PERAWAT RUANGAN POSYANDU 1 RW 01 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 RW 02 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 RW 03 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 RW 04 0 0 0 1 1 0 0 0 0 5 RW 05 0 0 0 0 0 0 1 2 1 6 RW 06 0 0 0 1 1 0 0 1 0 7 RW 07 1 0 0 1 1 0 0 0 0 8 RW 08 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 RW 09 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 RW 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 RW 11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH 0 1 0 0 3 3 0 1 3 1 Meskipun demikian, keberadaan sarana kesehatan di desa tetap memiliki peran penting, terutama dalam pelayanan dasar seperti imunisasi, pemeriksaan ibu hamil, pengobatan penyakit ringan, serta penyuluhan kesehatan. Untuk meningkatkan kualitas layanan, diperlukan dukungan berupa penambahan tenaga kesehatan, fasilitas penunjang, dan koordinasi yang lebih baik dengan puskesmas maupun dinas kesehatan. C. Permasalahan Kesehatan Di Desa Tambaksari a. Air Bersih Ketersediaan air bersih merupakan faktor yang sangat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Air bersih tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum, memasak, dan mandi, tetapi juga berperan besar dalam mencegah penyakit menular, terutama yang disebabkan oleh bakteri dan virus dari lingkungan yang kurang higienis. Di Desa Tambaksari, Kecamatan Lewigoong, Kabupaten Garut, jumlah sumber air bersih yang tercatat sebanyak 1285 sumber. Jumlah ini masih tergolong terbatas jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada. Keterbatasan akses terhadap air bersih berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari penyakit kulit hingga diare yang sering menyerang anak-anak maupun orang dewasa. NO RW JUMLAH KETERANGAN 1 01 PAMSIMAS WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGSARI 2 02 3 03 4 04 5 05 WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANSARI 6 06 7 07 8 08 9 09 10 10 PAMSIMAS 11 11 TOTAL 1,285 Untuk mengatasi permasalahan ini, masyarakat biasanya mengandalkan sumber air alternatif, baik dari sumur maupun aliran sungai, meskipun kualitasnya tidak selalu terjamin. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait lainnya untuk meningkatkan jumlah serta kualitas sumber air bersih, sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik. b. MCK Fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) merupakan sarana penting dalam menunjang kesehatan masyarakat serta menjaga kebersihan lingkungan. Keberadaan MCK yang memadai dapat membantu mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, disentri, maupun penyakit kulit akibat sanitasi yang kurang baik. Di Desa Tambaksari, Kecamatan Lewigoong, Kabupaten Garut, terdapat 14 unit MCK yang dapat digunakan oleh masyarakat. Jumlah ini tergolong cukup, namun masih ada tantangan dalam hal pemerataan pemanfaatan dan pemeliharaan fasilitas. Beberapa MCK yang tersedia belum sepenuhnya digunakan dengan baik karena kebiasaan sebagian warga yang masih lebih memilih buang air di sungai atau tempat terbuka. NO DESA JUMLAH 1 RW 01 1 2 RW 02 1 3 RW 03 2 4 RW 04 2 5 RW 05 2 6 RW 06 1 7 RW 07 2 8 RW 08 2 9 RW 09 10 RW 10 1 11 RW 11 TOTAL 14 Upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sangat diperlukan agar fasilitas MCK yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, perhatian terhadap perawatan fasilitas juga penting dilakukan agar MCK tetap layak pakai dan berfungsi maksimal dalam menjaga kesehatan masyarakat desa. c. Sampah Pengelolaan sampah di Desa Tambaksari, Kecamatan Lewigoong, Kabupaten Garut, masih dilakukan secara sederhana oleh masyarakat. Sebagian besar warga membakar sampah rumah tangga di halaman atau lahan kosong di sekitar rumah. Cara ini memang dianggap praktis, tetapi berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan gangguan kesehatan, terutama jika dilakukan secara terus-menerus dalam skala besar. Selain dibakar, ada juga sistem pengumpulan sampah yang dilakukan oleh individu atau pihak swasta yang berkeliling desa untuk mengambil sampah rumah tangga. Sampah yang terkumpul biasanya dibawa ke tempat penampungan sementara atau langsung dibuang ke lokasi yang sudah ditentukan. Pola ini cukup membantu masyarakat, namun cakupannya masih terbatas dan belum menjangkau seluruh wilayah desa. Secara umum, belum terdapat sistem pengelolaan sampah terpadu di desa ini. Hal ini menunjukkan perlunya peran serta pemerintah desa bersama masyarakat dalam menciptakan pola pengelolaan sampah yang lebih sehat dan berkelanjutan, misalnya melalui penyediaan TPS (Tempat Pembuangan Sementara), pengolahan sampah organik menjadi kompos, atau program daur ulang sederhana. Dengan langkah tersebut, diharapkan kebiasaan membakar sampah dapat berkurang dan kualitas lingkungan desa dapat meningkat.   D. Fokus Program No. Program/ Kegiatan Sasaran Target 1. Membantu Pendataan tumbuh kembang anak dan kesehatan lansia di Posyandu Anak- anak dan lansia di Desa Tambaksari Membantu dan mendapatkan data kesehatan 2. Membantu pemberian Vitamin pada anak di Posyandu Anak anak di Desa Tambaksari Membantu   Puskesmas Pembantu   Posyandu   Olahraga Senam BAB IX DESKRIPSI HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN DI DESA TAMBAKSARI Dalam mempermudah analisis terhadap satu persatu permasalahan desa dapat dilakukan dengan menggunakan metode analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Treats). Metode analisis SWOT adalah metode praktis yang digunakan untuk mencari tahu kekuatan, kelemahan, kesempatan dan hambatan. Dalam suatu permasalahan, dapat digali kekuatan atau potensi yang usdah dimiliki, kemudian dicari kelemahan yang ada sehingga hal tersebut menjadi suatu permasalahan. Lebih jauh lagi, upaya pemecahan masalah digali melalui kesempatan atau dukungan suportif yang dimiliki serta meluruskan hambatan yang ada. Penjelasan permasalahan yang ada di desa melalui metode analisis SWOT akan bisa diuraikan perdusun atau perlokasi binaan KKM. Matrik Swot 01 Bidang Pendidikan Strenght Weakness Opportunities Threats Masyarakat lingkungan Desa Tambaksari sangat mendukung segala kegiatan yang dilaksanakan oleh Mahasiswa KKM Kurangnya fasilitas bingbingan belajar seperti buku panduan pembelajaram kurikulum anak sekolah dasar Mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan bingbingan belajar merasa senang karena partisipasi anak-anak sekolah dasar yang menunjukan keseriusannya belajar yang tinggi serta keakraban anak-anak kepada Mahasiswa KKM Anak-anak sekolah dasar masih sering ribut disaat jam pembelajaran berlangsung sehingga belajar menjadi kurang efektif Matrik Swot 02 Bidang Sosial Dan Kemasyarakatan Strenght Weakness Opportunities Threats Warga sangat antusias dalam berpartispasi di bidang sosial Kondisi masyarakat dalam berkerja bakti sudah hampir hilang diwilayah ini dengan antusiasnya mahasiswa KKM untuk kerja bakti sehingga masyarakat yang melihat mau ikut berpartisipasi dalam kegiatan bersih bersih tersebut Kurangnya antusiasme masyarakat dalam berkerja bakti, apalagi masyarakat sibuk dalam mencari mata pencahariannya masing masing Matrik Swot 03 Bidang Keagamaan Strenght Weakness Opportunities Threats Antusias warga terkhusus anak-anak sangatlah besar dalam proses pembinaan keagamaan Kurangnya tenaga pengajar sehingga proses kegiatan berlangsung kurang efektif Tersedianya SDM Mahasiswa yang berkompetensi dalam membantu melakukan pembinaan dan melatih anak-anak TK-TPA. Kurangnya ketersediaan Al-Qur’an dan Iqra yang bisa dibaca oleh anak-anak TK dan TPA Beberapa tokoh masyarakat sangat mendukung adanya pengadaan Al-Qur’an di masjid-masjid dan pesantren di Desa Tambaksari, sehingga anak-anak mendapatkan fasilitas untuk belajar membaca dan memahami Al-Qur’an Kurangnya kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam mempersiapakan Al-Qur’an dan Iqra untuk anak-anak mereka Bantuan Al-Qur’an dan Iqra yang telah diusahakan oleh mahasiswa KKM membuat masyarakat dan anak-anak mereka senang. Meski bantuan ini masih sangat terbatas Bantuan pengadaan Al-Quran terhambat karena kurang banyaknya Al-Qur’an yang diberikan Dukungan kuat dari tokoh masyarakat terhadap program pemberian pakaian muslim (koko) dan mukena, sehingga masyarakat merasa lebih termotivasi untuk beribadah dengan layak dan khusyuk. Masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk berpartisipasi secara mandiri dalam menyediakan pakaian muslim, sehingga ketergantungan pada bantuan dari pihak luar cukup tinggi. Program ini dapat meningkatkan kekhidmatan dalam beribadah, mempererat ukhuwah islamiyah antarwarga, dan menjadi contoh gerakan sosial keagamaan yang dapat berkelanjutan. Bantuan pakaian muslim dan mukena yang disalurkan masih terbatas, sehingga tidak semua masyarakat bisa mendapatkan, berpotensi menimbulkan rasa kurang adil atau kecemburuan sosial. Matrik Swot 04 Bidang Kesehatan Strenght Weakness Opportunities Threats Pemerintahan desa tambaksari sangat mendukung kegiatan mahasiswa Kurangnya tenaga pembantu di posyandu tiap-tiap RW Mahasiswa bisa membantu kegiatan yang ada di posyandu baik itu pemeriksaan kesehatan anak dan lansia juga membantu memberikan vitamin kepada ank-anak Masyarakat terbantu akan adanya kegiatan tersebut Matrik Swot 05 Bidang Pemerintahan Strenght Weakness Opportunities Threats Pemerintahan Desa merasa sangat terbantu akan kehadiran mahasiswa KKM terutama dalam mengadakan sebuah acara hari besar di lingkungan pemerintahan desa Kurangnya pengetahuan akan sesuatu hal yang baru terutama di bidang manajemen Mahasiswa mampu memberikan bimbingan kepada pemerintahan desa dalam melaksanakan sebuah acara hari besar yang aman dan kondusif Kurang pahamnya pemerintah desa dalam mengatur sebuah acara Alhamdulillah selama melakukan kegiatan KKM. kegiatan kamai mendapatkan dukungan dari bapak desa, Beliau mengatakan: "apapun yang teman-teman lakukan asalkan itu baik untuk warga desa Tambaksari, bapak dukung". Dan baiknya lagi bapak kepala desa selalu menyempatkan diri untuk hadir ketika kami mengundangnya walaupun dalam beberapa kegiatan bapak kepala desa jarang hadir dalam acara-acara kami laksanakan karena kesibukan beliau sebagai kepala desa. Dan alhamdulillah lagi kami berada di lingkungan bersama warga yang selalu berpartisipasi dalam setiap acara ataupun kegiatan yang kami laksanakan, mulai dari kegiatan pendataan penduduk, mengajar mengaji, lomba, kegiatan keagamaan, bimbingan belajar anak dan kerja bakti. Kami juga banyaj belajar dari tokoh masyarakat dan elemen masyarakat lainnya yang ada di desa tempat kami KKM. Dari mereka kami belajar hidup mandiri dan bersosialisasi dengan masyarakat banyak. Dalam mempermudah analisis terhadap satu persatu permasalahan desa dapat dilakukan dengan metode analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities and Threats). Metode analisis SWOT adalah adalah metode praktis yang digunakan untuk mencari tahu kekuatan, kelemahan, kesempatan dan hambatan dari setiap permasalahan. Dalam suatu permasalahan, dapat digali kekuatan atau potensi yang sudah dimiliki, kemudian dicari kelemahan yang ada sehingga hal tersebut menjadi suatu menjadi permasalahan. Lebih jauh lagi, upaya pemecahan masalah digali melalui kesempatam atau dukungan suportif yang dimiliki serta meluruskan hambatan yang ada. Penjelasan permasalahan desa melalui metode analisis SWOT akan diuraikan per-dusun atau per-lokasi KKM. BAB X PENUTUP A. Kesimpulan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) secara umum diartikan sebagai bentuk kerja lapangan bagi mahasiswa yang telah melaksanakan kewajiban akademik. Namun, pada praktiknya, KKM dapat dipahami dari beberapa sudut pandang. Pertama, bagi mahasiswa, KKM bukan sekadar pengaplikasian teori yang telah diajarkan secara formal di bangku kuliah, melainkan sebagai wadah pengembangan life skills melalui pelebaran makna dari materi-materi bidang studinya. Kedua, bagi masyarakat yang menjadi mitra kegiatan, KKM bukan hanya kegiatan pendamping, melainkan juga forum terbuka untuk mewujudkan kehidupan desa yang lebih baik karena adanya agen perubahan, yaitu para pemuda desa dan mahasiswa KKM itu sendiri. Selama melaksanakan KKM, kami telah berusaha menyelesaikan beberapa permasalahan yang ada di Desa Tambaksari. Permasalahan tersebut kami kelompokkan ke dalam beberapa bidang berikut: 1. Bidang Pemerintahan • Kolaborasi dengan Polres untuk sosialisasi pembuatan SKCK. • Membantu menjadi panitia dalam memeriahkan acara 17 Agustus di Pemerintahan Desa. • Pendataan perkawinan. 2. Bidang Sosial Kultur • Mengadakan forum silaturahmi antar tokoh dan lembaga kemasyarakatan. • Mengadakan perawatan lingkungan pada hari Jumat (jumsi). • Mempercantik tugu/gapura. • Menjadi koordinator pemuda dan pemudi dalam kelancaran acara 17 Agustus di tingkat RT/RW. 3. Bidang Keagamaan • Mengadakan pengajian malam Jumat yang sebelumnya belum ada. • Menyelenggarakan tadarus rutin setiap setelah salat Magrib dan Subuh. • Menyalurkan mushaf Al-Qur’an di tiga titik berbeda. • Menyalurkan pakaian muslim (baju koko dan mukena). • Memberikan saran kepada sesepuh Masjid Al-Hikmah untuk membentuk kepengurusan masjid (DKM). • Membuat rak Al-Qur’an. • Menyelenggarakan tabligh akbar pada malam puncak perpisahan KKM STAIM 2025. 4. Bidang Pendidikan • Membuat pojok baca. • Melakukan pendataan lembaga pendidikan. • Membantu lembaga pendidikan (TK, SD, MDTA). • Sosialisasi ketahanan pangan. • Penanaman bersama anak-anak SD. • Sosialisasi anti bullying. • Membuat Alat Peraga Edukasi (APE) di lembaga pendidikan PAUD. • Bimbingan belajar anak di posko. 5. Bidang Kesehatan • Membantu pendataan tumbuh kembang anak dan kesehatan lansia di posyandu. • Membantu pemberian vitamin pada anak di posyandu. 6. Bidang Ekonomi • Tagging lokasi UMKM. • Sertifikasi halal UMKM. • Penanaman sayuran bersama kader PKK. • Pemberian benih sayuran kepada masyarakat. • Tidak semua masalah dapat terselesaikan secara sempurna, terutama dalam bidang ekonomi dan teknologi, karena keterbatasan waktu dan dana. Oleh sebab itu, beberapa program yang belum terselesaikan kami rekomendasikan kepada pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti ke depannya. B. Rekomendasi Berdasarkan kegiatan mahasiswa KKM yang telah dilakukan, maka kami memberikan beberapa rekomendasi kepada pihak-pihak terkait sebagai berikut: • Pemerintah Desa diharapkan terus menjalin kolaborasi dengan pihak kepolisian untuk mempermudah masyarakat dalam pembuatan SKCK. • Pemerintah Desa lebih memperhatikan pencatatan administrasi, khususnya dalam hal pendataan perkawinan. • Pemerintah Desa sebaiknya meningkatkan fasilitas serta dukungan pada kegiatan masyarakat, seperti peringatan HUT RI agar lebih meriah dan melibatkan banyak pihak. • Perlu adanya keberlanjutan kegiatan forum silaturahmi antar tokoh dan lembaga kemasyarakatan sebagai wadah musyawarah bersama. • Program perawatan lingkungan (jumsi) perlu dilanjutkan secara rutin dan didukung oleh perangkat desa. • Tugu/gapura desa perlu dijaga dan dipercantik secara berkala agar menjadi identitas kebanggaan masyarakat. • Kegiatan kepemudaan dalam acara tingkat RT/RW harus terus diperkuat agar pemuda memiliki peran aktif di tengah masyarakat. • Pengajian malam Jumat dan tadarus rutin yang sudah dimulai hendaknya dijaga keberlanjutannya dengan melibatkan remaja masjid. • Penyaluran mushaf Al-Qur’an serta pakaian muslim (baju koko dan mukena) hendaknya dilanjutkan oleh pemerintah desa maupun donatur lokal agar tidak terhenti setelah KKM selesai. • Disarankan agar Masjid Al-Hikmah segera membentuk kepengurusan DKM untuk memperkuat tata kelola masjid. • Tablig akbar dapat dijadikan agenda rutin tahunan desa agar semangat keagamaan tetap terjaga. • Pojok baca perlu dikembangkan lebih baik dengan tambahan buku bacaan dari pemerintah maupun masyarakat. • Pemerintah desa diharapkan mendukung lembaga pendidikan (TK, SD, MDTA, PAUD) dengan bantuan sarana prasarana serta peningkatan kreativitas guru. • Kegiatan sosialisasi ketahanan pangan, anti bullying, dan penanaman bersama anak sekolah dapat dijadikan program berkelanjutan bekerja sama dengan pihak sekolah. • Perlu dukungan dana dan tenaga untuk pembuatan alat peraga edukasi (APE) di PAUD agar pembelajaran lebih variatif. • Posyandu perlu mendapatkan perhatian lebih, terutama dalam pendataan tumbuh kembang anak dan kesehatan lansia agar terpantau dengan baik. • Kegiatan pemberian vitamin pada anak hendaknya menjadi rutinitas yang terkoordinasi dengan baik antara bidan desa, kader posyandu, dan pemerintah desa. • Tagging lokasi UMKM harus ditindaklanjuti dengan promosi digital melalui media sosial desa atau marketplace lokal. • Sertifikasi halal UMKM perlu difasilitasi oleh pemerintah agar produk lokal memiliki daya saing. • Program penanaman sayuran dan pembagian benih harus dikembangkan lebih luas dengan melibatkan kelompok tani dan kader PKK. • Pemerintah desa perlu membentuk unit usaha BUMDes yang fokus pada pengembangan UMKM agar masyarakat memiliki tambahan lapangan pekerjaan.   LAMPIRAN-LAMPIRAN DOKUMENTASI Diklat KKM   Survei Lokasi Penerimaan Peserta KKM di Kecamatan Leuwigoong Penerimaan Peserta KKM di Desa Tambaksari Observasi sekaligus silaturahmi ke lembaga pendidikan Senam bersama ibu-ibu di desa Pengajian bersama masyarakat Musyawarah bersama tokoh Masyarakat Tadarus rutinan ba’da Shubuh & Magrib Kunjungan ke UMKM Tahu Kuning Bimbingan Belajar Anak-Anak Program Unggulan Pengajian Rutin Malam Jum’at (Yasinan & Mahalul Qiyam) Kunjungan ke UMKM Gesper (kaki gordeng) Kunjungan sekaligus Silaturahmi ke Tokoh Masyarakat Pembersihan sekaligus penanaman bersama ibu-ibu PKK Diskusi perumusan Perlombaan bersama Karang Taruna Mengajar ke Sekolah Rapat di Desa Jumsih Kunjungan dari Dosen Pembimbing Lapangan Pengecatan Tugu Gapura Kunjungan dari LP2M Penyaluran Mushaf Al-Quran & Iqra Penyaluran Pakaian Muslim (koko & Mukena) Perlombaan 17 Agustus APE (Alat Peraga Edukasi) Sosialisasi Ketahanan Pangan di SDN 1&2 Tambaksari Penanaman bersama SDN 1&2 Tambaksari Perlombaan di Desa Acara Halaqoh Ketahanan Pangan di Margacinta Kunjungan ke P3N Perpisahan di Lembaga Pendidikan Tagging Lokasi & Sertifikasi Halal Acara Puncak Penutupan HUT RI 80 di kampung Pasir Guling Acara Puncak Perpisahan KKM (Tabligh Akbar) Penutupan di Kecamatan Leuwigoong

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perhitungan OBLIGASI

UTS DASAR-DASAR MANAJEMEN